Muhammad Berzinah, Kenapa Tidak Dirajam?

Oleh: Duladi •

Muhammad menerapkan hukuman rajam bagi sepasang Yahudi yang berzinah.

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam, Jilid 1, Halaman 531-533:

Ibnu Ishaq berkata bahwa Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata kepadaku, ia mendengar seseorang dari Muzainah dari salah seorang ulama yang berbicara dengan Sa’id bin Al-Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata kepada mereka, bahwa rahib-rahib Yahudi berkumpul di Baitul Midras -ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tiba di Madinah- dan sebelumnya salah seorang dari mereka telah berzina -setelah ia menikah- dengan seorang wanita Yahudi yang telah menikah.Mereka berkata, ‘Bawalah pria dan wanita ini kepada Muhammad, kemudian tanyakan kepadanya bagaimana hukum keduanya, dan beri dia hak untuk mengadili keduanya. Jika ia menjatuhkan hukuman cambuk kepadanya seperti kalian, dia seorang raja dan ikuti dia. Jika dia menjatuhkan hukuman rajam kepadanya, dia seorang nabi dan jagalah apa yang ada pada kalian jangan sampai dia merampasnya.’Mereka mendatangi Rasulullah SAW kemudian berkata, ‘Hai Muhammad. orang ini telah menikah kemudian berzina dengan wanita ini yang juga telah menikah. Adililah keduanya, karena kami telah memberi hak kepadamu untuk mengadili keduanya.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan hingga tiba di rahib-rahib mereka di Baitul Midras. Beliau bersabda kepada mereka. ‘Hai orang-orang Yahudi, keluarkan untukku ulama kalian.’

Mereka mengeluarkan Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam.

Ibnu Ishaq berkata bahwa sebagian orang dari Bani Quraidzah berkata kepadaku, selain mengeluarkan Abdullah bin Shuriya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, mereka juga mengeluarkan Abu Yasir bin Akhthab dan Wahb bin Yahudza. Rahib-rahib Yahudi berkata, ‘Orang-orang inilah ulama kami.’

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bertanya kepada rahib-rahib Yahudi tentang masing-masing ulama mereka tersebut hingga akhirnya mereka berkata tentang Abdullah bin Shuriya, ‘Orang ini lebih pandai tentang Taurat daripada ulama-ulama kami lainnya.’

Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk berduaan dengan Abdullah bin Shuriya. Abdullah bin Shuriya adalah orang termuda di antara ulama-ulama Yahudi. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mencecar Abdullah bin Shuriya dengan pertanyaan-pertanyaan, dan bertanya kepada Abdullah bin Shuriya, ‘Hai anak Shuriya, aku bersumpah kepadamu dengan nama Allah, dan dengan hari-hari Allah yang ada di Bani Israel, tidakkah engkau tahu bahwa Allah memutuskan hukuman rajam bagi muhshan (orang yang telah menikah) yang berzina dalam Taurat.’

Abdullah bin Shuriya berkata. ‘Ya, demi Allah! Demi Allah, wahai Abu Al-Qasim, sesungguhnya orang-orang Yahudi telah mengetahui bahwa engkau nabi yang diutus, namun mereka merasa iri kepadamu.’
Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam keluar dan memerintahkan kedua orang tersebut dirajam di depan pintu masjid beliau di Bani Ghanm bin Malik bin An-Najjar. Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Shuriya kafir dan tidak mengakui kenabian Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Ibnu Ishaq berkata, “Kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat tentang orang-orang Yahudi tersebut,
Hai Rasul, janganlah kamu disedihkan oleh orang-orang yang bersegera kepada kekafiran, yaitu di antara orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka, Kami telah benman, ‘ padahal hati mereka belum beriman, dan di antara orang-orang Yahudi yang amat suka mendengar (berita-berita) bohong dan amat suka mendengar perkataan perkataan orang lain yang belum pemah datang kepadamu; mereka mengubah perkataan-perkataan (Taurat) dari tempat-tempatnya. Mereka berkata, Jika diberikan ini kepada kalian, maka terimalah, dan jika kalian diberi yang bukan ini, maka hati hatilah. Barangsiapa Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka memperoleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka memperoleh siksaan yang besar.’ (Al-Maidah: 41)

Ibnu Ishaq berkata bahwa Muhammad bin Thalhah bin Yazid bin Rukanah berkata kepadaku dari Ismail bin Ibrahim dari Ibnu Abbas yang berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memerintahkan pelaksanaan hukuman rajam kepada kedua pelaku zina tersebut, kemudian keduanya dirajam di depan masjid beliau. Ketika laki-laki Yahudi tersebut mulai mendapatkan lemparan batu, ia berdiri menuju sahabat wanitanya, kemudian menelungkupinya guna melindungi dari lemparan batu hingga akhirnya keduanya mati. Itulah salah satu yang diperbuat Allah bagi Rasul-Nya dalam melaksanakan eksekusi zina terhadap kedua orang tersebut.”

Muhammad dan para pengikutnya juga berzinah, tapi tidak dihukum rajam

Tabaqat Ibn Sa’d, Vol 8, hal. 195:
Ibnu Sa’d menulis: “Abu Bkr menceritakan bahwa Rasulullah SAW melakukan persetubuhan dengan Mariyah di rumah Hafsa. Ketika rasul keluar rumah, Hafsa duduk digerbang (di belakang pintu yang terkunci). Dia bilang pada nabi, O rasul, apa anda melakukan ini di rumahku dan ketika giliranku? Nabi berkata, kendalikan dirimu dan biarkan aku pergi karena aku telah membuatnya (Mariyah) haram bagiku. Hafsa berkata, “Aku tidak terima kecuali kamu bersumpah bagiku.” Hazrat (yang mulia) itu berkata, “Demi Allah aku tidak akan menyentuhnya lagi.”

Tidak lama berselang, dia bukannya taubat karena telah berzinah dengan Mariyah, malah dia mengarang ayat untuk membatalkan sumpahnya itu supaya dia boleh meniduri Mariyah kembali:

QS 66:1-2
[1] Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [2] Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu; dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Muhammad terus melakukan zinah dengan Mariyah, dan status Mariyah tetap budak (bukan istri) sampai dia melahirkan anak haram.

Sejarah Hidup Muhammad, oleh Muhammad Husain Haekal
Bagian 26: Ibrahim dan Isteri-isteri Muhammad

Akan tetapi tidak lama ia mengalami kesedihan itu, dengan melalui Mariyah orang Koptik, Tuhan telah memberi karunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Ibrahim, nama yang diambil dari Ibrahim leluhur para nabi, para hunif yang patuh kepada Tuhan. Sejak Mariyah diberikan oleh Muqauqis kepada Nabi sampai pada waktu itu masih berstatus hamba sahaja. Oleh karena itu tempatnya tidak di samping mesjid seperti isteri-isteri Nabi Umm’l-Mukminin yang lain. Oleh Muhammad ia ditempatkan di ‘Alia, di bagian luar kota Medinah, di tempat yang sekarang diberi nama Masyraba Umm Ibrahim, dalam sebuah rumah di tengah-tengah kebun anggur.

Sumber-sumber Islam tertua lainnya membenarkan riwayat di atas:

Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585:
Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim

Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
.
Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586:
Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Mariyah tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.” Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-istrimu….”
.
Tafsir Maududi QS 33:50
Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.

Dalam Alquran yang diterbitkan Entesharat-e Elmiyyeh Eslami Tehran 1377 H, Tafseer dan terjemahan ke dalam bahasa Farsi oleh Mohammad Kazem Mo’refi, dijelaskan secara gamblang latar belakang dikarangnya ayat-ayat at-Tahrim tersebut:

Juga dilaporkan bahwa nabi telah membagi hari-harinya diantara istri-istrinya. Dan ketika tiba giliran Hafsa, disuruhnya Hafsa pergi ke rumah ayahnya Omar Khattab, dengan alasan ayahnya memanggilnya. Ketika Hafsa pergi, nabi memanggil budak wanita Mariyah, orang Koptik yang (belakangan) melahirkan anaknya Ibrahim dan Mariyah adalah hadiah dari Najashi, lalu melakukan hubungan seks dengannya. Ketika Hafsa kembali, dia dapatkan pintu terkunci dari dalam. Dia duduk di depan pintu tersebut sampai sang nabi selesai dengan ‘bisnis’nya dan keluar rumah dengan keringat bercucuran di wajahnya. Ketika Hafsa melihat dia dalam kondisi demikian dia menegurnya dan berkata kau tidak menghargai kehormatanku, kau kirim aku keluar rumah dengan alasan agar kau bisa meniduri budak wanita itu. Dan pada hari giliranku ini kau berhubungan seks dengan orang lain. Lalu nabi berkata, ‘diamlah meski dia itu budakku dan oleh karenanya halal bagiku, untuk menyenangkanmu, Aku, saat ini, membuatnya jadi haram bagiku. Tapi Hafsa tidak menerima ini dan meminta nabi bersumpah demi Allah, nabi melakukannya. Ketika nabi keluar rumah Hafsah ketuk dinding yang memisahkan kamarnya dengan Aisha dan menceritakan semuanya.

Dan ini juga sama, kelakuan para pengikutnya, MEMPERKOSA PARA WANITA TAWANAN:

Sahih Bukhari Volume 5, Buku 59, Nomor 459:
Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus (Al-Azl). Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan-tawanan perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus (= membuang sperma di luar vagina). Maka ketika kami bermaksud melakukan azl/coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”
.
Sahih Bukhari Volume 9, Buku 93, Nomor 506:
Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:
Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan-tawanan wanita dan ingin menyetubuhi wanita-wanita itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada Nabi tentang azl/coitus interruptus

Memperkosa para tawanan dengan teknik azl memang sudah menjadi kebiasaan Muhammad dan pengikutnya:

Al-Waqidi vol. i, p.413:
Seorang Yahudi berkata padaku, “Abu Said, tidak heran mengapa kau mau menjual dia (tawanan wanita) karena apa yang dikandungnya dalam perutnya adalah bayi dari kamu.” Aku berkata, “Tidak, aku melakukan ‘azl.” Mendengar ini dia menjawab (dengan kasar), “Itu hampir sama dengan pembunuhan anak!” Ketika aku sampaikan kisah ini kepada sang Nabi, dia berkata, “Orang-orang Yahudi itu bohong. Orang-orang Yahudi itu bohong.”

Malah, Muhammad juga mengijinkan pengikutnya menzinahi wanita tawanan di depan suaminya:

Hadist Sunan Abu Dawud, Buku 11, Nomor 2150:
Rasul allah mengutus ekspedisi militer ke Awtas pada saat perang Hunain. Mereka bertemu dengan musuh dan bertempur dengan mereka. Mereka mengalahkan musuh dan mengambil mereka sebagai tawanan. Beberapa teman rasul allah enggan berhubungan seks dengan wanita tawanan di depan suami mereka yang kafir. Maka allah mengirimkan ayat Quran sura 4:24. “Dan (diharamkan) bagimu kecuali mereka (tawanan) yang kamu miliki.”

Demi keadilan, apa hukuman buat Muhammad dan para pengikutnya???

Dia menerapkan rajam bagi pelaku zinah Yahudi, tapi kenapa dia sendiri yang berzinah kebal dari hukum??? •

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Bintang Falatehan  On 9 March 2014 at 03:43

    Sungguh teganya orang yang memfitnah muhammad melakukan tindakan sekeji itu mudah mudahan orang yang menyebarluaskan berita fitnah ini masuk ke neraka jahannam aamiin

    Dukung jihad fisabillillah allahhu akbar

  • tahniah zahra  On 17 March 2014 at 20:43

    dasar otak koplak

    • elma  On 4 June 2014 at 22:18

      Kaum Kafir paling pandai Membolak balikkan ayat” Alquran.
      Dlm Qs 66:1-2..sdh jls Allah menyebutkan ttg…ISTRI” mu.
      Begitu jg yg kaum Kafir sbtkn di Qs 33: 50 Allah mengHALALkan…jd walaupun mereka adalah budak…atau tawanan perang..namun Allah tlh menghalalkan bg nabi yg tlh diberi maskawin..
      Bagi non muslim sila baca dng teliti Qs 33:50…boleh kawin banyak “………..&khusus unt engkau sj (ya Muhammad)..bkn unt orang” mukmin.Sesungguhnya kami(Allah)tahu apa yg kami prlukan unt haturkan trhdp istri” &hamba sahaya yg dimilikinya…(wallahu a’lam)…

    • setankau  On 21 February 2015 at 05:34

      amin

    • mita  On 21 June 2015 at 02:30

      fitnah?? mana yg fitnah? ini tertulis di quran loh
      jadi maksud anda quran itu bohong?

  • Bogie Indrajit  On 21 March 2014 at 00:15

    Manusia jenis si penulis blog ini adalah jenis manusia yang otak nya di penuhi pikiran kotor…….jiwanya pun busuk……Demi ALLAH, manusia seperti ini nanti akan kekal dan menjadi bahan bakar neraka jahanam yang paling dasar………kalau ada panggilan kafir, maka tulisan ini adalah hasil dari pemikiran manusia super kafir……….

  • tohar  On 23 March 2014 at 20:38

    Jangan marah2 dulu bro,.. apalagi fanatisme buta..
    Kan penulis memberikan sumber referensinya,.. silahkan dibaca Hadits2 tersebut, kemudian simpulkan sendiri itu tulisan sekedar fitnah atau fakta..??
    Apakah anda juga akan mengatakan itu hadits2 palsu..??
    Gitu aja kok repot… be smart oke.?

    • nurul  On 7 April 2014 at 03:30

      Kenyataan itu gag bs di pungkiri, saatny tnya hati nurani mau ttp ato gag, sejarah kelam yg di rahasia kan terkuakakhirny

    • punto dewo  On 2 June 2014 at 09:04

      Beliau kan nabi kekasih Allah, ya logis dong kalau punya hak istimewa, termasuk hak untuk berbuat dosa.

    • Mr.Nunusaku  On 2 February 2015 at 03:28

      Loh menmyatakan kebenaran nabimu Muhammad kok marah..? dasar muslim otaknyab sudah di cuci tetap membelah nabi biadab bangsa Arab

  • Nfy  On 26 March 2014 at 06:19

    Ampe kaget bacanya. Sumpah ngawur banget. Maaf2 saja, Nabi Muhammad S.A.W TIDAK seperti yg anda tuliskan di atas ya..
    Wah… itu buku Referensinya yg tulis siapa sih ??? Yang Nulis cabul !! Ngga usah urusin agama lain deh… agama ndiri aja blom tentu benar.

    • ikben  On 13 February 2015 at 20:31

      koq ditanya referensinya mana?. bacanya pelan-pelan…jangan lupa yang digaris tebal dibaca.

  • tekateki  On 2 April 2014 at 00:39

    subhanallah..mereka telah mereka2 cerita mngenai nabi kita..mudah2an aja nggak ada yg lemah imannya untk mempercayai cerita karut ini.mereka sebenarnya cma mau org kafir bsangka buruk pada kita..ptutlah org2 kafir anti ama islam,cma gara2 mreka dkaburi dgan pembohongan mgenai islam..seperti ini…

  • yunita ayou rosita  On 4 April 2014 at 03:54

    kurang ajar yg memfitnah nabi gue dgn se enak prutnya…..nabi gue ngk sebejat yg kamu fikir….. Astaghfirullah knp ngk di hapus berita hoax kyk gini

  • ary widodo  On 5 April 2014 at 05:03

    astaghfirulloh….semuanya tidak benar cerita itu tidak sesuai ayat ayat alquran….semoga yang meyebar berita fitnah ini segera ber tobat…

  • enka menka  On 5 April 2014 at 08:08

    Astaghfirullah!! Setelah saya cek di tafsir jalalain suyuti, http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=66&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2

    Ternyata benar…

    • amir  On 7 April 2014 at 03:25

      Pait emg tp itulah kenyataanny

  • Agung Handko  On 5 April 2014 at 20:06

    komen2nya lucu2…
    benar/tdk tulisan tersebut, bisa tengok dari perilaku pengikutnya dimana islam berasal.
    bagaimana cara memperlakukan wanita, pembantu di anggap budak, dan sdh begitu selamanya…
    Repot amat sich 😀

  • ari  On 6 April 2014 at 08:27

    ini blog apaan sich ngakunya blog islam ato ini blog buatan org kafir yg mengatasnamakan islam sukanya mengadu domba memecah belah islam menjelek-jelekan umat islam smoga yg menulis menyebarkan fitnah diampuni ALLAH dan diberi hidayahNYA Aamiin…ALLAHU AKBAR !!!

  • so  On 7 April 2014 at 06:05

    ini orang ucapan sama perbuatan gak nyambung…. masa di uraian tulisan di atas nyebut nabi aja pake “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam”. Tau gak apa artinye….???? Kudu mgaji dulu yang banyakkkkk….. sama guru yang beneerr…. ngajinya jangan sama zionis…! atau munafikin. Emangnya ente udah berani sama api neraka??. Baru punya ilmu sedikit aja udah bekoar-koar di media internet. Ente bahlul & majenun…!!!

  • rian bkl  On 7 April 2014 at 18:17

    Ini blognya gembong kafir.. terserah kalian mau bilang apa semakin kalian menjelekkan islam semakin Allah menunjukkan kebenaran agamaNya. Tidak sedikit penganut agama kalian yg mau mencari kelemahan Alquran yg suci dengan mempelajarinya malah mendapat hidaiyah masuk keagama islam karena Alquran memang berasal dari Allah tidak seperti alkitab yg isinya monoton seperti novel. Satu orang yg murtad dari islam tidak sebanding dengan ratusan orang yg masuk islam.

  • Mr.Nunusaku  On 14 April 2014 at 03:53

    Muhammad berzinah mengapa tidak di Rajam saat Muhammad bersinah dengan babu hafsa Maryah….jawabannya mengapa Muhammad tidak dirajam ?

    Karena Allah SWT adalah kepala setan, dan anaknya setan adalah Muhammad bin Abdulah, apa yang Muhammad mau kepala stan Allah SWT ijinkan dalam perzinahan Muhammad de ngan siapa saja yang Muhammad kehendaki…?

    Karena Muhammad mempunyai kekuatan seksuel seperti 30 lelaki dewasa,
    Seksuelnya anak setan Muhammad harus dipenuhi, kalau gak Allah SWT kepala
    setan akan strees.

    Karena ALLah SWT harus tunduk kepada anaknya setan Muhammad dan Muhammad harus dimajnjakan dalam hal seksuel.

    Gitu aja kok report menilai apa yang Muhammad kehendaki…baca dong sejarah biaografi nabi seks suci ialam Muhammad.

    • nanang  On 20 April 2014 at 08:52

      Hidup ente gak akan bahagia di bumi ini, kita liat nanti ya bro..

    • nunusakusetan  On 21 February 2015 at 05:42

      maka di akhirat nanti lah kau akan mendapat kan balasan

  • Felix  On 14 April 2014 at 21:03

    Mau bantah apa muslim slain cuma mencaci maki org kristen yg ga ada hubungan dg apa yg dipost oleh penulis. Padahal referensinya bukan dr kitab2/sumber2 kristen atau yahudi, tapi ini bersumber dr kitab2 islam sendiri spt hadist sahih, tafsir, asbabun nuzul.
    Koment muslim2 ini malah bikin saya ketawa ngakak. Bukannya menguji & membuktikan brdasarkan referensi yg ada, ini malah ngamuk2…. haahahaha…

  • syam  On 16 April 2014 at 18:26

    agamaku ya agamaku
    agamamu ya agamamu

    lakuin yang terbaik
    gak usah saling celah
    inget ya?
    kebaikan dan keburukan sekecil biji sawi,pasti itu ada balasannya

  • nanang  On 20 April 2014 at 08:59

    Tulisan ini akan menjadi bahan bakar api neraka buat sang penulis.

    • Umar bin Khattak  On 24 April 2014 at 10:10

      Penulis artikel ini seorang murtadin yg pengetahuannya tentang islam sangat baik. Jika kalian keberatan dgn tulisannya, tunjukkan dgn dalil alquran bagian mana yg dianggap fitnah biar para kafir tidak menganggap benar tulisan diatas….

      • nano  On 28 April 2014 at 18:20

        Hai muslim…..sumpah serapah tanda tak mampu.
        Mengapa kalian masih melihat nabi muhammad sebagai teladan?????????????????
        Sia sia aja kalian membela nabi besar kontol itu. Sebab yg menghancurkan islam bukan orang lain tetapi ayat2 dan sunah/ hadist dari islam sendiri.
        Semakin kalian mendalami islam. Semakin kelamlah hidupmu.
        Semakin kalian meneladani nabi semakin kacaulah hidupmu.
        Bagian mana dari muhammad yg bisa jadi teladan ???????? Goblok.

      • nano  On 28 April 2014 at 18:38

        Saya senang sekali karena jaman sekarang kita bisa dg gamblang mengkritik semua agama.
        Inilah saatnya ” mendirikan agama di atas pasir dan mendirikan agama di atas batu atau tanah keras” akan teruji.
        Awas….internet
        Islam mulai mengharamkan internet.
        Takut…

        • pemimpi  On 29 April 2014 at 23:07

          iSLAM harusnya mengharamkan internet karna itu kan ciptaan kafier, tapi herannya umat ini sama dngan sifat allah swtnya si iblis dan rasulnya munafik, sisi lain kafier dan mengharamkan bautan kafier tapi mereka pakai juga karna allah swtnya adalah kairull makiriin (penipu terbesar) makanya dimana saja islam pasti disitu rusuh hancur

  • Bang kumis  On 11 May 2014 at 11:00

    Memang kocak ni umat muslim, sumber2nya jelas dari hadist dan alkoran, tapi bukannya dicross chek malah ngamuk2 sambil nyalahin agama tetangga..
    Kocak…
    Kocak…
    Wkwkwkwk..

    • koko  On 11 May 2014 at 14:36

      kamu agama apa mis? jawab dulu. jangan bersembunyi di balik ateis.. .

  • koko  On 11 May 2014 at 14:48

    maka nya kalau belum belajar Islam mendalam jangan ASBUN .kalau pun di temu kan kafir.. emang orang kafir bisa Bikin otak nya sendiri?? sekuat apa pun teknologi kamu.. kamu membutuhkan sumber daya… MINYAK BUMI.. dan itu sebagian besar di negeri muslim… dengan berbagai cara mereka mengemis, menipu, merampok, mengadudomba,

    itu gambaran se pandai pandai akal mu hanya terbatas minyak bumi, Tuhan ku sudah menunjuk kan kelemahan mu

    masalah internet kalau emang berguna Ngapain di haram kan.. kan bisa buat membantah si mulut rusak macam nano,kumis ,

    silah kan ber pusing pusing bikin teknologi nanti kami tukar sama minyak ciptaan Tuhan dah…

    wkwkwkwkwkwk

    • fika  On 1 March 2015 at 17:43

      @koko
      Bisa anda chek di kementrian ESDM negara yg memiliki sumber daya minyak terbesar 1 Amerika 2 Rusia 3 Saudi Arabia

  • kafirun  On 12 May 2014 at 20:56

    mengatakan suatu kebenaran berdasarkan fakta yg ada dikatakan fitnah. Islam memang tolol tidak tahu membedakan fakta kebenaran dgn fitnah. Muh saw telah mem-plagiat kitab suci taurat dan injil dan mengatakan taurat dan injil telah dirubah. Matilah islam sebab islam ajaran sesat

  • yuliati  On 13 May 2014 at 06:17

    Wahai nano, bang kumis, kafirun, umar bin khattak, Anda-anda ini getol sekali mempelajari islam, cinta Islam? eh benci islam sih; hati-hati Alloh Maha membolak-balikkan hati-jangan-jangan nanti seperti umar Bin Khttab bukan katak lo

  • koko  On 13 May 2014 at 06:48

    blog nya saja plagiat masih bilang soal fakta
    mau menipu orang muslim dengan nama blog nya
    masih berani bilang fakta
    awal nya saja dusta masih bilang soal kebenaran

    ckckckck ….parah╮(╯▽╰)╭╮(╯_╰)╭╮(╯3╰)╭╭(╯ε╰)╮ 

    bilang mau mematikan Islam tapi sampai detik ini pun selalu gagal dan gagal
    sampai kamu mati sendiri Islam masih tegak ..

  • Adek  On 9 June 2014 at 21:38

    Maha Benar Allah dengan Segala Firmannya,
    Allah maha mengetahui, Sungguh Allah maha mengetahui,
    Rasulku tidak Selicik orang yg menulis cerita ini,
    Rasulku tidak sehina orang yg Membuat Karangan ini

    APapun yg kamu katakan
    Kami tetap Merindukan beliau
    Apapun yg kamu fikirkan
    Nabi Muhammad S.A.W tetap Rasulku,

    🙂 Allah mengampuni mu,

  • Issa  On 12 June 2014 at 08:47

    @ para muslim
    Anda mengakui gak kalau muhammad sudah meniduri Mariyah?

  • YAN  On 21 April 2015 at 09:45

    mudah2han orang yg menjelek jelekan agama islam segera bertaubat karna alloh swt masih mau mengampuni orang2 yang mau bertaubat’wahai sahatbat ku jagan lah kalian terpacing dengan berita bertita yang tidak jelas itu ketahuilah kalian kalak hari pebalasan pasti ada untuk orang orang kafir kita doakan aja agar mereka masuk dalam golongan orang yang merugi dunia dan aherat biarlah alloh swt lah sediri yang menghukumnya…amin amin robal allamin.allohuallam.

    • Ikben  On 23 April 2015 at 08:32

      Bila ada tertulis dalam Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586 tentang
      alasan turunnya surat At-Tahrim, bahwa Muhammad menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah….. Apakah dengan membuka aib perbuatan nabimu berarti menjelek-jelekkan agama Islam?.

      Muhammad untuk menggauli budaknya Maria harus berbohong ke istrinya Hafsah…..Apakah dengan prilaku muhammad yang memberikan contoh “berbohong demi napsu berahi” berarti menjelekkan-jelekkan agama islam?.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: