Biadab, Ustad Ini Cabuli Santriwatinya!

RIMANEWS – Nur Rochim (40), ustad cabul yang diduga menyetubuhi santriwatinya di Pondok Pesantren Al Baroyan, Kampung Sidorejo, Kauman Parakan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Temanggung, secara tertutup, Senin (6/1).

Sidang pertama yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Wahyu Widodo SH, itu beragenda mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Meski ada konsentrasi massa namun selama sidang berlangsung tertib dan aman. Puluhan orang yang ikut hadir ditengarai merupakan simpatisan terdakwa yang ingin memberi dukungan moril.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Siti Mahanim SH, mengatakan, terhadap Nur Rochim dikenakan primer Pasal 81 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dan primer kedua Pasal 287 ayat 1 KUHP, juncto Pasal 64 KUHP, sebab perbuatan terdakwa sudah berulang-ulang. Dia terancam hukuman 15 tahun penjara.

“Kasusnya kita pisahkan menjadi dua berkas perkara. Pertama untuk dua korban di bawah umur dan selanjutnya nanti akan diajukan lagi dalam berkas terpisah untuk korban-korban lain yang usianya di atas 17 tahun. Minggu depan tanggal 13 Januari 2014 sidang akan kita lanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi korban” ujarnya usai sidang.

Dalam surat dakwaan juga disertakan dua bukti hasil visum. Pertama untuk korban Mawar (14), visum et repertum No.06/155782/VRH/X/2013 dari RSUD Djojonegoro Temanggung tertanggal 18 Oktober 2013 yang ditanda tangani dr Puji Indarti. Kesimpulannya ada tanda-tanda kekerasan seksual terhadap anak.

Kemudian untuk korban Melati (14), hasil visum et repertum No.05/155734/VRH/X/2013 dari RSUD Djojonegoro tertanggal 18 Oktober 2013 yang dibuat dan ditanda tangani dr Arya Prasiddha. Kesimpulannya ada luka lama dan selaput dara korban robek akibat benda tumpul.

Modus yang dilakukan terdakwa adalah menyuruh santriwatinya membersihkan gudang di dekat pondok. Setelah korban masuk dia pun ikut masuk lalu mengunci gudang dari dalam. Dengan bujuk rayu dan ancaman akhirnya para santriwati itu harus kehilangan kehormatan di tangan guru mengajinya.

Selain Mawar dan Melati ada korban lain yakni, Bunga (18), Dahlia (18), Mekar (17), dan Kuncup (17). Untuk empat korban lain akan dibuat dalam berkas terpisah, sehingga terdakwa akan menjalani sidang untuk dua kasus.

Penasehat Hukum Terdakwa Dwi Supriyono, menuturkan setelah mendengarkan pembacaan dakwaan oleh JPU, terdakwa Nur Rochim mengakui apa yang didakwakan memang benar. Oleh karena itu, pihaknya tidak melakukan eksepsi.

“Karena terdakwa mengakui perbuatannya maka kami tidak melakukan eksepsi. Kami akan mengikuti proses persidangan dulu bagaimana nanti jaksa yang membuktikan apakah benar dakwaan yang disampaikan pada kami,” kata dia.(yus/SM)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • king  On 19 March 2014 at 02:08

    Emang bener pengikut muhamad biadab smua.

  • Solikin  On 20 July 2014 at 09:58

    Tambah meyakinkan saya untuk murtad!

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: