Allah SWT Adalah Tuhan Abal-Abal

Alloh swtUmat muslim terlena dengan sosok sesembahan Arab bernama Awloh. Bahkan tidak sedikit umat non-muslim yang juga secara diam-diam mengimani sosok sesembahan bangsa Arab itu sebagai Tuhan beneran. Tapi sudahkah kita meneliti kebenaran iman kita tersebut?

Allah SWT (baca: awloh subhanahu wa taala) bukanlah Tuhan Sejati. Dia adalah sosok palsu ciptaan psikopat jahat dari Arab yang mengaku nabi. Muhammad yang lahir pada tahun 570-an Masehi ini, setelah berumur 40 tahun dia mengaku dirinya nabi utusan awloh, dewa Arab yang tertinggi yang berdiam di Kabah. Tidak ada seorang pun dari bangsawan Pagan Quraish terpelajar, dan juga umat Nasrani yang tertarik dengan pengakuannya. Pada zaman itu, orang-orang terpelajar tahu kalau Muhammad adalah seorang penipu.

Apakah kita yang hidup pada hari ini, masih bisa mendapatkan bukti-bukti Muhammad seorang penipu? Tentu saja. Kita tidak membutuhkan buku lain untuk dapat menemukan bukti tersebut, karena bukti itu adalah Alquran sendiri. Dari Alquran kita akan menemukan bukti-bukti nalar bahwa Muhammad adalah seorang penipu, seorang pencipta tuhan palsu bernama awloh. Walau semula “awloh” adalah nama dewa sesembahan bangsa Arab yang bisu, Muhammad telah membuatnya “bisa berbicara”. Muhammad telah menyulap sosok dewa mitos menjadi “tuhan”.

Awloh = Muhammad

Awloh bukanlah Tuhan Sang Pencipta, awloh hanyalah ciptaan Muhammad belaka. Ayat-ayat Alquran bukanlah firman awloh, melainkan ayat-ayat yang dikarang Muhammad untuk kebutuhannya sendiri, dan saat terbitnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi manakala dia butuh ayat baru.

Pada waktu Muhammad berzinah dengan Mariya, dia kepergok oleh Hafsah. Hafsah adalah istri Muhammad yang juga sebagai majikan dari Mariya, pelayannya. Hafsah dan Muhammad akhirnya bertengkar, dan Muhammad bersumpah tidak akan menyentuh Mariya lagi. Tapi dasar manusia bejat, tidak lama berselang sesudah itu, Muhammad kembali timbul hasrat ingin menyetubuhi Mariya. Dia tidak tahan dengan nafsu birahinya yang menggebu-gebu itu. Lantas dia keluarkan jurus pamungkasnya, menerbitkan ayat-ayat awloh:

Surat At-Tahrim (QS 66) ayat 1 dan ayat 2
[1] Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Dengan liciknya, Muhammad mengarang ayat yang isinya membolehkan dirinya untuk membatalkan sumpah yang telah dia ucapkan di hadapan Hafsah tentang janjinya untuk tidak menyentuh Mariya lagi. Dia bahkan membuat seolah awlohnya merestui perbuatan bejatnya itu dengan menganggap persebutuhan majikan dengan budak adalah sesuatu yang dihalalkan awloh.

Pada waktu itu, Muhammad sangat berkuasa dan tidak ada seorang pun pengikutnya yang berani membantahnya, istri-istrinya pun tidak, terlebih bila Muhammad sudah mengeluarkan “ayat”. Hukuman bagi orang yang berani membantah rasul atau melawan rasul, adalah MATI.

Agar dirinya ditaati dan tidak dibantah, Muhammad menerbitkan ayat:

QS 33:57
Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.
.
QS 58:9
Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.
.
QS 58:20
Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina.

Muhammad menakut-nakuti para pengikutnya dengan hukuman neraka:

QS 33:66
Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka berkata: “Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

Bila mengancam dengan hukuman neraka tidak mempan, maka dia tunjukkan dengan tindakan nyata, sebagaimana yang diancamkannya lewat ayat karangannya yang berikut:

QS 8:12
(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.
.
QS 47:4
Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.
.
QS 36:45
Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”

Sewaktu di Medinah Muhammad berprofesi sebagai perampok. Dia dan Para pengikutnya sering pergi berperang dan menjagal karavan dagang Quraish yang sedang melewati perbatasan. Muhammad ingin mendapatkan jatah dari harta rampokan itu, lantas dengan cerdiknya dia keluarkan ayat sakti:

QS 8:41
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
.
QS 59:7
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Dari ayat-ayat Alquran di atas, kita dapat mengetahui dengan pasti dan meyakinkan bahwa awloh bukanlah Tuhan, melainkan sosok palsu (abal-abal) ciptaan Muhammad belaka. Awloh hanyalah produk alter ego Muhammad belaka.

Ayat-ayat Mustahil dari Tuhan

Di samping ayat-ayat yang menunjukkan ego Muhammad, kita juga temukan ayat-ayat mustahil berasal dari Tuhan Sejati. Mari kita baca kutipan beberapa ayat berikut:

Allah belum tahu?

QS 9:16
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan, sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara kamu dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
.
QS 7:52
Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

Jelas dari ayat di atas, bukan Allah yang belum tahu, tapi Muhammad-lah yang belum tahu.

Allah tidak yakin?

QS 60:7
Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
.
QS 17:51
atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiranmu.” Maka mereka akan bertanya: “Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?” Katakanlah: “Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama.” Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: “Kapan itu (akan terjadi)?” Katakanlah: “Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”,
.
QS 9:102
Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.
.
QS 5:52
Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.

Tidaklah mungkin Tuhan yang Maha Tahu segalanya berkata “mudah-mudahan”, terkecuali itu adalah ucapan manusia.

Allah bersumpah demi benda ciptaan

QS 56:75-79
[75] Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. [76] Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui, [77] sesungguhnya Al Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, [78] pada kitab yang terpelihara (Lauh Mahfuzh), [79] tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.
.
QS 75:1-3
[1] Aku bersumpah dengan hari kiamat, [2] dan aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri). [3] Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
.
QS 81:15-25
[15] Sungguh, Aku bersumpah demi bintang-bintang, [16] yang beredar dan terbenam, [17] demi malam apabila telah hampir meninggalkan gelapnya, [18] dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing, [19] sesungguhnya Al Qur’an itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), [20] yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy (Tahta), [21] yang dita’ati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. [22] Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gilla. [23] Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. [24] Dan Dia (Muhammad) bukanlah seorang yang bakhil (pendusta) untuk menerangkan yang ghaib. [25] Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk,
.
QS 95:1-4
[1] Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, [2] dan demi bukit Sinai, [3] dan demi kota (Mekah) ini yang aman, [4] sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Allah bersumpah demi tuhan lain?

QS 70:40
Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Allah memuji-muji dirinya sendiri dengan beragam kata-kata “maha”

QS 59:23
Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
.
QS 17:1
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya[847] agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
.
QS 62:1
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Allah mengucapkan kata-kata tak bermakna

QS 2:1
Alif laam miin.
.
QS 7:1
Alif laam mim shaad.
.
QS 10:1
Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah.
.
QS 11:1
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

Ada kelucuan yang kita tangkap dari ayat-ayat ini. Muhammad telah terbawa oleh tradisi agama-agama sebelumnya yang mengklaim kitab suci datang dari Tuhannya, sehingga kemudian Muhammad mengarang kitab suci tandingan dan diklaimnya sebagai kitab dari Tuhan. Padahal yang dimaksud kitab suci bukanlah kitab yang dikarang langsung oleh Tuhan, atau ayat demi ayat di dikte dari Tuhan. Kitab suci yang sebenarnya adalah tulisan manusia belaka yang disakralkan dan dijaga turun-temurun agar tidak punah. Tetapi Muhammad memahaminya secara naif, seperti pemahaman seorang anak kecil. Mari kita simak sekali lagi 4 ayat berikut, yang akan membuat diri kita terpingkal-pingkal:

QS 12:1
Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah).
.
QS 13:1
Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al Kitab (Al Quran). Dan Kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar: akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).
.
QS 14:1
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
.
QS 15:1
Alif, laam, raa. (Surat) ini adalah (sebagian dari) ayat-ayat Al-Kitab (yang sempurna), yaitu (ayat-ayat) Al Quran yang memberi penjelasan.

Dan juga mari kita simak ayat berikut:

QS 6:92
Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Mekah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran) dan mereka selalu memelihara sembahyangnya.

Tuhan yang Asli tidak pernah menurunkan kitab, tetapi Muhammad menyangka kitab-kitab suci terdahulu diturunkan dari Tuhan dalam arti harfiah, sehingga dengan sangat naif, dan dengan percaya diri pula Muhammad mengklaim Alquran buatannya adalah kitab suci dari Tuhan. Tentu saja orang yang terpelajar dan sangat paham dengan sejarah kitab suci, terutama dari kalangan Yahudi dan Nasrani, akan tertawa terpingkal-pingkal melihat pemahaman Muhammad ini.

Adakah Bukti Keberadaan Allah SWT?

Setelah kita cermati ayat-ayat Alquran, kita mendapat kesimpulan bahwa ayat-ayat Alquran memang ASLI dikarang oleh Muhammad, dan bukan wahyu dari Tuhan. Awloh adalah tuhan abal-abal, hasil ciptaan dan kayalan Muhammad.

Sekarang kita maju lagi selangkah, adakah BUKTI EKSISTENSI Awloh ini?

Banyak dari umat muslim yang akan mengutip kisah-kisah menakjubkan dari zaman nabi-nabi Yahudi, dan mengklaimnya sebagai hasil perbuatan awloh mereka. Itu tidak bisa dibenarkan, karena itu adalah tipuan. Saya pun juga bisa mengarang tuhan bernama Panjul, lantas ketika saya diminta bukti eksistensi dan kemahakuasaan si Panjul, saya mengutip kisah-kisah menakjubkan dari zaman nabi-nabi Yahudi, dan mengklaimnya sebagai hasil perbuatan Panjul. Saya akan katakan, Panjul dahulu mengutus nabi Musa dan memberinya tongkat yang bisa berubah menjadi ular. Panjul juga telah membuktikan dirinya mahakuasa yaitu dengan membelah lautan, menurunkan makanan dari langit serta menghukum Mesir dengan 10 kutuk.

Itu semua adalah ngaku-ngaku, dan itu adalah tipuan.

Marilah kita membuka nalar kita. Bukalah pikiran Anda. Anda akan sadar dari kebodohan Anda yang selama ini menyangka awloh adalah Tuhan yang Mahakuasa. Awloh itu TIDAK ADA. Kita bisa buktikan ketiadaan awloh ini dari zaman Muhammad, mulai dari sejak Muhammad mengaku nabi hingga wafatnya, tidak ada satu pun BUKTI EKSISTENSI dan KEMAHAKUASAAN tuhan bernama awloh itu.

Muhammad sukses memimpin Arab karena dia menggunakan kekerasan. Musuh-musuhnya dibabat lewat pedang, tidak ada bukti keilahian awloh sama sekali. Sama seperti Perampok membunuh korbannya, seperti itulah Muhammad dalam menumpas musuh-musuhnya.

Di manakah awloh, sewaktu Muhammad hidup? Awloh ada di dalam otak Muhammad. Karena yang menjadi awloh tidak lain adalah Muhammad sendiri. Muhammad-lah yang telah memerankan dirinya sebagai 2 tokoh sekaligus, sebagai sosok pengutus dan sebagai sosok yang diutus. Awloh dan rasulnya adalah 2 nama 1 pribadi.

Awloh sebagai Tuhan adalah TIDAK PERNAH ADA.
Awloh adalah tuhan palsu buatan nabi Arab.
Awloh adalah produk akal-akalan Muhammad semata. • DULADI

Mengenal Islam

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • boykolot  On 12 January 2014 at 16:50

    KONSEP ISLAM TENTANG TUHAN

    Tuhan Yang Maha Esa adalah cerminan dari konsep Islam yang khas tentang Tuhan. Bagi Muslim, Allah (ﺍﷲ) adalah Maha Kuasa, Pencipta dan Pemelihara alam semesta, tak ada sesuatu pun yang sebanding dengan Dia. Nabi Muhammad SAW ditanya oleh para sahabatnya tentang Allah; jawabannya langsung diberikan oleh Allah dalam bentuk sebuah surat pendek dalam al-Qur’an, yang isinya merupakan esensi tentang keesaan Tuhan atau prinsip tauhid.
    Kenyataan yang sudah dimaklumi bahwa setiap bahasa mempunyai satu istilah atau lebih untuk menyebut Tuhan atau dewa-dewa yang lebih rendah kedudukannya. Tidak demikian halnya dengan Allah. Allah adalah satu-satunya nama yang dimiliki Tuhan Yang Maha Esa, hingga tak ada sesuatu pun selain Dia dapat disebut dengan nama ini. Keunikannya, nama ini tidak mempunyai bentuk jamak atau menunjukkan jenis kelamin tertentu. Berbeda dengan sebutan-sebutan lain yang dapat kita ketahui, semuanya mempunyai arti jamak, bentuk laki-laki atau perempuan, misal ‘gods‘ dan ‘goddess’ untuk sebutan ‘god’’. Menarik untuk dicatat bahwa Allah adalah nama pribadi Tuhan dalam bahasa Aram, bahasa Yesus, termasuk rumpun bahasa Arab.
    “Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.
    Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah yang Esa,
    Allah yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu,
    Tiada beranak, tidak pula diperanakan.
    Dan tidak seorang pun setara dengan Dia” (QS, al-Ikhlash: 1-4).
    Sebagian non-muslim menuduh bahwa Tuhan dalam Islam adalah lalim dan kejam, yang memerintahkan manusia sepenuhnya mematuhi Dia. Dia tidak memiliki kasih sayang dan kebaikan. Tuduhan ini tentu amat jauh dari kebenaran. Telah cukup diketahui bahwa setiap surat dalam al-Qur’an (kecuali satu surat) dimulai dengan ayat: “Dengan nama Allah, maha Pengasih, maha Penyayang”. Sabda Rasulullah SAW. menyatakan: “kasih sayang dan kebaikan Allah melebihi kecintaan seorang ibu terhadap anak kesayangannya”.
    Selain itu Allah juga Maha Adil. Meski orang yang berbuat dosa dan kerusakan akan mendapatkan hukuman, namun berkat kemurahan-Nya, mereka tetap memperoleh karunia-Nya. Memang, sifat Penyayang Allah benar-benar terwujud dalam sifat adil-Nya. Orang yang menderita selama hidupnya karena Allah dan orang yang sepanjang hidupnya menindas dan menyiksa orang lain, akan menerima balasan perbuatan yang tidak sama dari Allah. Mengharapkan balasan yang sama bagi mereka sama saja artinya dengan menyangkal keyakinan akan hari perhitungan di akhirat kelak, dan menyangkal adanya ganjaran bagi kehidupan yang bermoral dan perbuatan baik di dunia. Ayat al-Qur’an berikut menyatakan dengan gamblang mengenai hal ini.
    “Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa disediakan surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Rabb-Nya. Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa? Mengapa kamu berbuat demikian? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?” (QS., al-Qalam: 34-36).
    Islam menolak penggambaran Tuhan dalam bentuk manusiawi dan pemahaman bahwa Tuhan memuli-akan orang atau kebangsaan tertentu atas dasar kekayaan, kekuasaan atau keturunan (ras) nya. Manusia diciptakan Allah berkedudukan sama. Mereka berbeda hanya karena amal kebajikannya.
    Konsep-konsep yang menyatakan bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh penciptaan, berselisih pandapat dengan salah satu malaikat-Nya, mempunyai rencana buruk terhadap manusia, dan Tuhan menjelma menjadi manusia, dipandang oleh Islam sebagai penghinaan terhadap Tuhan.
    Pencipta sudah pasti berbeda dengan ciptaannya: sebab bila sama, ia akan bersifat sementara dan membutuhkan pencipta. Demikianlah, sesungguhnya tidak ada yang menyamai Dia. Pencipta bersifat kekal abadi karenanya Dia tidak disebabkan. Bila tidak ada yang menyebabkan Dia hidup, maka tidak ada sesuatu pun di luar Dia yang menjamin kelangsungan hidup-Nya. Dengan perkataan lain, Dia harus dapat mencukupi dirinya sendiri (self sufficient). Dan bila Dia tidak bergantung pada sesuatu apapun untuk kelangsungan eksistensi-Nya, maka eksistensi-Nya tidak akan berakhir. Dengan demikian Pencipta bersifat kekal abadi:”Dialah yang awal dan akhir”.
    Dia berdiri sendiri, hidup dengan sendiri-Nya, atau dalam istilah al-Qur’an, al-Qayyum, berdiri sendiri. Sang Pencipta tidak hanya menciptakan dalam arti membuat sesuatu menjadi ada, tapi Dia juga memelihara dan mematikan dan Dia adalah sumber dari semua sebab atas segala yang terjadi. Allah pencipta dan pengawas segala sesuatu. Pada-Nya terletak kunci-kunci langit dan bumi. Tak satu pun makhluk melata di muka bumi melainkan berada dalam pemeliha-raan-Nya. Dia mengetahui hal yang ghaib.

  • Ikben  On 8 July 2014 at 14:42

    Boykolot menulis: “Awloh Islam tidak mempunyai bentuk jamak atau menunjukkan jenis kelamin tertentu.”

    Tanggapan: Sebagaimana diceritakan dalam topik diatas ternyata Awloh Islam justru adalah pribadi Muhammad itu sendiri. Dan itu telah dijelaskan dengan referensi ayat-ayat quran yang dilampirkan dalam topik diatas, sebagai bukti.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: