Menemukan Kebenaran Universal

Rambu Buang islam ke tempat SampahSebutlah nama saya Bhadrika.🙂

Saya lahir di keluarga Muslim. Dibesarkan dengan pengajaran Islam yang cukup kuat. Sejak umur 6 tahun, saya mengaji privat bersama seorang guru yang dipanggil ke rumah. Privat mengaji itu berlangsung hingga usia saya 18 tahun. Beberapa tahun pertama saya habiskan dengan mengkhatamkan Quran, mempelajari tajwid, dan mendengarkan cerita-cerita tentang Nabi. Setelah Quran khatam, saya dan guru saya mengulang kembali dari surat pertama. Kami membahas tiga ayat perminggu. Dibaca ayat dan artinya, kemudian dibahas bersama (Sebenarnya lebih tepat apabila dikatakan saya mendengarkan guru saya “ceramah” tentang ayat tersebut, saya lebih banyak diam).

Ketika memasuki usia sekolah, saya disekolah di sebuah sekolah swasta berbasis ajaran Islam. Bukan pesantren, memang, namun terdapat pelajaran Agama Islam dan Al-Quran. Tiap bulan Ramadhan, saya ditugaskan menghafal surat-surat pendek dan doa harian untuk disetorkan kepada guru agama. Saat memasuki usia SMP, saya dimasukkan ke sekolah dengan nama yang sama, kemudian mendapat tambahan pelajaran: Bahasa Arab. Kami juga selalu tadarus Quran tiap pagi sebelum memulai kelas. Apabila tidak tadarus, kami menjalankan shalat dhuha. Shalat Dzuhur diwajibkan berjamaah. Ketika SMA, kegiatan tak jauh berbeda. Hanya saja yang wajib bukan hanya Shalat Dzuhur berjamaan, melainkan shalat Ashar berjamaah pula.

Saya mulai mencoba mendalami ajaran Islam pada kelas 1 dan 2 SMA. Saya membaca Quran dan mendiskusikannya bersama teman-teman Mushola. Ah ya, saya sempat menjadi ketua Komunitas Pengkajian Islam dan anggota pengurus mushola. Nah, titik awal pencarian saya ialah ketika saya berkenalan dengan seorang teman di kelas 2 SMA. Ia seorang atheis dan amat mengagungkan sains. Obrolan dilakukan cukup sering. Hingga pada akhirnya, saya mempertanyakan agama. Pertanyaan-pertanyaan dasar memang, seperti mengapa Islam cenderung tak adil pada perempuan, misalnya. Oleh karena itu, pada kelas 2 SMA, saya tertarik untuk mengetahui bagaimana agama lain. Apakah Islam serupa atau justru amat berbeda ajarannya dengan agama-agama yang ada. Jadilah saya membaca Alkitab dan berdiskusi bersama beberapa teman Katolik dan Protestan. Saya juga mencoba membaca Tripitaka meski tak didiskusikan dengan teman beragama Buddha. Saat itu saya mulai berpikir bahwa kebenaran seharusnya bersifat universal. Sangat aneh apabila satu agama dapat memonopoli kebenaran..

Awal perkuliahan, saya bertemu dengan teman-teman yang lebih berpandangan terbuka. Jadilah diskusi mengenai agama dan tuhan makin sering dilakukan. Terlebih, saya berada di jurusan yang mengharuskan saya mengkritisi apapun. Pembicaraan yang berlangsung di kantin kampus tersebut dapat membahas beragam hal. Mulai dari agama secara teoritis, bagaimana tuhan menciptakan agama dan agama menciptakan tuhan, misalnya, hingga agama secara praktis, bagaimana perilaku mereka yang mengaku beragama namun tidak mencerminkan ajaran yang mereka anut dan yakini.

Kemudian, pertanyaan mulai muncul ketika saya mengobrol bersama beberapa teman kampus yang merupakan anggota forum studi islam. Pertanyaan saya hanya apabila Islam adalah agama yang paling benar, apa yang harus dilakukan oleh mereka yang terlahir sebagai bukan Islam? Mereka menjawab, mereka yang bukan islam ini harus mencari kebenaran hingga sampai pada agama islam. Kemudian ketika saya bertanya pada mereka apakah mereka pernah mencoba mencari kebenaran, mereka menjawab: untuk apa? Sudah jelas Islam yang paling benar. Jujur saja, saya tidak memahami bagaimana logika berpikir mereka.

Yang menjadi sorotan lain oleh saya ialah bagaimana umat Islam mengaku sebagai umat mayoritas namun dalam agamanya sendiri terjadi perpecahan yang amat parah. Tindakan yang dilakukan pada Ahmadiyah dan Syiah menjadi satu bukti nyata. Belum lagi permasalahan antar-agama lainnya. Pada akhirnya, menurut saya kebenaran ialah hal yang universal, namun pada saat yang sama ia juga amat sangat personal. Oleh karena itu, saya tak nyaman dengan umat dan ajaran yang amat sekterian. Saya mungkin sudah bukan Muslim. Saya tak tunduk dalam iman islam dan nurani saya terbebas dari monopoli kebenaran. Saya tak tahu bagaimana caranya murtad. Saya tak tahu apa yang harus dilakukan agar resmi keluar dari agama ini. Akan tetapi, saya tetap akan begini. Menjalani hidup tanpa paksaan dan kekangan Islam.🙂 •

Sumber: FaithFreedom.org Forum Indonesia

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • koko  On 7 May 2014 at 15:49

    1. anda lahir dari keluarga muslim kuat
    2. anda belajar Al quran dari guru panggilan
    3. anda masuk sekolah “basis Islam ” NAMUN terdapat ajaran Islam
    4. anda mendalami Al quran dengan MEMBACA DAN DISKUSI
    5. anda menjadi pengurus musholla dan pengkajian Islam
    6. anda berkenalan dengan ateis
    7. anda BERDISKUSI dengan ateis
    8, anda TERTARIK agama lain
    9. anda ber kesimpulan bahwa AGAMA ITU UNIVERSAL
    10. anda kuliah
    11. anda BERDISKUSI (lagi )dengan mahasiswa tentang para pelaku agama

    12. pertanyaan anda tentang apa yang dilakukan orang yang terlahir sudah Islam
    13. ANDA TIDAK PAHAM ALIAS B I N G U N G!!!!!
    14. anda memikirkan mengapa penganut Islam terpecah
    15. ANDA TIDAK TAHU cara menjadi seorang yang murtad,

    _
    BENAR BENAR TRACK RECORD YANG BURUK DAN BODOH..
    ◆SECARA TIDAK LANGSUNG MENGAKU ISLAM YANG KUAT (karena telah belajar bertahun tahun dengan guru panggilan )TAPI MURTAD
    ◆BELAJAR ISLAM BUKAN PADA TEMPAT NYA
    ◆MERASA PANDAI MAIN BUKA DISKUSI BAHKAN DENGAN ATEIS
    ◆AKHIR NYA DENGAN KEBODOHAN MENGAMBIL KESIMPULAN
    ◆ISLAM NYA MENEMPUH JALAN DISKUSI LAGI DAN LAGI
    ◆BERTANYA BUKAN PADA AHLI NYA
    ◆MENDAPAT JAWABAN YANG TIDAK TEPAT
    ◆AKHIR NYA ANDA MENJADI BINGUNG ALIAS BODOH
    ◆DAN ANDA BENAR BENAR MENJADI BODOH SAMPAI SAMPAI TIDAK TAHU BAGAIMANA KELUAR DARI ISLAM..,.,,,,,,.

    BUKTI NYATA KEBODOHAN YANG BERUSAHA DI PAMER KAN BERHARAP ADA YANG MENGAMBIL JALAN SEPERTI CERITA DIATAS

    NGGAK ADA ISTIMEWA NYA BAHKAN MENGGELIKAN

    • Bang kumis  On 11 May 2014 at 13:36

      Sdr.Bhadrika tidak bodoh, justru pintar karena telah mengetahui bahwa ajaran islam membuat dia bodoh dan hidup seperti kodok dalam tempurung.
      Diskusi dgn dunia luar telah membuatnya membuka mata dan mengetahui dunia luar.
      Dan adalah wajar, jika ia masih bingung untuk keluar dari ajaran sesat islam, karena RESIKOnya yang akan diterima adalah SREEEETT… GLODAAAKK..!!
      Hehehe…

      • koko  On 11 May 2014 at 15:58

        hanya orang bodoh yang nggak bisa melihat kebodohan yang jelas.

        sudah jelas aku di luar negeri wek wek wek
        . ini katak dalam tempurung teriak katak dalam tempurung

      • koko  On 11 May 2014 at 16:18

        RALAT: MOHON MAAF KEPADA KATAK ASLI… AKU SUKA SUARA KALIAN. SUARA KALIAN BEGITU MERDU DITENGAH HUJAN MALAM

        YANG AKU MAKSUD SUARA MANUSIA MULUT RUSAK SOAK NGGAK PENGALAMAN

        TERIMA KASIH

      • Marmar  On 11 May 2014 at 22:39

        @Koko: Anda di Luar Negeri ya? emang di luar negeri gak ada Katak dalam tempurung? di Luar Negeri malah lebih banyak lagi Katak2 Bodoh seperti anda. jangan2 anda seorang TKI yang sehari hari bekerja sebagai supir juragan Arab yang doyan ngerayap ke kamar TKW, atau jangan2 anda sedang ikut program JIHAD ke Nigeria bergabung dengan BOKO HARAM yang benar2 HARAM JADAH itu? selamat bung, anda berhasil memperjelas ke katak-an anda, karena katak-katak seperti anda tidak pernah tau bahwa Tuhan yang benar itu adalah Tuhan yang benar bagi semua mahkluk, Tuhan yang benar2 Tuhan tidak mengajarkan manusia menculik, menganiaya bahkan membunuh sesama manusia dengan bom bunuh diri, pedang dan pentungan, Tuhan yang benar2 Tuhan tidak pernah menyediakan bidadari cantik dan sexy untuk anda setubuhi di surga, Hanya Germo Neraka lah yang menyediakan wanita pemuas nafsu. Anda Bodoh bung, tapi kebodohan anda disebabkan anda masih mau berada dalam tempurung Islam yang pengap.

        • koko  On 11 May 2014 at 23:50

          disini ruangan ber AC mar ..anti pengap ..,,,wek wek wek

  • koko  On 11 May 2014 at 23:49

    emang kenapa ya mar… tki asal halal… kerja profesional.. nggak merampok nggak korupsi .,,masalah buat loh,,,, sudah tunggu komentar KOPLAK macam dari mulut nano dan si mis..
    tki kirim uang ke Indonesia roda ekonomi jalan… uang kamu mungkin berasal dari keringat para tki LOL

    siapa bilang di sini nggak ada katak,,OON
    main tebak salah lagi.. emang kerja di luar negeri cuma di Arab.. ketahuan BLOON nya kamu.,.wkwkwkwkwk
    ternyata sebodoh pendahulu nya

    kamu pikir nggak ada Islam dunia akan aman gichu ,,???? OON (⊙o⊙)

  • koko  On 12 May 2014 at 00:10

    si mar sok tahu..kalau masih meraba raba jangan main tebak ya… perkiraan kamu salah tahu.
    dan berita berita disini status nya MERAGUKAN karena berita nya dari grup PENDUSTA
    ateis emang tau dosa??

  • koko  On 12 May 2014 at 00:35

    ….Tuhan yang benar itu
    adalah Tuhan yang
    benar bagi semua
    mahkluk,Tuhan yang
    benar2 Tuhan tidak
    mengajarkan manusia
    menculik,(..tapi gembong nya melakukan pembantaian masal… ) menganiaya
    bahkan membunuh
    sesama manusia
    dengan bom bunuh
    diri, (….tapi gembong nya bikin bom nuklir… )pedang dan
    pentungan,(…tapi gembong nya bawa senapan mesin ) Tuhan yang
    benar2 Tuhan tidak
    pernah menyediakan
    bidadari cantik dan
    sexy untuk anda
    setubuhi di surga,(…tapi gembong nya negara Free sex.. )
    Hanya Germo Neraka
    lah yang menyediakan
    wanita pemuas nafsu (…pendeta kali nggak kawin… )

    …capek deh…

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: