Berzina Lalu Diperkosa 8 Orang, Wanita Ini Akan Dicambuk Polisi Syariah

Hukuman cambuk bagi pelanggar syariat barbar Islam.

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Malang nasib perempuan asal Aceh ini. Bagaimana tidak, ia diperkosa beramai-ramai setelah tertangkap basah tidur bersama seorang pria beristri.

Setelah itu, ia diserahkan kepada polisi syariah. Sesuai hukum Islam yang diterapkan di Aceh, perempuan ini akan dihukum cambuk.

Peristiwa itu terjadi pada pekan lalu. Awalnya, sebanyak delapan pria menggerebek kediaman seorang perempuan berusia 25 tahun di Langsa, Aceh Timur, karena ketahuan tidur dengan seorang pria yang telah beristri.

Tak hanya menggerebek rumah itu, kedelapan pria itu juga memerkosa si janda dan memukuli pria yang tidur dengan perempuan tersebut.

Selanjutnya, kedelapan pria itu menyiram kedua orang tersebut dengan air selokan, lalu menggelandang keduanya ke kantor polisi syariah setempat.

Kepala Kantor Hukum Syariah Langsa Ibrahim Latif mengatakan, perempuan itu dan selingkuhannya akan dijatuhi hukuman cambuk sembilan kali di hadapan publik akibat perbuatan mereka.

“Kami akan mencambuk keduanya karena melanggar syariah, khususnya berbuat zina,” kata Ibrahim.

Ibrahim menambahkan, kedelapan orang yang memerkosa perempuan itu juga akan dijatuhi hukuman sesuai dengan perbuatan mereka.

Sejauh ini, polisi sudah menahan tiga tersangka pemerkosaan, termasuk seorang anak berusia 13 tahun. Sementara itu, lima orang lainnya masih buron.

Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diizinkan menggunakan hukum syariah Islam sebagai upaya untuk memberi provinsi itu otonomi lebih besar demi mengakhiri separatisme yang sudah berlangsung puluhan tahun. •

Sumber: Kompas.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • yohanis  On 23 May 2014 at 00:42

    Itulah wajah syariah islam tdk heran

  • koko  On 23 May 2014 at 03:00

    Saat Kompas Berlaku CURANG dalam
    Pemberitaannya!
    Kemarin lusa saya cukup terhenyak saat membaca berita
    di Kompas.com berjudul “Diperkosa 8 Orang, Wanita Ini
    Akan Dicambuk Polisi Syariah” – yang ditulis oleh :
    Ervan Hardoko dan Editor : Farid Assifa dan bersumber
    dari AFP. Saya ingat betul berita tersebut menjadi itu
    jadi paling populer (banyak dibaca) pada hari Selasa
    Tanggal 6 Mei 2014.
    Ketika membaca sampai tuntas tulisan itu, saya malah
    semakin miris dengan prilaku wartawan media sebesar
    Kompas yang masih mau berlaku “curang” dengan
    menggiring opini negatif terhadap pemberlakuan hukum
    syariah di Aceh.
    Waktu itu saya ingin segera menanggapi tulisan tadi
    karena tidak adil dalam membuat berita. Indikasinya
    adalah tidak secara lengkap menuliskan kejadiannya
    sehingga “menggiring opini” agar pembaca mempunyai
    persepsi yang buruk terhadap hukum syariat islam di
    aceh. Sayangnya masih banyak pekerjaan dan tidak
    sempat membuat tulisan untuk menanggapi tulisan
    tersebut.
    Hari ini saya mencoba mencari lagi berita tersebut,
    ternyata sudah tidak menjadi berita yang paling
    Terpopuler, tetapi ketika saya mencoba menelusuri hal
    tersebut berita tersebut maka saya menemukan 2
    tanggapan dari Pembaca, satu dari Kompasiana yang
    ditulis oleh Zulfikar Akbar dengan judul “Saat Korban
    Pemerkosaan Dihukum Cambuk (Sebuah Dosa Media)”
    dan dari blog Suara Anda yang ditulis Blogger Kendal
    dengan judul “ Provokasi Berita di Media Massa Soal
    Hukum Syariah Islam di Aceh”
    Yang menjadi menarik adalah, setelah saya lihat lagi
    tautan di situs Kompas.com ternyata berita tersebut
    mengalami 2 Perubahan : Pertama , Judulnya Berubah
    Menjadi “ Berzina Lalu Diperkosa 8 Orang, Wanita Ini
    Akan Dicambuk Polisi Syariah” dan yang kedua , isi
    beritanya bertambah lebih banyak.
    Selain itu perubahan tersebut bisa dilihat dari 2 hal.
    Pertama, URL atau alamat tautan dari berita itu Belum
    diubah. Kedua, ketika saya mencoba melakukan
    pelacakan kecil-kecilan dengan melalui Mesin pencari
    Google dengan menggunakan kata kunci “Diperkosa 8
    Orang, Wanita Ini Akan Dicambuk Polisi Syariah” maka
    mesin Google masih menyimpan judul asli itu pada
    “temboloknya” dan bahkan berita itu tidak hanya
    nangkring di Kompas, tetapi juga di situs lain.
    Akhirnya saya tidak tahu perubahan itu apa setelah
    mendapatkan kritikan atau atas inisiatif redaksi sendiri.
    Berikut bukti-buktinya.

    http://www.hmcahyo.com/2014/05/saat-kompas-berlaku-curang-dalam.html?m=1

  • Bang kumis  On 23 May 2014 at 12:08

    Dari kasus pria wanita berzinah dan 8 pemerkosa diatas terlihat bahwa islam ingin menunjukkan ketegasannya dalam menegakkan aturan dan hukum islam dan menggiring publik untuk mempercayai islam telah berlaku adil dgn memberikan hukuman sebagai wujud tindakan nyata dalam menentang perzinahan.

    WAHAI WANITA2 MUSLIMAH yg membaca tulisan saya,
    apakah benar hukum syariah yg diterapkan berdasarkan dalil2 alkoran tsb ADIL dan BENAR bagi anda kaum muslimah atau kaum wanita islam ??

    Kita kaji ulang..

    Kedua pelaku perzinahan, 1 pria dan 1 wanita dihukum cambuk berdasarkan hukum syariah,

    TETAPI

    yg patut diperhatikan dan hal yg luput dari perhatian adalah bahwa ke 8 orang pelaku pemerkosaan ternyata tidak dapat dihukum berdasarkan hukum syariah
    (ISLAM)

    DAN

    harus dijerat dan dihukum berdasarkan delik hukum pidana/kuhp (NEGARA).

    Yg berarti tanpa adanya HUKUM NEGARA yang melindungi dan memberi keadilan bagi wanita tsb, maka ke 8 pelaku perkosaan so pasti BEBAS DARI HUKUMAN..

    Sekali lagi saya katakan :

    Tanpa adanya KUHP (hukum negara non syariah),
    maka PARA PELAKU PERKOSAAN BEBAS DARI HUKUMAN !!

    karena memang tidak ada dasar hukum syariah yg dapat digunakan untuk menghukum para pria PELAKU PERKOSAAN KECUALI PELAKU PERZINAHAN..

    Karena didalam hukum syariah, untuk dapat menjadikan pelaku perkosaan menjadi terdakwa dibutuhkan 4 orang saksi,

    adapun dalil alkoran sbagai acuannya sbb :

    “Apabila terjadi suatu kasus hukum, maka harus ada saksi di antara pihak-pihak yang berperkara. Dan saksi harus berlaku adil, jujur dan bertanggung jawab dalam kesaksiannya. Dan para perempuan yang melakukan perbuatan keji, di antara perempuan- perempuan kamu, hendaklah terhadap mereka ada EMPAT ORANG SAKSI di antara kamu yang menyaksikannya. Apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (perempuan itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. (An- Nisaa‘ [4]: 15).

    Hal senada terdapat juga pada Surah 24:4

    Adalah hal yg mustahil bila ke 8 orang pelaku perkosaan tsb akan menjadi SAKSI atas perlakuan bejat mereka sendiri..

    Sekali lagi
    IMPOSSIBLE..!!

    Jelas sekali didalam islam,
    derajat wanita sangatlah direndahkan dan tidak akan pernah mendapat keadilan.

    Bila kita berbicara HUKUM SYARIAH otomatis pasti kita berbicara ttg ISLAM !

    Itulah sebabnya banyak kasus perkosaan di negara2 yg menerapkan islam sebagai dasar hukum negara dalam segala aspek dan aturan, tidak pernah dilaporkan ataupun mendapatkan penyelesaian secara hukum.

    Pada beberapa kasus perkosaan yg pernah dilaporkan ke polisi syariah dibeberapa negara2 islam, bukannya mendapat keadilan, justru hukuman penjara yg didapatkan para pelapor wanita (korban perkorsaan) dengan tuduhan balik “BERZINAH” karena tidak dapat menghadirkan 4 orang saksi..

    APA IYA, SAAT LAGI DIPERKOSA, SANG KORBAN CALLING SANA CALLING SINI.. MANGGIL SAKSI2 BUAT MELIHAT AKSI PERKOSAAN TSB ??

    Pesan saya buat wanita2 muslimah yg tinggal di indonesia,:

    Andai anda adalah korban perkosaan,
    maka
    anda sangat beruntung, selama masih ada KUHP ataupun HUKUM NEGARA NON SYARIAH tetap diberlakukan, karena anda2 pasti tetap mendapat keadilan.

    TETAPI

    jika hanya ada satu dasar hukum saja yg diberlakukan yakni HUKUM SYARIAH atau HUKUM ISLAM,
    maka menderita lahir bathinlah anda..

    Dan saya jamin anda akan bernasib seperti ribuan TKW indonesia yg pulang kampung dalam keadaan hamil tanpa suami ataupun punya anak tanpa satupun pria yang mengaku sebagai ayah dari anak anda (FAKTA).

    Akhir kata,
    bila kalian berkata : saya hanya membuat fitnah dan opini kosong, silahkan pelajari lagi isi alkoran dgn perlahan dan sebaik-baiknya.
    Dan kalian tidak akan pernah menemukan dalil perkosaan kecuali dalil perzinahan.

    Bgaimana kalian akan mendapatkannya, bila memperkosa budak-budak saja DIHALALKAN didalam alkoran.

    Oleh sebab itu,
    uji lagi agama yg kalian anut, hilangkan kefanatikan buta,
    buka nalar dan fikiran, tanyakan pada diri kalian :

    APAKAH AJARAN ISLAM ADALAH KEBENARAN ?

    atau

    hanya ideologi ciptaan seorang manusia yg mengatas namakan seorang oknum yg tak terlihat (allah swt)demi kepuasan nafsu duniawi, menganggap wanita hanya sebagai pemuas nafsu seks dan SAMPAH !!

    Dan mengajarkan menjadi PEMBENCI dan PEMBUNUH sesama manusia atas nama menegakkan agama allah !!

    Memangnya agama allah swt belon tegak alias masih miring ya ??
    .
    Wassalam….

    • Bang kumis  On 23 May 2014 at 21:37

      “Kalau menurut Syariah Islam sih harusnya dihukum mati. Sebab Pemerkosaan itu adalah Zinah dengan pemaksaaan. Wanita yang tidak ingin zina, dipaksa untuk berbuat zina. Kalau dilepaskan dari Hukum Syariah Islam, keliru.
      Ibaratnya selain ada hukum perdata kan ada juga hukum pidana. Jadi jangan sampai Hukum Syariah Islam malah tidak berlaku bagi para pemerkosa”

      potongan tulisan diatas adalah kutipan dari situs islam http://kabarislamia.blogspot.Com/

      sang penulis mencoba bermuka dua dengan mengatakan
      “HARUSNYA dihukum mati”

      sang penulis diatas seakan-akan baru melihat adanya kasus pemerkosaan utk pertama kalinya selama hidupnya,,

      sang penulis seakan-akan ingin menyatakan bahwa telah terjadi kelalaian pada cendikiawan dalam membuat meletakkan pondasi hukum syariah, harusnya BEGINI dan TIDAK BEGITU..
      Padahal kasus perkosaan telah ada sejak beribu tahun yg lalu, seyoganya dasar hukum yg memberi keadilan bagi wanita tsb telah dirumuskan sejak kelahiran islam.

      sang penulispun berpura-pura ikut merasa prihatin atas lemahnya kebijakan syariah yg ditetapkan di aceh, dengan menutupi fakta yg sebenarnya bahwa;

      tiada dalil dalam alkoran yg dapat digunakan sebagai rujukan utk kasus perkosaan kecuali kasus perzinahan.

      Sang penulis mencoba menampilkan beberapa hadizt utk mendukung tulisannya..

      Dan hadizt2 yg ditampilkan sama sekali tidak menunjukkan adanya keterkaitan dgn kasus perkosaan,
      intinya hanya

      WANITA MENGAKU TELAH BERZINAH !!

      WANITA DIRAJAM AKIBAT BERZINAH !!

      Satu hal lagi yg luput dari pengamatan banyak orang adalah dalam dalil2 alkoran dan hadizt,yg berhubungan dgn kasus perzinahan adalah

      manusia yg disebut “WANITA”
      adalah yg menjadi pemicu topik bahasan sbagai pelaku perzinahan.

      Pada Qs 4:15 bila kita lihat asbabun nuzulnya maka akan terlihat bahwa pemicu turunnya ayat tsb adalah siti aisyah seorang WANITA.

      Demikian juga pada hadizt2 yg ditampilkan penulis diatas, terdakwa yg diceritakan adalah WANITA..

      Bila dalil perzinahan tsb dijadikan dalil perkosaan, maka akan timbul pertanyaan :

      apa iya wanita melakukan perkosaan terhadap pria ??

      Dan akhirnya FAKTApun menunjukkan bahwa HUKUM NEGARA NON SYARIAH yg berhasil memberikan keadilan bagi wanita korban perkosaan,
      dan bukan
      HUKUM SYARIAH !!

      Wahai WANITA2 MUSLIMAH, anda dapat melakukan cross chek atas kebenaran tulisan saya, dengan membaca semua asbabun nuzul alkoran, hadis2 shahih, maupun sirat nabi..

      Dan anda tidak akan pernah menemukan

      bahwa

      KAUM PRIA MUSLIM sebagai pemicu asbabun nuzul ayat alkoran.
      Anda tidak akan menemukan kaum PRIA MUSLIM sebagai tertuduh, sebagai pelaku awal, sebagai tokoh cerita PERZINAHAN didalam hadist dan sirat rasul.

      Kaum pria muslim hanya dianggap sebagai oknum yg melengkapi dalam kasus perzinahan, saat hukum syariah diberlakukan secara nyata.

      Akhir kata,
      sadarlah wahai kaum muslimah, anda tidak akan pernah mendapatkan keadilan secara hukum islam, bila anda adalah korban perkosaan.

      Bagaimanakah hukum islam dapat menghukum pelaku pemerkosaan,
      bila
      allah swt (tokoh ciptaan muhamad, menurut saya)
      MENGHALALKAN pemerkosaan terhadap budak2 wanita
      [QS 4:3]

      MENGHALALKAN
      pemerkosaan terhadap wanita yg berstatus mantan isteri.
      [QS 33:51]

      jadi dasar darimana, pelaku pemerkosaan dapat dihukum, didalam ajaran islam, bila hukumnya HALAL.

      Dan salah satu muslim diforum ini yg setuju menghalalkan pemerkosaan terhadap budak, dgn catatan “andai di dunia ini terjadi perbudakan lagi” adalah Bung @Koko, dan itu dapat dilihat dalam komentarnya pada artikel di forum ini yg berjudul :
      “Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah”

      jadi telah siapkah anda untuk diperkosa (dizinahi secara halal), tanpa pelaku perkosaan mendapat hukuman, wahai kaum wanita muslimah.. ??

      Jujurlah pada diri sendiri, dan janganlah terjerat pada usaha islam menutupi fakta kejahatan pada wanita didalam islam.

      Wassalam.. ..

  • Bang kumis  On 23 May 2014 at 21:19

    “Kalau menurut Syariah Islam sih harusnya dihukum mati. Sebab Pemerkosaan itu adalah Zinah dengan pemaksaaan. Wanita yang tidak ingin zina, dipaksa untuk berbuat zina. Kalau dilepaskan dari Hukum Syariah Islam, keliru.
    Ibaratnya selain ada hukum perdata kan ada juga hukum pidana. Jadi jangan sampai Hukum Syariah Islam malah tidak berlaku bagi para pemerkosa”

    potongan tulisan diatas adalah kutipan dari situs islam http://kabarislamia.blogspot.Com/

    sang penulis mencoba bermuka dua dengan mengatakan
    “HARUSNYA dihukum mati”

    sang penulis diatas seakan-akan baru melihat adanya kasus pemerkosaan utk pertama kalinya selama hidupnya,,

    sang penulis seakan-akan ingin menyatakan bahwa telah terjadi kelalaian pada cendikiawan dalam membuat meletakkan pondasi hukum syariah, harusnya BEGINI dan TIDAK BEGITU..
    Padahal kasus perkosaan telah ada sejak beribu tahun yg lalu, seyoganya dasar hukum yg memberi keadilan bagi wanita tsb telah dirumuskan sejak kelahiran islam.

    sang penulispun berpura-pura ikut merasa prihatin atas lemahnya kebijakan syariah yg ditetapkan di aceh, dengan menutupi fakta yg sebenarnya bahwa;

    tiada dalil dalam alkoran yg dapat digunakan sebagai rujukan utk kasus perkosaan kecuali kasus perzinahan.

    Sang penulis mencoba menampilkan beberapa hadizt utk mendukung tulisannya..

    Dan hadizt2 yg ditampilkan sama sekali tidak menunjukkan adanya keterkaitan dgn kasus perkosaan,
    intinya hanya

    WANITA MENGAKU TELAH BERZINAH !!

    WANITA DIRAJAM AKIBAT BERZINAH !!

    Satu hal lagi yg luput dari pengamatan banyak orang adalah dalam dalil2 alkoran dan hadizt,yg berhubungan dgn kasus perzinahan adalah

    manusia yg disebut “WANITA”
    adalah yg menjadi pemicu topik bahasan sbagai pelaku perzinahan.

    Pada Qs 4:15 bila kita lihat asbabun nuzulnya maka akan terlihat bahwa pemicu turunnya ayat tsb adalah siti aisyah seorang WANITA.

    Demikian juga pada hadizt2 yg ditampilkan penulis diatas, terdakwa yg diceritakan adalah WANITA..

    Bila dalil perzinahan tsb dijadikan dalil perkosaan, maka akan timbul pertanyaan :

    apa iya wanita melakukan perkosaan terhadap pria ??
    Dan akhirnxa Faktapun menunjukkan bahwa HUKUM NEGARA NON SYARIAH yg berhasil memberi keadilan bagi wanita korban perkosaan,
    bukan
    HUKUM SYARIAH !!

    Wahai WANITA2 MUSLIMAH, anda dapat melakukan cross chek atas kebenaran tulisan saya, dengan membaca semua asbabun nuzul alkoran, hadis2 shahih, maupun sirat nabi..

    Dan anda tidak akan pernah menemukan

    bahwa

    KAUM PRIA MUSLIM sebagai pemicu asbabun nuzul ayat alkoran.
    Anda tidak akan menemukan kaum PRIA MUSLIM sebagai tertuduh, sebagai pelaku awal, sebagai tokoh cerita PERZINAHAN didalam hadist dan sirat rasul.

    Kaum pria muslim hanya dianggap sebagai oknum yg melengkapi dalam kasus perzinahan, saat hukum syariah diberlakukan secara nyata.

    Akhir kata,
    sadarlah wahai kaum muslimah, anda tidak akan pernah mendapatkan keadilan secara hukum islam, bila anda adalah korban perkosaan.

    Bagaimanakah hukum islam dapat menghukum pelaku pemerkosaan,
    bila
    allah swt (tokoh ciptaan muhamad, menurut saya)
    MENGHALALKAN pemerkosaan terhadap budak2 wanita
    [QS 4:3]
    [QS 23 : 5-6]
    [QS 70: 29-30]

    MENGHALALKAN
    pemerkosaan terhadap wanita yg berstatus mantan isteri.
    [QS 33:51]

    jadi dasar darimana, pelaku pemerkosaan dapat dihukum, didalam ajaran islam, bila hukumnya HALAL.

    Dan salah satu muslim diforum ini yg setuju menghalalkan pemerkosaan terhadap budak, dgn catatan “andai di dunia ini terjadi perbudakan lagi” adalah Bung @Koko, dan itu dapat dilihat dalam komentarnya pada artikel di forum ini yg berjudul :
    “Membuka Nalar Muslim: Islam Itu Sudah Pasti Salah”

    jadi telah siapkah anda untuk diperkosa (dizinahi secara halal), tanpa pelaku perkosaan mendapat hukuman, wahai kaum wanita muslimah.. ??

    Jujurlah pada diri sendiri, dan janganlah terjerat pada usaha islam menutupi fakta kejahatan pada wanita didalam islam.

    Wassalam.. ..

  • su neo  On 26 May 2014 at 02:04

    Pandai kali ini situs meguatk atik kata2 , tp sayang tulisan lu menunjukan smakin kolotnya serangan anda , situs islam shahih bukan satu2nya situs pembodohan islam , tapi tinggal lihat saja , misionaris sperti anda yg menghalalkan semua cara akan hancur dg sendirinya

  • pemimpi  On 27 May 2014 at 21:24

    islam memang agama setan dan iblis, hanya iblis yang mengingkan syariat ditegakkan setalah itu maki kita punya harem 30-40 orang sampai kompleks harempun didirikan di arab saudi libya, irak sadam husein,,,,,,syariat untuk masyarakt yang bodoh dan buta uruf persis nabi dan allah swtnya

  • Mr.Nunusaku  On 2 September 2014 at 01:21

    Tetap ada pertayaan, Mengapa saat nabi Muhammad berzina dengan Maryah dirumahnya Hafsa gak dicampuk ?..? Hafsa sangat marah melihat babunya dingenjot oleh Muhammad….ada tertulis dalam hadis.

  • Bang kumis  On 3 September 2014 at 11:47

    DELIK KASUS
    ————-
    Muhammad dan mariyah (budak) melakukan perzinahan.
    Hafsah sang isteri nabi menjadi saksi mata atas kasus perzinahan tsb.
    TETAPI
    mengapa muhammad tak dapat dihukum cambuk ?

    JAWAB :

    1. merujuk kepada [Qs 4:3]
    maka mariyah yang berstatus budak adalah HALAL UNTUK DIGAULI
    *Halal artinya tiada dosa tiada sanksi/hukuman.

    2. Merujuk pada [Qs 4:15] untuk memperkarakan kasus perzinahan muhammad dan mariyah dibutuhkan 4 orang saksi mata.

    3. Merujuk kepada [Qs Annur : 4]
    “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik”.
    Maka hafsah dapat dihukum cambuk sebanyak 80x, bila memperkarakan kasus tsb.

    4.Merujuk pada [Qs 3:31] [Qs 3:132] [Qs 4:13] [Qs 4:59] [Qs 4:69] [Qs 8:1] [Qs 8:20] [Qs 24:54] [Qs 33:38] umat wajib taat kepada Muhammad dan allah swt.
    mengadili dan menghukum muhammad sama saja dengan mengadili dan menghukum allah swt.

    5. Merujuk kepada [Qs 4:65] dan [Qs 24:51-52] Siapa yang harus mengadili muhammad ? sedangkan pimpinan pengadilan dan hakim tertinggi pada saat itu adalah muhammad saw yang dibekingi oknum allah swt.

    6. Merujuk pada [Qs 33: 49-50] dan [Qs 66: 1-5]
    Tidak pernah sekalipun allah swt melarang muhammad dalam urusan berahi dan syahwat, malahan merestui dan sangat merekomendasikan muhammad dalam urusan ini.

    6. Merujuk pada [Qs 24 :63] umat wajib tutup mulut dan wajib tidak ikut heboh karena pasti akan mendapat sanksi azab yg pedih dan masuk neraka jahanam, jika memperkarakan kasus perzinahan tsb.
    Demikianlah point2 keberuntungan muhammad sang nabi cabul sehingga mampu lolos dari hukuman cambuk.

    Semua point2 telah direncanakan dan disiapkan secara struktural, sistematis dan masif oleh muhammad yg dibekingi oknum allah swt demi pemuasan berahinya yang tak terkendali.
    Memang sungguh enak dan nikmat jadi rasul allah swt.

    INILAH SISI LAIN PROFIL SANG NABI YANG DIAGUNG-AGUNGKAN OLEH UMAT ISLAM.

    ** Comment :
    sorry deh..
    Gak minat tuh punya nabi pemerkosa dan hobby selingkuh.
    Hehehe….🙂

    Wassalam….

    • Ikben  On 8 November 2014 at 15:59

      Orang yang mempunyai hati nurani dan akal sehat sudah pasti nggak ada minat untuk mengakui apalagi mempunyai nabi yang terbebas dari hukum karena “rujukan-nya” demikian.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: