Kekejaman Muhammad yang Berlebihan

Oleh: Sam Shamoun • 

Salah satu aksi brutal dan kesetanan yang pernah dilakukan Muhammad adalah penyiksaan berdarah dan pembantaian terhadap orang-orang dari Ukl atau Uraynah. Menurut sumber-sumber muslim, beberapa beralih masuk islam dan pergi ke Medina. Karena perbedaan cuaca di Medina, orang-orang ini jatuh sakit dan Muhammad menyarankan mereka untuk minum kencing dan susu unta untuk penyakit mereka. Sumber-sumber muslim mengklaim bahwa orang-orang tersebut kemudian murtad, membunuh penggembala dan kaur dengan kawanan ternak. Muhammad mengirim sebuah team untuk menangkap mereka dan begitu tertangkap, Muhammad menyiksa mereka dengan brutal. Berikut ini sebuah versi seperti yang direkam oleh al-Bukhari:

Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” Abu Qilabah mengatakan, “Mereka semua telah mencuri, membunuh, murtad setelah keimanan dan memerangi Allah dan rasul-Nya.” (Sahih al-Bukhari, Vol. 1, Book 4, Hadith 234)

Para muslim berusaha menemukan cara apapun juga untuk membenarkan kebrutalan Muhammad dan darah dinginnya. Sekali para muslim membela kejahatan ini, penyiksaan yang diakhiri dengan pembunuhan dengan pembenaran bahwa orang-orang ini mendapatkan apa yang seharusnya mereka peroleh, semacam hukum mata ganti mata (permainan kata-kata yang tendensius).

Para muslim percaya pada kebersamaan, yang merupakan sebuah prinsip universal.

QS 16:126
Dan jika engkau telah mengetahui penyimpangan mereka, mengetahui penyimpangan mereka tidak lebih buruk daripada mereka mengetahui penyimpangan engkau: Tetapi jika engkau menunjukan kesabaran, maka sesungguhnya adalah (jalan) yang terbaik bagi mereka yang sabar.

Alasan mengapa sang nabi mengaplikasikan suatu hukuman yang begitu brutal terhadap para Bedouin adalah karena sang Nabi mengetahui bahwa para Bedouin telah melakukan hal yang persis sama terhadap sang gembala.
Anda dapat membaca tafsir untuk hadits tersebut di sini:

Sehingga, hukuman yang dijatukan kepada mereka adil dan fair karena mereka pantas merasakan dan derita terhadap apa yang mereka buat gembala malang tersebut rasakan. (Bassam Zawadi, Was Prophet Muhammad (peace be upon him) Unfair In The Way He Punished The Armed Robbers From The Tribe Of Ukl?)

Muslim lain memberikan pembelaan yang sama:

…Tetapi, dalam sebuah pembacaan yang dilaporkan dalam Ibn Al-Jarood’s Al-Muntaqaa, Anas (ra) telah melaporkan menjelaskan alasan untuk hukuman ini juga. Para sahabat sang Nabi (saw) dilaporkan mengatakan:
Sang Nabi (saw) menusuk mata mereka dengan paku panas karena mereka menusuk mata sang gembala dengan paku panas. (volume 1, page 216)

Penjelasan ini sangat jelas mengklarifikasi fakta bahwa sang nabi (saw) memerintahan menusuk mata para pesakitan dengan paku panas, memenuhi perintah Quran tentang Qisaas (Al-Baqarah 2: 178, Al-Maaidah 5: 45) sebagai hukuman atas pembunuhan dan menyebabkan terlukanya seseorang.

Dengan menganalisa penjelasan sebelumnya, Saya tidak menemukan alasan untuk mempertimbangkan peristiwa yang dibacakan dalam rujukan pembacaan sebagai tidak otentik. (A Case of a Severe Punishment Delivered by the Prophet (pbuh))

Apa yang membuat kedua muslim gagal memberitahu para pembaca mereka adalah bahwa Allah sendiri sebenarnya telah memperingatkan Muhammad tentang kebrutalannya yang berlebihan dan secara nyata menurunkan QS 5:33-34 sebagai koreksi untuk ke (masa) depan, memerintahkan hukuman-hukuman yang akurat yang diukur sesuai dengan kejahatannya.

Teks perintah sebagai berikut:

Hukuman terhadap mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya dan mencoba melakukan perlawanan di atas bumi yaitu hanyalah ini, bahwa mereka harus dibunuh. ATAU disalibkan ATAU tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka harus dipotong pada sisi yang berbeda ATAU mereka harus dipenjarakan; sehingga mereka dipermalukan di dunia ini, dan di akherat mereka akan mendapatkan hukuman yang berat, kecuali mereka yang menyesalinya sebelum engkau menempatkan mereka dalam kekuasaanmu; maka ketahuilah bahwa Allah Maha Pemaaf, Maha Penyayang. [Shakir]

Terjemahan teks tersebut versi lain sedikit berbeda dalam pendekatannya :

Ini adalah imbalan bagi mereka yang melawan Tuhan dan RasulNya, dan menelusuri permukaan bumi, melakukan kejahatan di sana: mereka harus dibunuh, atau disalibkan, atau tangan-tangan dan kaki-kaki mereka diputuskan; atau mereka harus diusir dari tanah tersebut. Hal itu akan menjadi penghinaan bagi mereka di dunia ini; dan di dunia yang akan datang menunggu mereka untuk suatu hukuman yang luarbiasa, kecuali untuk mereka yang menyesali, sebelum engkau menempatkan mereka di dalam kekuasaanmu. Maka ketahuilah bahwa Tuhan Maha Pemaaf, Maha Pengasih. [Arberry]

Maka, referensi ini memberitahu para muslim bahwa mereka hanya dapat memilih satu dari hukuman-hukuman berikut :

  1. Bunuh orang-orang tersebut.
  2. Salibkan mereka.
  3. Potong tangan-tangan dan kaki-kaki dari sisi yang berbeda, yang berarti hanya satu dari dua tangan dan satu dari dua kaki yang boleh diamputasi. Tidaklah masuk akal dengan mengatakan memotong bagian dari organ sisi yang berbeda jika merujuk kepada pemotongan semua anggota bagian tersebut.
  4. Memenjarakan orang tersebut atau, tergantung bagaimana seseorang memahami bagian terakhir, pengusiran dari tanah tersebut.

Perhatikan bahwa penusukan paku panas ke dalam mata atau membuat seseorang mati dari kehausan atau dehidrasi bukanlah bagian dari hukuman-hukuman yang diperintahkan Allah bagi mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya.

Komentator Sunni terkenal Ibn Kathir mengindikasikan bahwa ayat ini sesungguhnya diberikan merujuk kepada orang-orang Ukl atau Uraynah:

(Allah Maha Pemaaf, Maha Penyayang,) “Diturunkan mengenai para penyembah berhala. Maka, ayat memerintahkan bahwa, siapapun di antara mereka menyesal sebelum engkau menangkap mereka, maka engkau tidak berhak menghukum mereka. Ayat ini tidak dapat menyelamatkan seorang muslim dari hukuman jika dia membunuh, menyebabkan perlawanan di bumi atau mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya dan kemudian bergabung dengan mereka yang tidak percaya, sebelum para muslim dapat menangkapnya. Dia tetap akan dihukum untuk kejahatan yang dilakukannya.” Abu Dawud dan An-Nasa’I mencatat bahwa ‘Ikrimah mengatakan bahwa Ibn ‘Abbas mengatakan bahwa Ayat itu…
(Imbalan bagi mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya dan melakukan perlawanan di bumi…) “diturunkan terhadap para penyembah berhala, mereka yang menyesal di antara mereka sebelum ditangkap, mereka masih akan dihukum untuk kejahatan yang telah mereka lakukan.” Opini yang tepat adalah bahwa ayat ini berarti secara umum dan mencakup para penyembah berhala dan semua yang melakukan jenis-jenis kejahatan yang disebutkan ayat tersebut. Al-Bukhari dan Muslim mencatat bahwa Abu Qilabah `Abdullah bin Zayd Al-Jarmi, mengatakan bahwa Anas bin Malik mengatakan, “Delapan orang-orang suku Ukl mendatangi Rasul Allah dan berjanji untuk masuk islam. Cuaca A-Madinah tidak cocok dengan mereka dan mereka jatuh sakit dan mengeluh kepada Rasul Allah. Maka ia berkata….
(Pergilah kepada penggembala kami untuk diobati dengan susu dan kencing unta-untanya). Maka mereka pergi seperti yang diperintahkan, dan setelah mereka minum susu dan kencing unta, mereka menjadi sehat, dan mereka membunuh penggembala dan membawa pergi semua unta. Berita-berita tersebut sampai ke sang Nabi dan dia memerintahkan (orang) untuk mengejar mereka dan mereka tertangkap. Dia kemudian memerintahkan untuk memotong tangan-tangan dan kaki-kaki mereka (dan hal itu dilakukan), dan mata mereka ditusuk dengan besi yang dibakar. Selanjutnya, mereka dibiarkan di bawah terik sinar matahari sampai kematiannya.” Ini adalah bahasa Muslim. Dalam pembacaan lain hadits ini, disebutkan bahwa orang-orang ini berasal dari suku2 Ukl atau Uraynah. Pembacaan yang lain melaporkan bahwa orang-orang ini ditinggalkan di darah Harrah (dekat Al-madinah), dan ketika mereka minta air, tidak ada air yang diberikan kepada mereka. Allah berkata…
(Mereka harus dibunuh, atau disalibkan atau tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka dipotong pada sisi yang berbeda, atau diusir dari tanah tersebut)

Begitu juga kedua Jalal:

Yang berikut ini diturunkan ketika kaum ‘Arniyyun datang ke Medina dan menderita sakit, dan sang Nabi mengizinkan mereka untuk pergi dan minum susu dan kencing unta. Begitu mereka merasa sehat mereka membunuh gembala Nabi dan mencuri kawanan unta; Sesungguhnya hanya imbalan bagi mereka yang melawan Tuhan dan RasulNya, dengan berperang melawan para muslim, dan menyusuri seluruh permukaan bumi untuk melakukan kejahatan di sana, dengan menyerang secara tiba2, adalah mereka harus dibunuh, atau disalibkan, atau dipotong tangan-tangan atau kaki-kaki mereka pada sisi yang berbeda, yaitu, tangan kanan mereka dan kaki kiri, atau diusir dari tanah tersebut ( aw, ‘atau’, adalah [biasanya dipakai] untuk mengindikasikan applikasi [yang berbeda] dari [setiap] kasus2 [terdaftar]; maka, kematian bagi mereka yang hanya membunuh; penyaliban adalah bagi mereka yang membunuh dan mencuri property; pemotongan [anggota badan dari sisi berbeda] adalah bagi mereka yang mencuri property tetapi tidak membunuh; sementara pengusiran dari tanah yang bersangkutan adalah bagi mereka yang menunjukan ancaman – ini dinyatakan oleh Ibn ‘Abbas dan opini dari al-Shafi’i; selanjutnya dua opininya [al-Shafi’i] bahwa penyaliban harus selama tiga hari setelah [ke] mati [an] [sang pembunuh], atau, juga dikatakan, persis sebelum [dia dibunuh]; dengan pengusiran adalah termasuk hukuman yang mirip, seperti pemenjaraan dan yang mirip seperti itu. Bahwa, imbalan yang disebutkan, adalah sebuah pengrusakan, sebuah penghinaan, bagi mereka di dunia ini; dan di akherat bagi mereka akan ada hukuman yang luarbiasa, yaitu, hukuman dalam api. . (Tafsir al-Jalalayn)

Faktanya, ini adalah posisi yang dipegang oleh mayoritas para cendekiawan muslim.

Misi Kurz bin Jabir Fihri ke’Uraynah

Sekelompok masyarakat dari ‘Ul dan ‘Uraynah menampilkan diri mereka kepada sang Nabi pada Syawal 6 AH [setelah Hijriah] dan masuk Islam. Mereka berkata, “O Nabi Allah. Kami adalah penggembala dan bukan petani,” dan mengatakan bahwa mereka jatuh sakit di Madinah. Maka sang Nabi mengarahkan mereka kepada sekelompok unta dengan seorang gembala untuk merawat mereka dan menyuruh mereka berdiam diluar kota, minum susu dan meluluri badan mereka dengan kencing ternak tersebut. Mereka pergi. Tetapi ketika mereka berada dekat Harrah, mereka murtad, membunuh sang gembala dan kabur dengan unta-unta tersebut. Sang Nabi mengirim orang-orang untuk mengejar yang akhirnya menangkap mereka. Dia memerintahkan untuk membutakan mata mereka dengan paku-paku, tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dipotong dan meninggalkan mereka di bawah terik sinar matahari sampai mereka tewas. Qatadah, sang pembaca mengatakan,” Kami menerima laporan bahwa setelahnya sang Nabi biasanya mendesak masyarakat untuk bersedekah dan melarang mereka dari praktek mutilasi.” Menurut laporan lain,” Hal ini sebelum Allah mengirimkan peraturan yang berfungsi sebagai prinsip atas penghukuman.” Abu Qilabah mengatakan dalam laporan versinya,”Orang-orang ini mencuri, membunuh, menjadi tidak beriman setelah beriman, dan mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya.”

Mayoritas para Cendikiawan mengatakan bahwa ayat berikut,

“Jelaslah, imbalan bagi mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya, dan yang berjuang untuk menyebarkan penyesatan di bumi adalah bahwa mereka harus disalibkan, atau tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dipotong dari sisi yang berbeda, atau diusir dari tanah tersebut.”
Diturunkan dalam hubungan dengan kasus ‘Uraynah. (A Biography of the Prophet of Islam In the Light of Original Sources: An Analytical Study, by Dr. Mahdi Rizqullah Ahmad, translated by Syed Iqbal Zaheer [Darussalam Publishers and Distributors, Riyadh, Jeddah, Sharjah, Lahore, London, Houston, New York; First Edition: November 2005], Volume 2, Chapter: Events between Banu Qurayzah and Hudaybiyah Expeditions, pp. 589-590)

Berikut ini apa yang dibacakan Abu Dawud seorang penulis hadits:

Kepercayaan yang disebutkan di atas juga telah disampaikan oleh Anas b. Malik melalui urut-urutan para pembaca yang berbeda. Versi ini mengatakan: Sang Rasul Allah mengirim orang-orang yang ahli dalam melacak dalam pengejaran mereka dan mereka akhirnya dibawa (kepada dia). Allah yang Maha Tinggi, kemudian menurunkan ayat menegnai itu: “Hukuman bagi mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya dan berusaha untuk melakukan perlawanan di bumi.”

Sebuah kepercayaan yang sama juga telah disampaikan oleh Anas b. Malik melalui urut-urutan para pembaca yang berbeda. Versi ini menambahkan: Dia kemudian melarang mutilasi. Versi ini tidak menyebutkan kata “dari sisi yang berbeda”. Kepercayaan ini telah di bacakan oleh Shu’bah dari Qatadah dan Sallam b. Miskin dari Thabit dengan otoritas dari Anas. Mereka tidak menyebutkan kata “dari sisi yang berbeda”. Saya tidak menemukan kata-kata ini “tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dipotong dari sisi yang berbeda” di dalam berbagai versi kecuali dalam versi Hammad b. Salamah. (Sunan Abu Dawud, English translation with explanatory notes by Professor Ahmad Hasan [Sh. Muhammad Ashraf Publishers, Booksellers & Exporters; Lahore, Pakistan, 1984], Numbers 4353, 4355, Volume III, pp. 1216-1217)

Diriwayatkan Abdullah ibn Umar:
Beberapa orang merampok unta-unta milik sang Nabi (saw), melarikan mereka dan murtad. Mereka membunuh penggembala sang Nabi (saw) yang merupakan seorang yang beriman. Dia (sang Nabi) mengirim (orang-orang) melakukan pengejaran dan mereka tertangkap. Dia memotong tangan dan kaki-kaki mereka dan mata mereka dibutakan. Ayat ini merujuk kepada perlawanan terhadap Allah dan NabiNya (saw) yang kemudian diturunkan. Ini adalah mengenai orang-orang yang diinformasikan oleh Anas ibn Malik kepada al-Hajjaj ketika dia menanyainya. (Sunan Abu Dawud, Buku 39, Hadith 4356)

Diriwayatkan Abu al-Zinad:
Ketika Rasul Allah (saw) memotong (tangan-tangan dan kaki-kaki) mereka yang mencuri unta-untanya dan dia membutakan mata mereka dengan api (paku-paku yang dibakar), Allah menegurnya tentang (perbuatan) dia tersebut, dan Allah, yang Maha Tinggi, mewahyukan: “Hukuman bagi mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya dan berusaha dengan kekuatan bersenjata dan bermaksud melawan di bumi adalah hukuman mati atau penyaliban.” (Sunan Abu Dawud, Buku 39, Hadith 4357)

Yang menarik, dalam versi bahasa Inggris lainnya dari Sahih al-Bukhari kisah kebrutalan yang berlebihan Muhammad ditempatkan persis di bawah sebuah bagian utama yang menyebutkan teks yang sangat Quran ini:

CXII: “Balasan bagi mereka yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya, dan menyusuri bumi memutarbalikan fakta, adalah bahwa mereka harus dibunuh atau disalibkan, atau sebelah dari tangan-tangannya dan kaki-kakinya dipotong, atau diusir dari tanah tersebut.”. (QS 5:33)

Sesuatu mengenai mengobarkan perang melawan Allah adalah menolak Dia.

4334. Ini adalah urut-urutan dari Abu Qilaba bahwa dia saat itu duduk di belakang ‘Umar ibn ‘Abdu’l-’Aziz, dan mereka menyebutkan ini dan itu [mengenai Oasama] dan mereka mengatakan berbagai hal, mengatakan bahwa kekhalifaan telah melakukan pembalasan dengan dasar tersebut. Dia menoleh kepada Abu Qilaba yang berada di belakang dia dan bertanya, “Apa yang dapat engkau sampaikan, ‘Abdullah ibn Zayd?” atau dia bertanya, “Apa yang dapat engkau sampaikan, Abu Qilaba?” Aku mengatakan, “Aku tidak tahu apakah hal itu legal membunuh sebuah nyawa dalam Islam kecuali bagi seseorang yang berzinah setelah menikah, atau seseorang yang membunuh orang lain tanpa hak, atau seseorang yang mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya, semoga Allah memberkati dia dan memberi damai padanya.” Anbasa mengatakan, “Dan Anas menyampaikan begini-dan-begitu dan begini-dan-begitu.” Aku berkata, Anas menyampaikan padaku dan berkata, “Beberapa orang mendatangi sang Nabi, semoga Allah memberkati dia dan memberi damai padanya, berbicara kepadanya, mengatakan, “Tanah ini membuat kami sakit”. Dia berkata, “Ada beberapa dari unta-unta kami yang sedang dibawa keluar. Keluarlah dengan mereka dan minumlah susu dan kencingnya.” Kemudian mereka pergi keluar bersama mereka dan minum susu dan kencing mereka dan kesehatan mereka pulih kembali. Kemudian mereka menghadapi sang gembala dan membunuhnya dan melarikan unta-unta tersebut. Mengapa orang-orang itu harus merampok? Mereka membunuh seseorang dan mengobarkan perang melawan Allah dan RasulNya dan mengejutkan Rasul Allah, semoga Allah memberkati dia dan memberi damai padanya.” Dia berkata, “Dimuliakanlah Allah!” Aku berkata, “Apakah engkau mempercayaiku?” Dia berkata, “Anas menyampaikan hal itu.” Dia berkata, “Kemudian dia berkata, ‘O masyarakat dari begini-dan-begitu! Engkau akan tetap baik sepanjang dia dan contoh darinya tetap berada di antara engkau’.” (Aisha Bewley, The Sahih Collection of al-Bukhari, Chapter 68. Book of Tafsir, CVIII: Tafsir of Surat al-Ma’ida)

Yang sangat disesalkan, Allah terlalu terlambat ikut campur dan terbukti menurunkan teks tersebut setelah kebrutalan dan pembunuhan dengan cara-cara yang berlebihan telah terjadi. Apapun yang telah terjadi, fakta bahwa ada satu dari pembacaan tersebut mengatakan bahwa Muhammad telah ditegur karena kekejamannya menunjukkan betapa pembunuhan-pembunuhan yang berlebihan kebrutalannya dan tidak adil selevel dengan standar Allah!

Merujuk kepada hukuman-hukuman yang diperintahkan oleh QS 5:33, Muhammad bersalah dalam melakukan kebrutalan yang berlebihan dalam pembunhan yang sangat sadis.

Pelanggaran dan kekejamannya termasuk yang berikut :

  1. Memotong kedua tangan-tangan dan kaki-kaki, ketika dia seharusnya hanya memotong satu tangan dan satu kaki dari sisi yang berbeda.
  2. Menusuk tembus mata mereka dengan paku-paku.
  3. Menolak memberikan mereka air sehingga menyebabkan mereka mati kehausan.

Merujuk pada awalnya, sangatlah jelas bahwa respons para muslim sangatlah lemah dan gagal mempertimbangkan apa yang bahkan sumber mereka sendiri katakan mengenai kebrutalan Muhammad dan bagaimana bahkan tuhannya sendiri tidak suka dengan tindakan-tindakannya yang biadab. • SS

Answering Islam

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • rudi  On 25 January 2016 at 01:39

    Eh admin bencong ga punya otak!! .Kalo lu mau jelek2in islam dan nabinya itu hak lu ga ada yg larang dan itu hak berpendapat.

    Tapi jgn berlagak nyamar pakai nama blog islam shahih..kalo lu ngerasa agama lu bener ya silakan lu jelek2in Islam dengan memakai JUDUL BLOG AGAMA LU SENDIRI!! ga usah nyamar2 pake kamuflase seolah2 lu orang islam yg tau ttg islam.
    gw BUKAN islam garis keras, gw cinta damai dan gw ga pernah pake celana cingkrang. Tapi gw protes karna dakwahlu itu kurang ajar karna pakai judul blog seolah lu org islam yg ngerti hadis dan quran ditambah bahasa yg vulgar. Hal itu bisa dengan mudah menyesatkan orang islam awam.

    Klo mau adu argumen ttg agama, berperilakulah gentle dan kasih ruang buat orang komentar dalam forum. Gak usah nyamar2 dan ngasih opini sepihak. ITU MENDANDAKAN BAHWA LU ORANG SUPER GOBLOK DAN GAK BERANI ADU ARGUMEN SECARA LOGIS!!
    Dan NGGAK USAH LU PAKE NGOMONG WASALAM Belagak ky org muslim.

    DASAR TOLOL.

  • ikben  On 26 January 2016 at 17:57

    @rudi,
    Admin justru ingin memberitahukan wajah islam yang sebenarnya, karena itu diberi nama islamsahih = islam sah atau islam yang sebenarnya.

    Baca diatas,dimana tertera penulisnya dan dilampirkan juga ayat quran dan hadits-nya.

    Yang anda tulis diatas ini memang bukan komentar tapi unek-unek jadi silahkan sekarang berikan komentar anda untuk menyanggah apa yang tertulis diatas.

  • iwan  On 4 June 2017 at 21:01

    Enter your comment here…semuanya fakta nyata bagaimana sejarah hitam muhammad sebagai seorang nabi pilihan para sahabat sahabat muhammad..!!! Nabi palsu yg tidak punya tanda kemuzijatan sbg seorang nabi..!!

  • iwan  On 4 June 2017 at 21:08

    Saya ingin bertanyak kpd muslim.tiada tuhan selain allah???? Maksudnya ayat ini apa??? Jadi dimanakah perbedaan antara allah dan tuhan itu??? Siapakah allah??? Dan siapakah tuhan??? Lalu pancasila itu sila yg pertama adalah ketuhanan yg maha esa. Mengapa tidak ke allahan yg maha esa???? Tiada tuhan selain allah???? Mengapa islam mengakui ketuhanan yg tidak di akui sesuai dari isi ayat kitab suci islam?????

  • iwan  On 4 June 2017 at 21:18

    Apakah allah itu benar benar akan memberikan 75 bidadari kpd yg matinya bela islam??? Apakah itu ayat benar benarkah berasal langsung dari firman allah??? Mengapa allah menurunkan wahyunya kpd muhammad via perantaraan malaikat didalam goa hira yg gelap???? Mengapa tidak langsung allah yg menurunkan wahyunya kpd muhammad klu memang benar muhammad adalah nabi pilihan allah??? Kpd semua nabi yg benar benar pilihan ALLAH, ALLAH itu tidaklah pernah memakai perantara malaikat untuk memberitahukan sesuatu kpd nabi nabi pilihannya. Dan setiap nabi pilihan ALLAH itu mempunyai dan memiliki tanda tanda kemujizatan dari ALLAH. Mengapa muhammad tidak diberikan oleh ALLAH tanda kenabian/ tanda kemujizatan????

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: