Pemberontak Al-Qaidah di Suriah Penggal Pria di Depan Anak-anak

Merdeka.com – Para pemberontak terkait Al-Qaidah di Suriah memenggal kepala seorang laki-laki di depan kerumunan warga, termasuk anak-anak. Ini seperti dilaporkan organisasi pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia berbasis di Inggris.

Dalam sebuah video amatir berdurasi tiga menit diunggah di dunia maya oleh Observatorium pada akhir pekan lalu memperlihatkan sekelompok orang bersenjata berpakaian hitam-hitam berdiri mengelilingi pria dilaporkan seorang pasukan pro-pemerintah Suriah itu, yang sudah tergeletak di atas rumput. Salah satu militan kemudian mengambil sebuah pisau kecil dan memotong kepala tawanan itu yang disambut sorak-sorai kerumunan orang, seperti dilansir situs The Times of Israel, Senin (3/2).

Pemberontak kemudian memegang kepala korban dan ditaruh di bagian punggungnya, sebelum jatuh ke atas rumput. Sementara itu, di akhir rekaman kerumunan orang terlihat tertawa dan mengambil gambar insiden itu.

Observatorium melaporkan rekaman itu berasal dari Kota Homs, dan para pemberontak itu adalah Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) terkait dengan Al-Qaidah.

Pejuang oposisi Islam moderat telah berjuang melawan ISIL sejak awal Januari, setelah menuduh kelompok itu atas serentetan pelanggaran terhadap warga sipil dan pemberontak.

ISIL diduga berada di belakang sebagian besar serangan baru-baru ini di Irak. ISIL juga memainkan peranan militer yang lebih aktif bersama pemberontak lainnya didominasi Sunni untuk menggulingkan Presiden Suriah Basyar al-Assad, dan anggotanya telah melancarkan serangan terhadap warga Suriah dekat perbatasan Irak.

Bentrokan internal di kalangan para pemberontak telah membunuh lebih dari 1.400 orang sejak meletup sebulan lalu.

Dua hari lalu, bom bunuh diri kembar menewaskan 26 orang, termasuk komandan militer senior Brigade Al-Tawhid, sebuah kelompok pemberontak terkemuka di Suriah yang menentang ISIL.

Observatorium menjelaskan ISIL juga membunuh komandan terkemuka lainnya, Abu Hussein al-Dik dari Suqour al-Sham, dua hari lalu di dekat pusat Kota Hama. Direktur Observatorium, Rami Abdurrahman, mengatakan Hussein al-Dik tewas dalam penyergapan di luar Hama, di mana dia sedang bepergian untuk mencoba membantu pemberontak dikepung pejuang ISIL.

Baik Brigade Al-Tawhid dan Suqour al-Sham adalah bagian dari Front Islam, sebuah aliansi kuat terdiri dari tujuh faksi pemberontak yang bersatu pada November lalu. Front Islam telah muncul sebagai kelompok kelas berat di utara Suriah, dan telah menjadi tenaga pendorong dalam perang melawan ISIL.

Menurut hitungan terbaru Observatorium konflik Suriah, yang meletup sejak Maret 2011 sebagai jalan pemberontakan terhadap pemerintahan Assad, telah menewaskan lebih dari 136 ribu orang. Perang juga telah memaksa keluar sepertiga penduduk Suriah. •

Sumber: Merdeka.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: