Ini Kedua Kali, Pelaku Mesum Diperkosa di Aceh

TEMPO.CO, Lhokseumawe – Perkosaan terhadap pelaku yang tertangkap mesum atau khalwat merupakan kasus kedua di Aceh. Kasus pertama dilakukan oleh tiga personil polisi syariah Kota Langsa tahun 2010. Adapun kasus kedua terjadi Kamis 1 Mei 2014, delapan lelaki mencabuli dan memperkosa janda beranak dua setelah tertangkap berbuat mesum.

“Ini kasus kedua, masih ingat dulu tahun 2010 yang pelakunya oknum WH,” kata Wakapolres Langsa Komisaris Polisi Hadi Saeiful Rahman.

Berdasarkan catatan TEMPO pada Januari 2010 lalu pemerkosaan terjadi pada, Kamis 7 Januari 2010 siang. Korban dan teman prianya ditangkap pihak WH di Jalan Lingkar PTPN-I Langsa. Pasangan ini kemudian digelandang ke Markas Satpol-PP/WH Kota Langsa dan ditahan untuk proses pemeriksaan.

Pada Jumat 8 Januari 2010 pukul 01.00 WIB, ketika korban berada dalam ruang tahanan Markas Satpol PP/WH Kota Langsa, Gampong Tualang Teungoh, didatangi oknum polisi syariah/wilayatul Hisbah MN, 25 tahun, dan FA, 24 tahun, DS, 27 tahun. Ketiganya memperkosa korban.Untuk kasus ini dua tersangka sedang menjalani proses hukum sementara DS masih buron.

Pada Kamis 1 Mei 2014 dinihari di saat Kota Langsa giat mengkampanyekan pemberlakukan Syariah Islam, kasus pemerkosaan kembali terjadi. Korbannya seorang janda beranak dua setelah digrebek mesum di rumahnya di Desa Lhok Nbani, Kecamatan Langsa Barat dengan lelaki WA (41) yang diketahui sudah beristri. WA (41) diikat lalu Y dicabuli dan diperkosa oleh delapan lelaki berbeda umur dan profesi.Kasus ini sedang ditangani penyidik Polres Langsa. •

Sumber: Tempo.co

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • nano  On 7 May 2014 at 10:09

    Saya tidak kaget…..
    Pelaku perkosaan ini Islam sejati…..
    Pengikut muhammad tulen
    Meneladani nabi besar SAW

  • Bang kumis  On 9 May 2014 at 09:34

    Memang dalam islam, ada beberapa pelaku kasus perkosaan yang tidak dapat diadili bila dasar hukummya diambil dari sunahtulah di alkitabulah (ketetapan allah swt di alkoran) dan bukan hukum negara sebagai acuannya.
    Seperti kasus perkosaan seorang muslimin terhadap MANTAN ISTERInya.
    Adapun surah yang membebaskan pelaku perkosaan tsb dari hukuman allah swt adalah sbb :

    [QS 33:51 ]
    Kamu boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. DAN SIAPA-SIAPA YANG KAMU INGINI UNTUK MENGGAULINYA KEMBALI DARI PEREMPUAN YANG TELAH KAMU CERAI, MAKA TIDAK ADA DOSA BAGIMU. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu.Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.”.

    Maka seperti pernyataan bung Nano, Bang kumispun tidak kaget dengan ulah muslimin sejati yang mentaati sunnahtulah.
    Hehehehe…

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: