Kisah-kisah Muhammad yang Tidak Diceritakan Sebelumnya (Bagian 4)

Oleh: Mohammad Asghar

Bagian Empat

Waraqah sadar bahwa dia sendiri tidak dapat menyiapkan Muhammad sepenuhnya. Dia harus meminta pertolongan dari mereka yang punya pengetahuan lebih pandai dari dia

Waraqa kenal rahib bernama Adas; ada yang bilang namanya adalah Suhaib ibn Sinan, yang pengetahuannya mendalam tentang subyek-subyek ini, tapi dia berbahasa ibrani. Waraqah, yang juga bisa bahasa Ibrani, meminta tolong, dan keduanya mulai mengajar Muhammad semua yang mereka tahu tentang agama Kristen dan Yahudi.

Mungkin ini sebabnya Quran menyangkalan rahib Adas atau Suhaib (QS 16:103; juga lihat N.J. Dawood “The Koran”, hal 195), ketika Muhammad mengelak dari kaum pagan yang menuduhnya mendapatkan semua yang dikatakannya itu, termasuk rincian surga dan neraka, oleh manusia biasa dan bukan dari tuhan.

Wahyu Pertama

Muhammad meneruskan proses belajar untuk waktu yang lama; ada yang bilang selama lima belas tahun. Kemudian tiba-tiba satu malam dibulan Ramadhan di tahun 610 M, ketika berumur 40 tahun, dia mengumumkan bahwa dia menerima wahyu dari tuhan dan bahwa dewa-dewa menunjuknya menjadi nabi terakhir dan utusan dibumi.

Umur 40 punya arti penting bagi Muslim. Quran mengumumkan bahwa, ketika mencapai umur ini, mereka harus berdoa pada tuhan dan berterima kasih akan karunia yang diberikan pada mereka dan orang tua mereka dan juga bahwa mereka harus melakukan perbuatan-perbuatan baik yang dapat menyenangkanNya. Quran mewajibkan Muslim untuk berbaik pada orang tua, karena ibu telah melahirkan dan membesarkan dengan susah payah. Juga diwajibkan agar mereka baik dan berterima kasih pada orang tua mereka (QS 46:15).

Satu aliran Islam menulis bahwa Muhammad berkata pada Khadijah, bahwa ketika dia ada di gua, malaikat Jibril muncul didepannya “dalam bentuk manusia yang sangat menyilaukan” (R.V.C. Bodley, op. cit. hal 56) dan memerintahkannya untuk “membaca dalam nama tuhanmu” (QS 96:1). Muhammad kelihatan-nya menyangkal pernyataan diatas ketika dia (ALLAH) bilang dalam Quran:

QS 2:97. Katakanlah: Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Qur’an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman.

Ayat ini menyatakan bahwa Quran berisi kalimat-kalimat yang diberi pada Muhammad oleh Jibril melalui hatinya dan juga memberi kesan bahwa sang malaikat tidak pernah muncul didepannya dalam bentuk manusia. untuk itu, kita bisa menyimpulkan dengan aman bahwa isi dari Quan adalah kata-kata Muhammad itu sendiri, yang dia gunakan untuk menjelaskan “Ilham” dari Jibril, atas perintah tuhannya, yang ditaruh dalam hatinya, atau bisa kita katakan, dalam pikirannya?

Model wahyu Muhammad ini meski mirip dengan nabi-nabi Yahudi kuno – yang sering segan untuk mengucapkan kalimat-kalimat tuhan. Muhammad kemudian ia protes bahwa dia buta huruf dan menolak untuk menuruti perintah Jibril (Karen Armstrong, “A History of God”, hal 137). Hadits yang diceritakan istri mudanya, Aisha, menceritakan bahwa Jibril menekan dada Muhammad ke dadanya tiga kali (Martin Lings, op.cit., hal 43) dengan maksud untuk membuatnya mengikuti perintah. Mendadak, dia merasa dipenuhi sinar pengertian, dan dia membaca lima ayat pertama dari Surat yang disebut Iqraa (Surat 96), ditulis dalam sebuah spanduk/bendera yang tergantung diujung langit. Ketika selesai, sang utusan surga berkata, “Oh, Muhammad, sebenarnya kau adalah nabi tuhan dan aku adalah malaikatnya Jibril!”

Setelah kejadian ini, Muhammad tambah takut ketika merasa bahwa dia bakal menjadi kahin picisan, yang akan diminta saran oleh orang-orang, misal jika onta mereka hilang. Jin, roh yang katanya menghantui gurun dan suka menyesatkan orang, dipercaya sering merasuki para Kahin. Para penulis puisi juga percaya bahwa Jin tertentu merasuki mereka.

Demikian Hasan ibn Thabit, seorang penulis puisi dari Medinah yang dikemudian hari menjadi Muslim dan penulis puisi pribadi dari Muhammad, bilang bahwa ketika dia menerima ide-ide puisinya, jin pribadinya muncul dihadapannya dan melemparnya ketanah, memaksakan kata-kata untuk keluar dari mulutnya.

Ini satu-satunya bentuk ilham yang dikenal Muhammad, dan dia pikir dia menjadi seorang Majenun (orang yang dirasuki jin), dan menjadi putus asa hingga ingin bunuh diri (Karen Armstrong, op.cit hal 137 ff). Khadijah sering membujuknya agar jangan mengikuti keinginannya untuk bunuh diri.

Belakangan tuhan bilang pada Muhammad bahwa dia bukan hanya sebagai nabi bagi manusia, tapi juga diberi tanggung jawab untuk mengubah para jin (Washington Irving, op, cit hal 71) ke jalan yang benar (Islam).

Muslim sendiri percaya bahwa pertemuan fisik Muhammad dengan malaikat Jibril lebih sebagai mitos daripada fakta. Ini dibuat-buat oleh muslim dikemudian hari untuk mengangkat harkatnya sebagai nabi. Bukan hanya banyak orang-orang sinis tidak mempercayainya, bahkan banyak cendekiawan Muslim menilai pengakuan Muhammad ini tidak lain hanyalah khayalan yang dibuat-buat oleh Muslim-muslim fanatik.

Profesor Fazlur Rahman adalah salah seorang cendekiawan muslim terkenal, yang menolak hal ini tanpa ragu. Dia berkeras bahwa Muhammad tidak bertemu muka dengan Jibril dan bahwa isi-isi Quran adalah hasil dari pengalaman mistik internalnya, dihasilkan dari hatinya (atau pikirannya?) dengan ilham tuhan (QS 4:163) “dalam keadaan menerima penglihatan atau quasi-dream (seperti mimpi).” Muhammad sendiri, lanjut Rahman, telah menjelaskan keadaan waktu dia menerima wahyu-wahyunya dengan berkata, “kemudian aku bangun”, menjelaskan bahwa Muhammad menerima wahyu pertama dan yang selanjutnya dalam mimpinya.

Rahman menyatakan, “Ide mengenai datangnya malaikat dan wahyu ini menjadi begitu tertanam dalam pikiran Muslim umumnya hingga gambaran selain itu menjadi haram bagi mereka.” Katanya, “sebuah agama tidak hanya dapat menggantungkan diri pada dogma spiritualitas saja dan (bahwa) keterangan yang masuk akal masih diperlukan…” (Islam, hal 13).

Pernyataan Rahman ini berbeda dari hadits yang dilaporkan Hadhrat Zubair. Muhammad diceritakan memberitahu dia bahwa waktu dia digua Hira, dia dengar ada yang memanggil namanya dan menyatakan dia sebagai nabi tuhan. Dia mencari-cari tapi tidak melihat seorangpun. Kemudian dia melihat keatas dan ada malaikat melayang (QS 53:6-11 dan 81:23).

Penuh ketakutan, Muhammad lari kerumah. Khadijah menenangkan dan menyelimutinya. Setelah beberapa waktu, malaikat Jibril muncul dirumahnya dan memerintahkan dia untuk “Bangun dan berilah peringatan, Hai orang yang berselimut!” Menurut hadis ini, Surat Muddaththir (Surat 74) adalah Surat pertama yang diturunkan pada Muhammad dan bukan surat Iqraa (Surat 96), seperti yang dipercaya banyak muslim.

Bertentangan dengan hadits sebelumnya, mayoritas penulis biografi Muhammad mengakui bahwa dia menerima semua wahyunya, baik itu dalam mimpi ataupun selama dirasuki. Waktu dirasuki, Muhammad mendengar bunyi berdering ditelinganya dan keringat sebesar mutiara mengucur dari tubuhnya bahkan ketika musim dingin (Martin Ling op,.cit hal 245). Ketika sadar, dia ceritakan isi dari penglihatannya.

Muhammad menunjukkan fakta bahwa dia menderita epilepsi atau schizoprenia, dua kondisi kesehatan yang masih berupa misteri bagi orang-orang waktu itu. Dr. Gustav Weil, dalam catatannya pada “Muhammad der Prophet”, mendiskusikan pertanyaan mengenai serangan Epilepsi, kondisi tubuh Muhammad, yang secara umum dianggap sebagai fitnah oleh para penulis Kristen. Penyakitnya ini juga ditegaskan oleh penulis biograf Muslim tertua, yang sekarang dicap sebagai “penulis biografi sewaan” oleh para penulis Muslim modern (dr. Rafiq Zakaria, Muhammad and the Quran); ini telah ditetapkan sebagai benar terjadi oleh otoritas penulis lain, yang sejaman dengannya. Kata mereka, tubuhnya mulai gemetaran dengan keras sambil keringatnya mengucur deras dari dahinya, meski udara dingin, dan dia akan berbaring dengan mata tertutup dng mulut berbusa sambil mengaum-aum seperti unta.

Aisha dan Zaid, salah satu pengikutnya, adalah orang-orang yang menyaksikan dan melaporkan hal itu. Mereka bilang, keadaan itu mereka dianggap sebagai saat datangnya wahyu. Dia juga katanya sering mendapat serangan yang sama, ketika di Mekah sebelum mengaku menjadi nabi, tapi pada saat itu tuhan tidak memberikan wahyu apa-apa padanya.

Tidak sadar akan kondisi medis Muhammad, Khadijah takut dan menyangka Muhammad dirasuki oleh roh jin jahat, dan ingin mencoba minta pertolongan orang pintar untuk mengusirnya, tapi Muhammad melarangnya. Dia tidak suka kalau orang melihatnya dalam keadaan aneh ini.

Serangan epilepsi/sawan tidak selalu mendahului datangnya wahyu. Harith ibn Hashem, menceritakan, pernah bertanya padanya dalam keadaan apa dia menerima wahyu. “Sering.” Jawab Muhammad, “Malaikat muncul pada saya dalam bentuk manusia dan bicara, kadang kudengar seperti suara bel, tapi tidak melihat apa2. (Suara denging dikuping adalah satu gejala epilepsi/sawan).

“Jika malaikat tak kelihatan itu pergi, aku dirasuki oleh apa yang diturunkan.” Beberapa wahyu, kata dia, datang langsung dari tuhan, yang lainnya lewat mimpi; karena mimpi-mimpi para nabi, dia selalu bilang, adalah wahyu juga (Washington Irving, op.cit., hal 43 dan 44).

Khotbah

Setelah Muhammad pulang kerumah, Khadijah mengatakan padanya bahwa tuhan menunjuknya menjadi nabinya, sambil berpura-pura percaya akan apa yang dikatakannya — dengan begitu Khadijah menjadi orang pertama yang dianggap sebagai pengikut ‘agama’ baru suaminya. untuk mempercepat keberhasilan misi suaminya, dia bahkan menyusun kata-kata dalam Kalimat Tayyaba, dengan mengucapkan ini seorang non-muslim dengan cepat menjadi seorang muslim (baca: orang beriman) (Khalid Latif Gauba, “The Prophet of the Desert”, hal 33). Kalimat, yang diciptakan Khadijah, terbaca:

La Ilaha-ill-Allah, Muhammad-ur-Rasul-Allah, artinya: Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusannya.

Waraqa ibn Nofal, sepupunya, juga memainkan perannya. Dia menyatakan bahwa apa yang dinyatakan Muhammad bukan saja benar tapi Muhammad juga adalah nabi yang kedatangannya telah dituliskan oleh kitab agama-agama lain. Meski ia mendukung Muhammad, Waraqah tidak pernah memeluk islam dan mati sebagai Kristen.

Mengikuti Khadijah, orang-orang lain yang memeluk islam adalah:

  1. Ali ibn Abu Taleb. Dia adalah sepupu kesepuluh Muhammad yang tinggal dalam tanggungannya dan yang kemudian menikahi anaknya, Fatimah.
  2. Zaid ibn Harith, budak yang dibebaskan yang oleh Muhammad diangkat anak, untuk beberapa waktu saja, dan dikenal sebagai Abu Zaid, ayah dari Zaid.
  3. Abdullah Atik ibn Abu Kahafa, yang lebih dikenal sebagai Abu Bakr, “bapak dari onta betina perawan”, sebuah gelar yang dia dapat setelah dia membiarkan Muhammad yang berumur 50 tahunan menikahi anak perempuannya yang berumur 6 tahun. Dia adalah salah satu teman dekat Muhammad.
  4. Abdu Amr, anak dari Awf, kerabat jauh dari ibu Muhammad, Amina, dan
  5. Abu Ubaydah, anak dari al-Jarrah, dari Bani al-Harith.

Karena Muhammad telah diyakinkan bahwa tahap pertama dari misinya bisa sangat berbahaya, dia berencana untuk melakukan tahap pertama ini dengan rahasia. (Ingat bahwa Muhammad menghina agama berhala yang sudah ada sejak lama di Mekah. Bayangkan kalau ada Kristen yang mencoba menyebarkan agamanya di Mekah, marah bukan Muslim? Begitu pula wajar saja jika penduduk asli Mekah marah kalau ada yang mencoba-coba mengajarkan agama baru, apalagi mencap mereka najis!)

Dia dimusuhi semua sisi: dari kerabat dekatnya, suku Quraish dari garis keturunan Hashim yang kekuasaan dan kekayaannya dikenal Muhammad bukan hanya lewat pemujaan berhala, tapi juga dengan keserakahan dan egoistisnya, dan banyak lagi dari garis keturunan Abd Shams, yang selalu siap untuk mengambil alih sebagai penjaga Kabah, yang dapat menghasilkan kekayaan besar bagi penjaganya.

Abu Sufyan, anak dari Harb dan cucu dari Omaya, dan juga cucu buyut dari Abd Shams, memimpin kelompok penentang yang disebut belakangan ini. Dia seorang yang punya kemampuan dan ambisi; ada yang bilang ia punya kekayaan besar dan pengaruh terhadap orang-orang Mekah. Dan Muhammad, dia tahu, dalam suatu waktu, tidak diragukan akan menjadi saingan.

Karena itu, dia mulai menyebarkan agama barunya pelahan-lahan dan diam-diam, dengan itu dalam tiga tahun pertamanya ia hanya dapat menarik tidak lebih dari 40 orang; mereka itu juga, sebagian besar adalah anak-anak muda, orang asing dan bekas budak.

untuk para pengikutnya ini, Muhammad mengenalkan tiga doa harian, yang dia pinjam dari ritual pagan kuno. Karena takut diolok-olok, dia menyuruh para pengikutnya untuk melakukan doa/sholat-sholat mereka ditempat tertutup, baik itu dirumah salah seorang pengikut atau di gua dekat Mekah. Kerahasiaan ini tidak lama melindunginya dari kemarahan kaum berhala yang merasa agama mereka dilecehkan.

Kaum Pagan (pemuja berhala)tahu akan pertemuan-pertemuan rahasia Muhammad; dalam salah satu pertemuan, massa mengamuk, dan perkelahian terjadi. Saad, seorang muslim, melukai salah satu orang pagan. dengan ini, ia menjadi Muslim pertama yang mengucurkan darah demi Islam. Terbongkarnya rahasianya ini mengecilkan semangat Muhammad dan meningkatkan ketidak tenangan pikirannya. Dia lusuh dan lelah dan kehilangan ketajaman mentalnya. Kawan-kawannya melihat ini dan takut ia akan dituduh lemah badan; sementara kaum pagan terus menuduhnya menderita halusinasi dan menolak panggilannya untuk memeluk agama tersebut.

Abu Bakr dan Usman mendapatkan perlindungan yang kuat dari klan mereka. Hasilnya, mereka tidak pernah menghadapi kekerasan dari kaum Pagan, meski mereka telah menjadi muslim untuk waktu yang lama, dan menemani Muhammad dalam setiap perjalanan khotbahnya. Bahkan Ali yang muda tidak pernah diganggu ataupun diperlakukan kasar oleh anak-anak seumurnya, atau oleh yang lebih tua karena telah memeluk islam.

Komunitas kecil orang Kristen Mekah mempertahankan posisi netral karena Muhammad menikah dengan salah seorang dari mereka dan punya pengaruh cukup padanya. Muhammad dianggap tidak akan mengganggu mereka, jikapun dia bertahan dan menang. Lawan-lawannya pun tidak pernah mengganggu mereka karena mereka (Kristen) tidak pernah berulah terhadap tetangga mereka yang mayoritas. Mereka sangat benar. Muhammad tidak pernah mengancam mereka, bahkan, dia bukan hanya menyatakan bahwa mereka mencintai muslim (QS 5:85), dia juga menyediakan perlindungan dengan menyatakan mereka itu Muslim (QS 5:114).

Dengan semakin besarnya dorongan Khadijah dan Waraqah, Muhammad mulai menunjukkan antusiasme yang besar dan mulai secara terbuka menyatakan doktrin-doktrinnya, dan memperkenal-kan diri sebagai seorang nabi, dikirim oleh tuhan untuk mengakhiri pemujaan berhala dan sekalian mengurangi kekakuan dari hukum-hukum Yahudi dan Kristen. Bukit-bukit Safa dan Marwa, yang disucikan oleh tradisi Hagar dan Ishmael, menjadi tempat berkhotbahnya, dan gunung Hira menjadi tempat perlindungannya, tempat dia beristirahat jika untuk mempersiapkan diri atas interogasi kaum pagan dengan “wahyu-wahyu dari tuhan”.

Tidak terkesan, kaum pagan terus mengejeknya karena ia mengaku diri sebagai nabi. Mereka yang mengenalnya sejak kecil merasa sangat terluka oleh hinaannya terhadap agama nenek moyang mereka dan terhadap intelektualitas mereka, yang dianggap Muhammad lebih rendah darinya. Mereka juga merasa terluka pada sikap kasarnya terhadap orang-orang Mekah ternama, yang dia anggap sebagai musuhnya.

Lebih jauh lagi, ia mengecilkan mereka dengan menyatakan bahwa hanya dia yang tahu apa yang ada disurga. Terlebih lagi, dia menciptakan atmosfir permusuhan di Mekah, yang memisahkan anak dari orang tuanya, dan saudara dari kerabatnya. Belum puas dengan penghancuran tali persaudaraan itu, Muhammad menghancurkan nafkah dengan menciptakan kerusuhan, yang akhirnya, membuat orang-orang takut datang ke Mekah, baik untuk dagang maupun untuk ziarah.

Meski Muhammad telah merobek-robek kehidupan sosial dan agama mereka, kaum pagan tidak pernah menunjukkan kekerasan apapun terhadap Muhammad. Mereka tidak pernah menyiksanya, ataupun mencoba melukai dia. Mereka hanya mengejeknya. Ketika melihat dia liwat, mereka suka berkata, “Awas ada cucu Abd al Mutallib, yang katanya tahu apa yang terjadi disurga!” Beberapa orang, yang menyaksikan sikap antusias Muhammad dengan ‘agama’ barunya ini, mereka menyebutnya gila; yang lain menye-butnya kerasukan setan dan ada yang menuduhnya melakukan praktek sihir. Pada satu kejadian, dilaporkan beberapa orang pagan melempar tanah ke Muhammad, tapi tidak membuatnya terluka atau kesakitan. Tapi ketika kaum pagan ini gagal, bahkan setelah menerapkan metoda lunak untuk mencegahnya menghina tuhan-tuhan dan agama mereka, mereka masih tidak melukai dia; malahan, mereka membuat puisi-puisi untuk melawan gerakan-gerakannya.

Penulis dan pembaca puisi dari kaum pagan adalah anak muda, Amru ibn al-Aass. Ibunya seorang pelacur Mekah, wanita cantik yang pelanggannya termasuk orang-orang terhormat suku Quraish. Waktu dia melahirkan Amru, semua pencintanya mengaku kemiripan anak itu dengan mereka. Ketika anak itu semakin mirip Aass, dia mendapat nama tambahan ibn al-Aass, anak dari Aass.

Alam sangat baik pada anak ini, dia punya semua kualitas untuk seorang genius. Pada umur yang masih sangat muda, dia menjadi salah satu penulis puisi terkenal diantara orang-orang Arab. Ia sangat menyukai para pendengarnya, yang sangat memperhatikan pada apa yang dia ucapkan dalam puisi-puisinya.

Terpojok melawan Muhammad, Amru berupaya keras melawan dengan lantunan-lantunan menggelikannya. Ia membuat puisi-puisi melawan Muhammad yang berefek besar pada orang-orang saat itu, mereka tidak hanya menghafal puisi-puisi itu tapi juga menyebarkannya, membawa ke tempat-tempat jauh. Tindakan-tindakan ini, walaupun terbukti membuat Muhammad mundur sejenak, tapi akhirnya, bahkan usaha Amru gagal menghentikan kampanye kasar Muhammad.

Kaum pagan yang bersikap netral menuntut bukti-bukti ajaib pada Muhammad. Jawabannya terdapat dalam Qurannya, katanya; ia cenderung menghindar dari masalah ini dan malah tidak ragu-ragu berkata bahwa Quran-nyalah keajaiban dari tuhan. Merasa tidak puas, mereka menuntut bukti-bukti yang nyata, keajaiban yang bisa dirasakan dan dilihat, misal membuat orang tuna wicara menjadi dapat berkata-kata, yang tuli jadi mendengar, yang buta jadi melihat, atau yang mati hidup kembali. Muhammad, seperti biasa, tidak hanya menghindari tuntutan ini, tapi dia hanya mengulang-ulang hal yang sama (Qurannya sebagai keajaiban). Dan disaat yang sama, dia mengancam mereka dengan hukuman hebat dari tuhan, jika mereka berkeras menuntut hal itu.

Al Maalem, seorang penulis Arab, mencatat bahwa beberapa murid Muhammad yang sempat bergabung dengan para kaum pagan menuntutnya menunjukkan keajaiban, dan memintanya untuk membuktikan kesaktiannya dengan mengubah bukit Safa menjadi emas. Didesak seperti itu, Muhammad berdoa, dan setelah selesai, dia meyakinkan para pengikutnya dan juga mereka yang menentangnya bahwa malaikat Jibril muncul dihadapannya dan memberitahu bahwa jika tuhan mengabulkan doanya dan melakukan keajaiban yang diminta, mereka semua yang tidak percaya sebelumnya akan dimusnahkan. Karena itu ia memohon tuhan agar keajaiban itu tidak diwujudkan hingga bukit Safa tetap seperti sekarang ini dan tidak berubah menjadi emas. Dia terus berkeras bahwa Quran adalah keajaibannya dan diatas itu; dia tidak punya kuasa untuk melakukan keajaiban-keajaiban lain untuk memuaskan ketidak percayaan mereka.

Bersambung ke BAGIAN LIMA

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • abu mush'ab al arkhabily  On 2 December 2015 at 09:50

    Knp tdk kamu tulis kesaksian waraqah? Dan apa yg diucapkan waraqah ttg hal2 yg PASTI akan dialami seorang nabi???
    Org2 kafir musuh ISLAM itu SERING terjerembab ke dlm lubang yg mrk gali sendiri. Mrk menganggap waraqah ialah “guru” Rasulullah SAW,pada hal waraqah adlh SAKSI kebenaran Rasulullah SAW

    Soal epilepsi, ini juga jadi bumerang bg org2 kafir MUSUH ISLAM.
    Apa mrk lupa bahwa epilepsi itu berakibat pada penurunan intelektual???
    Sedangkan beliau SAW justru MAMPU MENGHAFAL WAHYU SCR SEMPURNA setelah kondisi yg disebut kafir sbg epilepsi itu
    Bahkan makin hari beliau SAW kian tampan dan cerdas saja. Jd jelas INI BUKAN EPILEPSI

  • abu mush'ab al arkhabily  On 2 December 2015 at 09:56

    Sama asbabun nuzul surat Al Baqarah ayat 97 knp g kamu sebutkan???
    Ayat itu turun saat seorang yahudi mengetes kebenaran kenabian beliau SAW,lalu beliau SAW bisa menjawabnya setelah ALLAH memberi tahu beliau lewat perantaraan malaikat Jibril as. Lalu yahudi mengatakan jibril ialah musuh mereka. Lalu ALLAH menurunkan ayat tsb
    Jd jelas kan, yahudi aja jd saksi kebenaran beliau SAW
    Knp g kamu bhs hal ini? Takut klo kebenaran ISLAM terungkap y???

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: