Apa Misi “Agama” Islam Sebenarnya?

Oleh: Duladi

Kalau saya tanyakan itu pada seorang teman yang masih muslim, biasanya dia akan menjawab: “Membawa umat manusia kepada jalan yang lurus.”Apakah jalan yang lurus itu? Masuk Islam.

Apa tanda seseorang sudah masuk Islam (“masuk ke jalan yang lurus”)? Mengucapkan kalimat pengakuan (syahadat): “Alloh itu satu-satunya Tuhan dan Muhammad adalah Rasulnya Alloh.”

Jadi di sini seorang muslim tidak bisa mengutarakan secara AKAL SEHAT tentang bagaimana seharusnya JALAN LURUS itu, yang mereka tahu cuma MASUK ISLAM = JALAN LURUS.

Meskipun Islam mengajarkan POLIGAMI, ZINAH dengan Budak, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kebencian terhadap umat lain, Pembunuhan dan Perampasan harta benda, tetap saja ISLAM dianggap sebagai JALAN yang LURUS.

Walaupun Syekh Puji itu bejat karena menyukai persetubuhan dengan anak di bawah umur, masyarakat muslim tetap menganggapnya orang yang saleh, bahkan ulama yang sangat dihormati sehingga dia mendapat gelar “SYEKH”.

Walaupun Amrozi sudah melakukan perbuatan biadab di Bali sehingga mengakibatkan ratusan nyawa melayang, masyarakat muslim tetap menganggapnya sebagai orang yang saleh, bahkan seorang pahlawan.

Kalau kita tengok ke belakang, melihat sejarah sang junjungan tercinta, “nabi” Muhammad SAW, kita akan mengerti bahwa apa yang dilakukan oleh “ORANG-ORANG TAK BERMORAL” seperti Syekh Puji dan Amrozi sudah meneladani ajaran sang nabi. Jadi menurut “agama” Islam, mereka tidak bersalah walaupun menurut pandangan dunia beradab mereka bersalah.

Jadi kita jangan heran kalau sewaktu Amrozi cs tertangkap dan diajukan ke pengadilan, dibentuk Tim Pembela Islam untuk membela perbuatan para teroris biadab tersebut.

Beriman kepada awloh dan rasulnya menjadi semacam doktrin yang diciptakan guna mengaburkan kebejatan Islam. Dan pola berpikir seperti itulah yang coba ditanamkan oleh Muhammad kepada para pengikutnya dahulu. Kepada orang-orang Arab, Muhammad tidak mempertanyakan “kenapa kamu memperkosa para tawanan” atau “kenapa kamu merampok harta orang-orang Yahudi.” Yang selalu dia tanyakan adalah “apakah kamu sudah beriman kepadaku sebagai rasul alloh”, “apakah kamu sudah masuk Islam”, dst dst… dan Muhammad tidak pernah pusing dengan segala kebejatan baik yang dilakukannya sendiri maupun yang dilakukan oleh para pendukungnya.

Sebenarnya apa sih MISI UTAMA sebuah agama yang datang dari Tuhan? Agama yang dari Tuhan akan menjalankan misi penyelamatan (salvation). Dalam pandangan agama Samawi, manusia yang belum bertobat kelak pada hari kiamat akan masuk neraka. Maka dari itu, misi utama agama Samawi seharusnya adalah MENTAUBATKAN orang sebanyak mungkin lewat cara-cara yang mulia, bukan dengan pemaksaan ataupun dengan cara mengancam pembunuhan. Islam mengklaim dirinya bagian dari agama Samawi, tapi herannya, Islam tidak memiliki misi ini. Yang menjadi tujuan utama Islam adalah HARTA & KEKUASAAN. Dahulu Muhammad memerangi suku-suku Arab adalah demi tujuan tersebut, dan sama sekali tidak kita temukan adanya MISI MENTAUBATKAN MANUSIA dalam arti yang sebenarnya.

Bertobat berarti berubah menjadi baik. Tetapi apa makna “BERTOBAT” menurut Muhammad? Orang yang mau bergabung dalam gerombolan rampoknya, itulah bertobat. Sedangkan orang yang menolak disebutnya kafir. Dan kepada orang-orang tidak mau “bertobat”, Muhammad memberi pilihan: “Bayar Upeti atau Mati!”

Jelas sekali, bukan? Muhammad memang tidak menciptakan Islam guna mentobatkan manusia agar selamat dari neraka, melainkan sekedar untuk MENCARI KEUNTUNGAN DIRI SENDIRI. “Diri sendiri” di sini mencakup Muhammad (sang kalifah) dan anak buahnya (=muslim).

Islam diciptakan guna meraih HARTA & KEKUASAAN. Tidak ada misi ketuhanan di dalamnya, semuanya murni misi seorang manusia jahat yang berprofesi sebagai PERAMPOK. Doktrin-doktrin yang Muhammad ciptakan seperti tauhid, sholat menghadap Kabah, Islam jalan yang lurus, hanyalah sebagai topeng untuk menutupi KEBEJATAN ISLAM. Semakin banyak orang yang bersedia “bertobat”, yaitu bersedia masuk Islam, berarti semakin menambah jumlah kekuatan gerombolan Muhammad. Dan dengan kekuatan gerombolannya itulah Muhammad menggarong kota-kota Arab. Tanpa bantuan dari gerombolannya, dari mana Muhammad memperoleh nafkah hidupnya?

Dalam setiap operasinya (dalam Islam dimanipulasi sebagai “dakwah”), Muhammad mempunyai 3 tujuan:

  1. Merekrut pengikut, agar kekuatan gerombolannya makin bertambah;
  2. Mencari nafkah (baik nafkah lahir maupun nafkah batin/seks);
  3. Meluaskan daerah kekuasaan.

Nafkah dapat diperoleh lewat 3 cara:

  1. Melalui zakat yang diminta dari para mualaf (para pengikut baru);
  2. Melalui jizyah yang Muhammad paksakan kepada para kafir yang menolak “bertobat”;
  3. Melalui perampasan & pembantaian bila kafir tetap menolak bayar jizyah

Jadi setelah kita telaah sepak terjang Muhammad berdasarkan SEJARAHNYA itu, kita berhak mempertanyakan: Di manakah MISI ISLAM sebagai AGAMA TUHAN?

Mentobatkan = Merekrut Anak Buah = Menambah Jumlah Pengikut

Tujuan Muhammad “mentaubatkan” manusia adalah agar manusia bergabung dalam gerombolan rampoknya. Jadi bagaimana ini bisa dianggap sebagai “bertobat” dalam arti yang benar, kalau manusia bukannya diubah menjadi baik malah diubah menjadi buruk?

Gagal Mendapatkan Pengikut, Sukses Mendapatkan Hartanya

Muhammad membolehkan manusia tidak bertobat, asalkan bayar. Coba, Di manakah MISI ISLAM sebagai AGAMA TUHAN? Kalau misi yang diembannya adalah misi MENCARI HARTA dan bukannya misi MENYELAMATKAN MANUSIA?

“Nggak apa-apa mereka tidak bertobat, nggak apa-apa mereka kelak pada hari kiamat masuk neraka, asalkan mereka bayar jizyah pada kita (=Muhammad dan gengnya).”

Jadi, untuk kepentingan siapakah Islam diciptakan? Untuk kepentingan umatnya sendiri, atau untuk kepentingan Tuhan yang dalam hal ini mewakili nasib seluruh umat manusia?

Islam diciptakan Muhammad untuk membuat nyaman umatnya sendiri, dan bukan untuk seluruh umat manusia sebagaimana yang menjadi tujuan agama-agama Samawi. Sementara para misionaris sibuk mendirikan sekolah-sekolah dan rumah sakit untuk mengambil simpati masyarakat yang menjadi obyek dakwahnya agar mereka mau bertobat, Muhammad dan gengnya sibuk merampoki harta orang-orang yang tidak mau “bertobat” (=tidak mau bergabung dalam gengnya).

Jadi mana MISI ISLAM sebagai AGAMA TUHAN? Kita yang masih muslim telah dibodohi teramat sangat. Siapa yang mau sadar dan bergabung bersama saya di sini untuk menyadarkan kawan-kawan lain yang masih terjerat dusta Islam?

Mengenal Islam Forum

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Sujatmiko Tai  On 23 April 2014 at 21:17

    setuju

  • abi  On 26 April 2014 at 17:49

    Artikel pendusta , dan menyesatkan.

  • gazali  On 8 June 2014 at 01:10

    wah mas…. pernyataan n artikelnya fasis

    islam tu indah dan damai….. kaum islam tu klo dimusuhi dan serang oleh kaum lain akan balik menyerang. tpi klo kaum lain tdk memusuhi islam akan hidup damai dg kaum lainnya. masalah tindakan radikal tu murni dari individunya, islam sebenarnya melarang kaumnya tu menyerang yg tdk memusuhinya. anda kan menilai islam di indonesia cuma anda baca artikel bagaimana konspirasi yahudi di amerika, bagaimana yahudi memalsukan pupuk d mesir. masak kita menilai yahudinya,!!! bagaimana bangsa israel meng gonisida(membunuh) penduduk palestina tpi PBB cuma mengecam tanpa ada tindakan. anda cuma org indonesia yg tdk mengerti asal usul cuma termakan oleh media ya sama dg sy org indonesia.
    aq tunggu artikelx mas d emailq perancisnegara@yahoo.co.id

  • 72bidadari  On 1 October 2014 at 06:42

    Yang kata islam itu baik adalah muslim yang tidak mengikut ajaran islam sepenuhnya tetapi para terrorist2 islam lah yang benar2 mengamalkan 100% ajaran quran kerana kerana dlm quran muslim diwajibkan untuk membunuh orang2 kapir atau orang yang menolak islam @ non muslim kerana muslim menganggap mereka ini musuh2 islam yang harus ditantang dan dibunuh.

  • hamba Allah  On 27 October 2014 at 17:30

    dasar pengikut dajjal…..penyebar fitnah di dunia….

  • Ikben  On 28 October 2014 at 11:56

    Dapat diterima akal bahwa misi agama Islam hanyalah harta dan kekuasaan, bila membaca tujuan Muhamad dan cara ia mencari nafkah

  • Hendri  On 29 July 2015 at 12:36

    Kau gak tau arti islam sebenar nya, yg kau jelas kan itu semua nya salah, islam agama yg benar, yg memburuki islam itu adalah setan yg bakalan dibakar olh api neraka, bertaubat lah kau

  • Gita maharani  On 25 June 2016 at 04:24

    Sebelum ngatain islam loe buka dulu kitab loe.mereka bilang kristus membawa damai.padahal dikitab mengatakan dia dtg tidak membawa damai dan menyuruh membantai,membunuh dgn sadisnya memperkosa pelacuran.baca dong kitab loe dgn benar.

  • Hamba Allah  On 13 September 2016 at 23:36

    Astagfirullah .. islam sampai difitnah kek gini ..
    bismillah saya mau mencoba meluruskan hati kita semua ..
    1. anda menanyakan bagaimana penjelasan yang masuk akal tentang islam itu adalah jalan yang lurus .. bismillah .. anda mungkin menganggap “Islam mengajarkan POLIGAMI, ZINAH dengan Budak, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kebencian terhadap umat lain, Pembunuhan dan Perampasan harta benda, tetap saja ISLAM dianggap sebagai JALAN yang LURUS”, begitu tepatnya anda bilang .. dapat kita pahami bersama bahwasanya anda menganggap dengan artian lain “bagaimana mungkin islam itu jaln yang lurus sedangkan ajarannya saja mengajarkan POLIGAMI, ZINAH dengan Budak, Kekerasan dalam Rumah Tangga, Kebencian terhadap umat lain, Pembunuhan dan Perampasan harta benda”. begitukan .. nah, anda tahu mengapa diagama islam saja yang membolehkan poligami? nah kita buat perandaian terlebih dahulu .. coba anda pikir .. jika saja istri anda mandul .. dan anda tidak pernah diajarkan apa itu poligami, bagimana caranya anda bisa meneruskan keluarga anda yang baru saja dibuat? apa anda akan menceraikan istri anda? atau selamanya hidup tanpa anak keturunan yang anda pikir itu adalah lebih baik? nah itu salah satu manfaat poligami yang dimana poligami ini DIPERBOLEHKAN jika LAKI LAKI ITU MAMPU BERBUAT ADIL DENGAN ISTRI ISTRINYA. .. itulah yang diajarkan islam .. dan tahukah anda .. ISLAM LAHIR SEKITAR ABAD KE TUJUH MASEHI .. Mari kita renungkan kembali keadaan sosiol kemasyarakatan di masa itu, yakni abad ketujuh masehi, tentu pandangan kita akan berbeda jauh..Ketahuilah bahwa perbudakan itu sendiri bukan produk agama Islam. Perbudakan itu sudah ada jauh sebelum Al-Quran ini diturunkan. Di zaman Romawi dan Yunani Kuno, Persia kuno, China dan hampir seluruh peradaban manusia di masa lalu telah dikenal perbudakan. Dan semua itu terjadi berabad-abad sebelum Islam datang. Sedangkan negeri Arab termasuk negeri yang belakangan mengenal perbudakan, sebagaimana belakangan pula dalam mengenal kebejadan moral. Minuman keras, pemerkosaan, makan uang riba, menyembah berhala, POLIGAMI TAK TERBATAS dan budaya-budaya kotor lainnya bukan berasal dari negeri Arab, tetapi justru dari peradaban-peradaban besar manusia..Ini penting kita pahami terlebih dahulu sebelum memvonis ajaran Islam. Negeri Arab adalah peradaban yang terakhir mengenal budaya-budaya kotor itu dari hasil persinggungan mereka dengan dunia luar. Karena orang Makkah itu biasa melakukan perjalanan dagang ke berbagai negeri. Justru dari peradaban-peradaban ‘maju’ lainnya itulah Arab mengenal kejahiliyahan. Perlu anda ketahui bahwa berhala-berhala yang ada di depan ka‘bah yang berjumlah 360 dulunya itu adalah produk impor. Yang terbesar di antaranya adalah Hubal yang asli produk impor dari negeri Yaman. Saat itu dunia mengenal perbudakan dan belaku secara international. Yaitu tiap budak ada tarif dan harganya. Dan ini sangat berpengaruh pada mekanisme pasar dunia saat itu. Bisa dikatakan bahwa budak adalah salah satu komoditi suatu negara. Dia bisa diperjual-belikan dan dimiliki sebagai investasi layaknya ternak..Dan hukum international saat itu membenarkan menyetubuhi budak milik sendiri. Bahkan semua tawanan perang secara otomatis menjadi budak pihak yang menang meski budak itu adalah keluarga kerajaan dan puteri-puteri pembesar. Ini semua terjadi bukan di Arab, tapi di peradaban-peradaban besar dunia saat itu. Arab hanya mendapat imbasnya saja.Dalam kondisi dunia yang centang perenang itulah Islam diturunkan. Bukan hanya untuk dunia Arab, karena kejahiliyahan bukan milik bangsa Arab sendiri, justru ada di berbagai peradaban manusia saat itu.Maka wajar bila Al-Quran banyak menyebutkan fenomena yang ada pada masa itu termasuk perbudakan. Bukan berarti Al-Quran mengakui perbudakan, tetapi merupakan petunjuk untuk melakukan kebijakan di tengah sistem kehidupan yang masih mengakui perbudakan saat itu.Dan ingat, tidak ada jaminan bahwa fenomena perbudakan itu telah hilang untuk selamanya. Karena kejahiliyahan itu selalu berulang. Tidak ada jaminan bahwa kebobrokan umat terdahulu yang telah Allah hancurkan, di masa mendatang tidak kembali melakukannya. Termasuk perbudakan. Kebetulan saja kita hari ini hidup di masa di mana perbudakan kelihatannya sudah tidak ada lagi. Tapi ingat, perbudakan baru saja berlalu beberapa ratus tahun yang lalu di Barat yang katanya modern. Jadi tidak ada ayat Al-Quran yang habis masa berlakunya. Di sisi lain, perhatikan Al-Quran dan Sunnah, hampir semua hukum yang berkaitan dengan perbudakan itu berintikan pembebasan mereka. Semua pintu yang mengarah kepada terbukanya pintu pembebasan budak terbuka lebar. Dan sebaliknya, semua pintu menuju kepada perbudakannya tertutup rapat. Dengan demikian, secara sistematis, jumlah budak akan habis sesuai perjalanan waktu.Sementara itu, perbudakan tidaklah semata-mata penindasan, tapi pahamilah bahwa di masa itu perbudakan adalah komoditi. Harga budak itu cukup mahal. Seseorang dalam sekejap akan jatuh miskin bila secara tiba-tiba perbudakan dihapuskan oleh Islam. Seorang tuan yang memiliki 100 budak, akan menjadi fakir miskin bila pada suatu hari perbudakan dihapuskan. Padahal dia mendapatkan budak itu dari membeli dan mengeluarkan uang yang cukup besar serta menabung bertahun-tahun. Bila hal itu terjadi, di mana sisi keadilan bagi orang yang memiliki budak, sedangkan dia ditakdirkan hidup di zaman di mana perbudakan terjadi dan menjadi komoditi. Karena itu Islam tidak secara tiba-tiba menghapuskan perbudakan dalam satu hari. Islam melakukannya dengan proses kultural dan ‘smooth’. Banyak sekali hukuman dan kaffarah yang bentuknya membebaskan budak. Bahkan dalam syariah dikenal kredit pembebasan budak. Seorang budak boleh mencicil sejumlah uang untuk menebus dirinya sendiri yang tidak boleh dihalangi oleh tuannya. Dengan cara yang sistematis dan proses yang alami, perbudakan hilang dari dunia Islam jauh beberapa ratus tahun sebelum orang barat meninggalkan perbudakan. KALAU HARI INI ADA ORANG YANG BILANG Al-QR’AN MENGAKUI PERBUDAKKAN, maka dia perlu belajar sejarah lebih dalam sebelum bicara. Pendapatnya itu hanya akan meperkenalkan kepada dunia tentang keterbatasan ilmunya dan pada gilirannya akan menjadi bahan TERTAWAAN saja.

    Dengan sudah berakhirnya era perbudakan manusia oleh sebab turunnya agama Islam, maka otomatis urusan kebolehan menyetubuhi budak pun tidak perlu dibicarakan lagi. Sebab perbudakannya sendiri sudah dileyapkan oleh syariah.

    Mungkin ada yang bertanya, kalau perbudakan sudah lenyap, mengapa Al-Quran masih saja bicara tentang perbudakan?

    Untuk menjawab itu kita perlu melihat lebih luas. Marilah kita membuat pengandaian sederhana. Seandainya suatu ketika nanti entah kapan, terjadi perang dunia yang melumat semua kehidupan dunia. Lalu pasca perangitu peradaban umat manusia hancur lebur, mungkin juga peradaban manusia kembali lagi menjadi peradaban purba, lantas umat manusia yang jahiliyah kembali jatuh ke jurang perbudakan manusia, maka agama Islam masih punya hukum-hukum suci yang mengatur masalah perbudakan.. ALHAMDULILLAH SETIDAKNYA KITA PAHAM SATU HAL, JANGAN SEMBARANGAN MEMVONIS ISLAM SEDANGKAN ANDA SENDIRI TIDAK PUNYA ILMU AKAN HAL ITU .. SEMOGA MATA HATI KITA DIBUKAKAN OLEH ALLAH SELAGI DUNIA INI BELUM KIAMAT. amin .. sekian dan wassalam ..

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: