Bintang Adalah Batu-batu Untuk Merajam Setan

Mari kita baca ayat-ayat ini di dalam Qur’an:

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. (Ath-Thalaaq 65:12)
.
Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Baqarah 2:29)
.
Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa. Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui. (Fushshilat 41:12)
.
Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (Al-Anbyaa’ 21:32)
.
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia. (Al-Hajj 22:65)
.
Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? (Qaaf 50:6)

Al-Baidawi mengatakan “atap yang terpelihara” dalam Surah al-Anbiyaa’(21) dijaga agar tidak jatuh oleh perintah Allah. Ia juga menjelaskan “retakan” dalam Surah Qaaf(50) sebagai pecahan, dan mengatakan bahwa Allah menciptakan langit dengan mulus dan sangat cocok/pas, satu di atas yang lainnya. Berdasarkan tafsiran al-Baidawi jelas bahwa Allah menciptakan langit sebagai atap yang luas dan licin di atas kita, dengan 6 langit lainnya yang juga sebagai atap, satu di atas yang lainnya. Ia juga menciptakan bumi kita bersama-sama dengan enam Bumi lainnya seperti Bumi kita ini. Jadi keseluruhan jumlah total langit dan Bumi adalah 14.

Kita bertanya perihal surah ini: Bagaimana bisa ruang angkasa di atas kita yang tidak terbatas ini adalah atap licin sebagai tempat berteduh, atau ada tujuh atap sejenis ini? Bagaimana bisa jutaan bintang yang mengambang di ruang angkasa yang tidak terbatas ini adalah lampu-lampu yang ditempatkan di atap imajiner? Bagaimana klaim ini dapat dibenarkan yaitu bahwa ada 7 bumi seperti bumi kita, yang unik di antara jutaan planet, bulan dan matahari? •

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • m.  On 4 March 2014 at 03:59

    hanya profesor bidang astronomi yg bisa menafsirkan ayat alquran yg berhubungan dg astronomi

    • muslimurtad  On 4 March 2014 at 17:16

      Masa??? Profesor rhoma irama?? Wkwkkk.. Asli tololnya antum ini… wkwkwk

    • nano  On 23 April 2014 at 09:05

      Makanya islam bodoh dan terbelakang.
      Sekolah negeri dan sekolah ternama sudah mempelajari sains dg benar sementara pesantren dan madrasah masih ngotot mengajarkan IPA tentang bumi berbentuk datar dan bumi sebagai pusat tata surya…wakkkkkkkkkakakak…..islam biang kemunduran dan sampah dunia.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: