Teroris Majid, Penjual Telur Puyuh yang Pendiam dan Rajin Ibadah

Surabaya (Detik.com) – Abdul Majid, salah satu tersangka teroris yang tinggal di Tanah Merah Sayur I, Kedung Cowek, Surabaya dikenal warga sekitar sebagai sosok yang pendiam dan rajin beribadah.

“Waktunya salat ya salat, ngaji ya ngaji. Tidak ada yang aneh. Cuma dia orangnya berewok,” ujar seorang tetangga yang mengaku bernama Derry kepada wartawan, Senin (20/1/2014) malam.

Majid yang usianya ditaksir sekitar 30-an itu selama ini tinggal bersama kakaknya, Agus yang telah menikah dengan Latifah.

Dalam bergaul, Majid atau biasa disapa MJ dikenal sebagai pemuda pendiam. “Ya jarang berbicara dengan warga. Kegiatannya lebih banyak di rumah. Keluar rumah paling pakai baju muslim seperti mau ngaji dan salat. Itu saja,” pungkas dia.

Bahkan Majid kadang membantu kakaknya berjualan tahu di Pasar Kedung Cowek. “Dia juga pernah jual tahu. Terakhir jual telur puyuh dan roti lapis yang dititipkan ke warung. Bahkan pernah jualan burung dara,” kata Derry.

Hal senada dikatakan Rudi. “Dia pendiam sekali jarang berbicara dengan warga. Lebih banyak di rumah. Yang saya tahu dia pernah mondok. Selain itu saya tidak tahu,” ujarnya.

Demikian pula dari keluarga juga mengaku tidak banyak mengetahui kegiatan Majid. Penangkapan Majid tentu membuat kaget keluarga maupun tetangganya.

Latifah mengakui jika adik iparnya merupakan anak kedelapan dari delapan bersaudara adalah anak pendiam dan jarang berkomunikasi.

“Tiap hari saya tidak tahu bagaimana Majid. Yang saya tahu Majid dia seperti biasa jualan telur puyuh dan roti lapis yang dititipkan ke warung,” katanya kepada wartawan.

Ia juga mengatakan bahwa dengan suaminya jarang bertemu dengan Majid karena kesibukannya sebagai penjual tahu di Pasar Kedung Cowek.

“Saya sama kakaknya berangkat kerja jam 5 pagi. Ketika sore, Majid sudah keluar memakai baju muslim berangkat ngaji. Ngajinya tidak tahu di mana,” imbuh dia.

Sehingga Latifah bersama suaminya terkejut saat Majid bersama Isnaini Ramdhoni ditangkap Densus 88 Antiteror.

“Saya kaget saat polisi berpakaian hitam menangkap Majid dan temannya. Tidak menyangka jika Majid terlibat jaringan teroris,” pungkasnya.

Majid ditangkap densus saat naik motor berboncengan dengan Isnaini Ramdhoni, warga Jalan Pahlawan, Kaligaran, Probolinggo, di SPBU 54.601.116, Kedung Cowek.

Setelah itu, densus menggeledah rumah Majid dan ditemukan bom, buku jihad dan bendera hitam. Ada 6 lokasi di Surabaya yang jadi sasaran, salah satunya Lokalisasi Dolly yang akan diledakkan. •

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: