Kata-kata yang Hilang Dalam Alquran (An Nisaa’ 24)

Kalau kita simak ayat-ayat Alquran, banyak sekali kalimat-kalimat yang tidak jelas, sehingga para penerjemah perlu menambahkan kata-katanya sendiri ke dalam ayat tersebut dengan tujuan agar kalimatnya bisa dimengerti.Ada kalanya, tambahan kata-kata penerjemah di dalam ayat itu tepat, tetapi lebih banyak lagi tambahan kata-kata penerjemah di dalam ayat itu tidak tepat dan cenderung untuk mengaburkan makna sesungguhnya dari suatu kalimat.

Mengapa ayat-ayat Alquran yang kata Muhammad adalah ayat-ayat yang jelas dan terperinci (QS 6:114, QS 11:1, QS 2:99, QS 47:20, QS 45:25, QS 36:17, QS 26:194195, QS 24:1, QS 6:149), ada sebagian kalimat-kalimatnya yang tidak jelas dan seolah-olah ada beberapa kata yang memang sengaja dihapus/dihilangkan agar makna suatu ayat menjadi kabur?

Contoh 1: kalimat pertama dari QS 4:24

QS 4:24 dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki

Kalau kita baca ayat di atas, kita akan bingung apa sebenarnya yang dimaksud ayat tersebut. Karena itu kita perlu mengetahui apa latar belakang dikarangnya ayat tersebut, dari situlah kita dapat mengerti maksudnya. Menurut Kitab Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti, halaman 158-159, sebab-sebab dikarangnya ayat tersebut oleh Muhammad adalah sebagai berikut:

Suyuti Perkosa Didepan Suami
[klik gambar untuk memperbesar]

Anda lihat, ketika itu muslim ingin menggauli para tawanan wanita yang bersuami. Catat: MENGGAULI.

Kemudian Muhammad berkata:

…dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (QS 4:24)

Jelaslah bahwa kata-kata Muhammad itu tidak lengkap. Seharusnya kalimatnya berbunyi:

…dan diharamkan menggauli wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (QS 4:24)

Konteks ayat itu bukan MENIKAHI, melainkan MENGGAULI.

Tetapi penerjemah yang malu terhadap konteks ayat itu, dengan sengaja mengubah makna ayat itu dari menggauli menjadi menikahi, sehingga jadilah kalimatnya seperti berikut:

QS 4:24 dan (diharamkan juga kamu menikahi) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki…

Penerjemah rupanya hendak menyembunyikan makna bejat dari ayat tersebut.

Jika kalimat asli QS 4:24 tersebut adalah “dan diharamkan menggauli wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki” Lalu kenapa kata-kata “DIHARAMKAN MENGGAULI” itu tidak ada lagi pada ayat tersebut?

Apakah para penyalin Quran di masa khalifah Usman merasa malu mencantumkan kata-kata tersebut sehingga kemudian mereka menghapusnya?

Bagi orang-orang muslim pada zaman itu, mungkin tidak ada masalah walau kata-kata itu dihapus, karena mereka sudah mengerti apa yang dimaksud dalam ayat itu, sehingga kata-kata yang dihapus itu sebenarnya ada namun dibaca di dalam hati, dan tidak tercantumkan di dalam ayat itu secara eksplisit.

Jadi sewaktu orang-orang di jaman Usman itu membaca: “dan wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki” mereka mengerti maksudnya, dan kata-kata “DIHARAMKAN MENGGAULI” itu adalah kata-kata yang tak terucapkan secara lisan namun hanya terucapkan dalam batin.

Hal itu menimbulkan kebingungan bagi orang-orang di masa selanjutnya, terutama mereka yang tidak tahu Asbabun Nuzul-nya.

Dan penghapusan kata-kata dalam ayat tersebut memberi peluang bagi para penafsir di masa selanjutnya untuk menyisipkan kata-kata mereka sendiri agar ayat tersebut menjadi jelas sesuai dengan pemahaman masing-masing, dan tidak lagi sesuai dengan aslinya seperti sewaktu Muhammad mengarangnya.

Kita memang tidak bisa mengatakan para penerjemah mengubah isi Alquran, karena apa yang mereka tambahkan itu hanya terjemahannya (dan itu pun dengan jujur ditandai dengan kurung), bukan naskah bahasa Arabnya.

Tetapi patut kita sesalkan, Alquran yang diklaim isinya akan tetap murni sampai hari kiamat, dan tidak berubah (masih tetap sama seperti sewaktu Muhammad mengucapkannya), ternyata ada oknum yang dengan sengaja melakukan “korupsi” atau “menghapus” beberapa kata dalam ayat-ayatnya sehingga ayat tersebut bagi orang-orang yang hidup di masa selanjutnya menjadi ayat-ayat aneh dan sukar untuk dipahami kecuali mereka harus mempelajari asbabun nuzulnya.

Dengan demikian, Alquran, tidak hanya raib beberapa ayat sebagaimana dilaporkan Aisyah bahwa ada ayat-ayat rajam yang hilang dimakan kambing, namun juga ada kesengajaan dari pihak penyalin Quran di masa awal menghapus beberapa buah kata dalam sebuah ayat.

Kalau kita tidak ingin menuduh pihak penyalin, maka alternatif kedua adalah kita menuduh Muhammad sebagai seorang pengarang ayat yang bodoh, karena ia mengucapkan kalimat tak sempurna, di mana kalimatnya tak lengkap dan ada beberapa kata yang seharusnya ada namun tidak ia ucapkan.

Ada beberapa orang berpendapat bahwa QS 4:24 merupakan kelanjutan dari QS 4:23. Memang, para penyalin rupanya sengaja menempatkan ayat itu setelah QS 4:23, yang mengatur tentang perempuan-perempuan mana saja yang boleh dan tidak boleh dikawini/digauli. Itu bukan Muhammad yang menentukannya. Muhammad tidak pernah menentukan satu ayat harus ditempatkan di mana dan di surat apa, melainkan itu sepenuhnya adalah atas inisiatif dari para penyalin Quran. Dan berdasarkan asbabun nuzul, QS 4:23 dan QS 4:24 tidak berhubungan, dan kedua ayat itu diturunkan di saat yang berlainan dan di tempat yang berbeda pula.

Selanjutnya saya akan tunjukkan bahwa ada lagi kata-kata dalam ayat Quran yang sengaja dihapus atau dibikin raib oleh para penyalin.

Contoh 2: Kalimat Ketiga dari QS 4:24

Simak ayat berikut:

Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban. (QS 4:24)

Ayat di atas sedang membicarakan apa ya?

Apakah mahar itu diberikan belakangan sebagai bayaran atas kenikmatan yang telah diberikan istri kita?

Agar tidak bingung dan menerka-nerka, mari kita selidiki asbabun nuzul ayat tersebut dari Literatur Islam tertua.

Ath-Thabari - surat an-nisaa 24 (727)

Ath-Thabari surat an-nisaa 24 (728)

Jadi, berdasarkan mushaf Ubai bin Ka’b yang dibaca Abu Khuraib dan bacaan lisan Ibnu Abbas, kalimat ayatnya seharusnya berbunyi:

Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati di antara mereka sampai pada batas waktu yang ditentukan, berikanlah kepada mereka maharnya, sebagai suatu kewajiban. (QS 4:24)

Lalu siapakah yang telah menghapus kalimat “sampai pada batas waktu yang ditentukan” dari dalam ayat tersebut?

Jawabannya ada di sini:

Ath-Thabari - surat an-nisaa 24 (729)

Jadi, kalifah Umar tampaknya sebagai orang yang patut dicurigai sebagai oknum yang menghapus kata-kata tersebut, karena dia tidak menyetujui nikah mut’ah, yang kemudian dilanjutkan oleh kalifah Usman dengan membakari mushaf-mushaf untuk menghilangkan jejak. Inilah kelicikan Islam. Namun kita beruntung karena ternyata masih ada beberapa mushaf yang lolos dari pembakaran, yaitu mushaf milik Ubai bin Ka’b.

Dihapusnya kata-kata “sampai pada batas waktu yang ditentukan” dari dalam kalimat ketiga ayat 24 itu menyebabkan makna kalimat tersebut menjadi kabur dan membingungkan.

Kesimpulan kita terhadap ayat tersebut adalah:

Kalimat ketiga dalam ayat surat An-Nisa (QS 4:24) itu ternyata adalah tentang nikah mut’ah, yaitu kawin kontrak, di mana laki-laki dan perempuan terikat dalam hubungan suami-istri hanya sampai pada batas waktu tertentu yang telah disepakati bersama dalam akad. Setelah lewat waktu tersebut, keduanya menjadi bebas dan bukan suami-istri lagi.

Kalau sekarang kaum Sunni mengatakan nikah Mut’ah sudah dibatalkan, maka logikanya, bagaimanakah ayat Alquran bisa dibatalkan oleh hadist?

Tidak ada satupun ayat dalam Alquran yang memansokh nikah mut’ah kecuali ucapan Muhammad yang terekam dalam hadist. Manakah yang lebih tinggi hukumnya: Firman Alloh ataukah Perkataan Muhammad?

Tapi di topik ini bukan itu yang saya persoalkan, melainkan persoalan “RAIBNYA BEBERAPA KATA DALAM ALQURAN”, di mana hal itu menjadi bukti bahwa Alquran tidaklah semurni dugaan kita selama ini.

Kita menjadi sadar, bahwa Alquran, sebagaimana buku-buku biasa pada umumnya, tidak luput dari “jamahan” orang-orang yang berkuasa karena ada unsur kepentingan, baik untuk menyembunyikan makna sesungguhnya dari suatu ayat, maupun untuk maksud lain.

Kadang agar ayat-ayat itu terkesan suci, maka dihapuslah beberapa kata yang dianggap dapat merusak kesan suci tersebut.

Jadi di situlah kebohongan Islam semakin sempurna, ketika Muhammad dahulu tidak mampu menyembunyikan kebobrokannya di muka umum, lambat laun kebobrokan perilaku dan ajaran-ajarannya tertutupi lewat pengikisan demi pengikisan (seperti kasus raibnya beberapa kata dalam Quran) dan polesan-polesan karangan fiksi agar KOTORAN KUCING berubah jadi EMAS MURNI. •

Mengenal Islam

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • abdul ghoni  On 12 September 2014 at 10:54

    jika anda melihat tawanan perang nazi jerman,khmer merah,jepang,serbia,ato pki.saya kira tawanan2 perang itu tidak akan mngalami nasib tragis dan pembantaian/genosida seandainya hukum islam dalam perang diterapkan karena ALLAH maha tau dengan kondisi psikologis manusia saat keadaan perang

  • abdul ghoni  On 12 September 2014 at 11:02

    kalau ibumu dibunuh seseorang dan kemudian pembunuh itu cuma dihukum semalam apa kamu sudah tdk punya dendam pada orang itu klo tidak punya brarti memang kaummu pny kebiasaan kalau dtampar pipi kiri maka berikanlah pipi kananmu seandainya hukum islam diterapkan maka pembunuh itu akan di penggal/diqisas maka tidak akan ada dendam

  • Mel  On 13 September 2014 at 01:50

    Situsnya orang2 stress……..

  • Mel  On 13 September 2014 at 01:51

    Situs stress….

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: