Merasionalkan Pedofilia dalam Islam

Pedofil Muhammad dan AisyahOleh: Raymond Ibrahim •

Di awal bulan ini kita melihat – atau lebih tepatnya, sekali lagi diingatkan – bahwa Islam mengijinkan pedofilia dengan kedok “pernikahan”: Ulama terkenal Saudi Arabia, Dr. Salih bin Fawzan, mengusulkan sebuah fatwa yang menegaskan bahwa, tak ada usia minimum bagi para gadis untuk menikah, “bahkan meskipun mereka itu masih bayi,” dan bahwa satu-satunya kriteria, apakah mereka boleh menikah atau tidak adalah, “Apakah mereka sudah siap untuk dibaringkan dibawah pria yang menjadi suaminya, dan sanggup menanggung beban tubuh suaminya itu.”

Sementara praktek ini berbicara untuk dirinya sendiri, adalah hal yang menarik saat menyaksikan betapa banyak orang-orang Muslim yang membenarkan atau merasionalkan fatwa itu – atau bahkan menganggapnya sebagai sebuah sumber kebanggaan.

Sebagai contoh, perhatikan bagaimana ulama Muslim ini mendiskusikan pernikahan Muhammad dengan seorang anak kecil yaitu Aisyah, ketika Aisyah masih berusia 9 tahun. Bukannya merasa malu, ulama ini justru menggunakan kisah ini untuk membanggakan ‘kesabaran’ dan ‘kemurahan’ nabi. Terjemahan yang relevan adalah sebagai berikut:

Kisah bagaimana nabi menikahi Aisyah memperlihatkan pada kita aspek-aspek seperti, bagaimana nabi memperlakukan Aisyah, dan lebih penting lagi adalah aspek mengenai relasi antara suami dan isteri, untuk memperlihatkan bagaimana seseorang seharusnya memperlakukan isterinya, sama seperti yang dilakukan nabi kepada Aisyah.

Kita tahu bahwa ibunya Aisyah, menurunkan Aisyah yang tengah main ayunan, membawanya masuk ke dalam rumah, kemudian mendandani rambutnya dan mempersiapkannya untuk nabi, sehingga nabi bisa memasukinya (berhubungan seks dengannya) – dan semuanya itu ia lakukan pada hari yang sama.

Kisah yang disampaikan sendiri oleh Aisyah dalam Sahih Bukhari memberikan informasi pada kita, bagaimana ia membicarakan mengenai ibunya yang dengan tergesa-gesa mempersiapkannya dan kemudian ‘menyerahkannya’ kepada Muhammad, dan bagaimana Aisyah berkata, “tak ada yang lebih mengejutkanku daripada kedatangan Rasul Allah yang menemuiku sore itu.”

Ulama itu meneruskan:
Jadi bisa anda lihat, Aisyah sedang bermain-main dengan teman-temannya meskipun hari itu adalah hari yang sama dimana ia akan dibawa kepada nabi – dan setelah itu mereka bisa mempersiapkannya untuk nabi, sehingga nabi bisa berhubungan seks dengannya.

Sekarang, apa yang dapat kita lihat saat nabi menikahi Aisyah? Apakah ia pergi menemui Aisyah dan berkata “Nah ini dia, engkau telah menikah, sekarang engkau adalah seorang yang sudah besar, seharusnya engkau bersikap sebagai seorang wanita dewasa, engkau perlu melakukan ini dan itu; engkau harus melupakan boneka-bonekamu dan teman-teman seusiamu; engkau sekarang adalah seorang isteri dari seorang pria, engkau harus memperhatikan kebutuhanku, dan itulah kewajibanmu?

Tidak! (kata ulama itu). Nabi mengijinkannya untuk terus bermain dengan bonekanya – bahkan, nabi kadang-kadang memberinya sesuatu untuk bisa ia mainkan [hadis ini mempunyai detail-detail yang lebih banyak, termasuk bagaimana teman-teman Aisyah yang masih kecil akan “bersembunyi” ketika nabi mengunjunginya, hingga akhirnya nabi memanggil mereka untuk keluar dari tempat persembunyian.]

Perlu dicatat bahwa ulama ini mengutip hadis di atas dengan perasaan takjub – seolah-oleh hendak mengatakan,”Lihat, betapa toleran dan terbukanya pemikiran nabi kita!”

Pada kenyataannya, seluruh poin yang hendak disampaikan oleh ulama ini adalah, untuk memperlihatkan bahwa Islam, berdasarkan contoh yang diberikan oleh Muhammad, mengharapkan supaya suami-suami yang lebih tua bersikap sabar terhadap isteri-isteri mereka yang masih muda: “Suami yang lebih tua seharusnya tidak menuntut isterinya yang masih muda untuk berada pada tingkat kedewasaan yang sama dengan dirinya; sebaliknya, si suami seharusnya menurunkan levelnya, sebab ia sanggup melakukannya sementara isterinya itu tidak sanggup menaikkan levelnya.”

Sebagai “pria sejati” seolah-olah kedengarannya benar demikian, ini adalah contoh lain bagaimana para sarjana Muslim melihat gaya hidup Muhammad: sebab mereka tidak bisa mengecam atau mengabaikan praktek yang ia lakukan, sebaliknya yang dapat mereka lakukan adalah berusaha merasionalkan atau membenarkan apa yang diperbuat oleh nabi mereka – untuk menemukan hal yang baik dari setiap situasi yang melibatkan nabi mereka, tanpa menyadari setiap implikasi jelek dari perilaku nabinya itu.

Jadi, di sini kita menemukan seorang ulama Muslim yang berusaha keras untuk menemukan sebuah aspek positif dari perilaku pedofilia Muhammad – bahwa ia itu seorang yang sabar dan bersikap toleran pada isterinya yang masih dibawah umur itu – sementara pada saat yang sama, ulama Muslim ini mengabaikan inti dari apa yang diperbuat oleh Muhammad: bahwa kisah ini pada awalnya sesungguhnya dibangun di sekitar hasrat untuk menikmati hubungan seks dengan seorang anak yang masih kecil. •

Siap Murtad

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Momot  On 26 June 2014 at 20:01

    Coba anda renungkan hal ini Aisyah dinikahi Muhammad umur 6 tahun menurut Bukhari, tetapi ‘dikonsumsi’ oleh Muhammad umur 9 tahun kesimpulannya adalah, Aisyah memang masih terlalu kecil untuk sebuah pernikahan normal termasuk berhubungan dalam hal berhubungan sexual dengan lelaki paruh baya. dalam hal ini Baginda Rasul yang Mulia Muhammad melakukan perbuatan ijon kawin, ijon buah sudah biasa, tetapi ijon kawin dilakukan oleh Muhammad karena dia adalah nabi utusan Awloh sehingga jika seseorang membantah nabi palsu ini ini akan mendapat azab dari Awloh. Hal ini juga tertulis bahwa orang tua Aisyah sebenarnya sudah mewanti-wanti kepada Muhammad, bahwa antara dia dan Muhammad masih ada hubungan kekerabatan, tetapi karena Muhammad sudah terlanjur buta mata hatinya maka dia berkilah dengan menggunakan nama Awloh sekali lagi, inilah senjata muhammad yang paling ampuh untuk membodohi orang-orang pada masa itu. Itulah kejadian sesungguhnya. Ada ahli yang mengatakan bahwa Aisyah tidak mempunyai anak dikarenakan rahimnya rusak karena ‘rudal’Muhammad merusaknya. Masyallah.

    • andy  On 4 September 2014 at 21:28

      sesungguhnya kalian kalian yang saling menjelek jelekan, hujat menghujat, adalah yang sebenar benarnya setan!

  • Simple Man  On 7 July 2014 at 21:46

    SERIBU BAHKAN SEJUTA TEORI…. TENTANG SEBUAH KEBENARAN, SEMUANYA AKAN MASUK TONG SAMPAH DENGAN SEBUAH FAKTA KENYATAAN YG TAK TERBANTAHKAN (KECUALI UTK ORANG2 YG TELAH SAKIT JIWA/SINTING). KALAU TEORI TERSEBUT BERKHAYAL MENGAKATAKAN BAHWA MEREKALAH YG PALING BENAR, SEMPURNA DIRIDHO’I MAKA BUKA MATALAH… LIHATLAH PAKTA SEJARAH DUNIA INI SAMPAI KINI… YG TAK TERPUNGKIRI:
    1. SIAPA PENEMU/YG MENCIPTAKAN DAN MEMILIKI PERADABAN TINGGI (ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI) SEPERTI: LISTRIK, MESIN2, PESAWAT CANGGIH, KOMPUTER, INTERNET, SATELIT DLL…
    2. SIAPA NEGARA2 PALING MAJU, KUAT, KAYA, MAKMUR SEJAHTERA (DENGAN KESINTINGANMU KAMU BILANG ADALAH NEGARA2 KAFIR BESERTA ANTEK2NYA…
    3. TGL 14 MEI 1948 ISRAEL MEDIRIKAN NEGARANYA DGN SELURUH NEGARA2 ARAB MEMERANGINYA, TETATPI ISRAEL KOKOH SAMPAI KINI..
    4. TGL 5-10 JUNI 1967 SELURUH NEGARA2 ARAB BERSATU PADU MEMBANGUN KEKUATAN PERANG KEPADA ISRAEL, TETAPI HANYA DLM 6 HARI ISRAEL MEMPORAKPORANDAKAN SERTA MENGHANCURKANNYA, SEHINGGA SEJAK ITU LUAS ISRAEL BERTAMBAH LUASNYA LEBIH 2X LIPAT DARI SEMULA DAN SEJAK ITU NEGARA ARAB2 TRAUMA KETAKUTAN SETENGAH MAMPUS SEHINGGA TAK SATUPUN SAMPAI KINI YG BERANI PERANG SECARA TERBUKA, FACE TO FACE KECUALI HANYA KELOMPOK2 PERLAWANAN DGN MISIL2NYA ATAU BOM BUNUH DIRINYA…
    5. TAHUN 1980 S/D 1988 MERUPAKAN PERANG SESAMA ISLAM (SYIAH & SUNNI) YG MENEWASKAN LEBIH 1,3 JUTA JIWA UMAT MUSLIM… FAKTA SEJARAH, UMAT MUSLIM JAUH LEBIH BANYAK MATI DITANGAN SESAMA MUSLIM… KINI ISIS YG MENGKLAIM DIRINYA PALING ISLAMI TELAH MEMENGGAL LEBIH 1.700 ORANG PENGIKUT SYIAH & SUNNI DI KARBALA IRAK, SERTA MENGHANCURKAN RATUSAN MESJID SERTA BERSUMPAH AKAN MERATAKAN KA’BAH DGN TANAH…..
    6. NEGARA2 ISLAM ADALAH CONTOH NEGARA2 PALING KACAU & MISKIN SAMPAI KINI: IRAK, SOMALIA, AFGANISTAN, SURIAH, MESIR, PAKISTAN, SUDAN, YAMAN, BANGLADES, YAMAN DLL BAHKAN INDONESIA SBG SALAH SATU NEGARA TERKORUP….
    7. DLL BANYAK LAGI…
    JADI…, KALAU KAMU MERASA ISLAM PALING BAIK, BENAR, SEMPURNA DLL, COBA TUNJUKKAN SEDIKIT BUKTI NYATA (JGN MENDONGENG), ATAU LIHAT DIRIMU SEKARANG, DI RUMAHMU ADA TV/ELEKTRONIK, LISTRIK, AC,MOBIL, MOTOR.. PAKAIANMU, HPMU, MESIN YG MENCETAK QURANMU KOK ITU SEMUA PRODUK KAFIR/ANTEK2NYA..??? MATI2AN KAMU MENYANGKAL KELEBIHAN /KEUNGGULAN ORANG LAIN PADAHAL SETIAP SAAT KAMU NIKMATI.. INGAT…!!! HANYA KEBENARAN YG SELALU MENANG (FAKTA) DAN YG MEMBERI BUAH2 NYATA KEPADA KEHIDUPAN/PERADABAN YG TINGGI… JIKA KAMU BERUSAHA MEMUNGKIRINYA, MEMANG BENAR KAMU ITU DASAR DUNGU, IDIOT ATAU SINTING….!!!

  • Bang kumis  On 5 September 2014 at 10:04

    Bung @andi on 4 september 2014

    mengungkap fakta tentang prilaku yg tidak pantas dan perilaku yang bertentangan dengan moralitas, bukanlah berarti menjelek-jelekan.
    Tetapi itu merupakan tindakan yg harus dilakukan oleh orang yg masih mempunyai otak dan hati nurani sebagai manusia beradab, agar publik tahu bahwa hal tsb adalah tindakan AMORAL.

    Apakah dengan mengungkap fakta kejahatan sodomi yg dilakukan oleh habib assegaf adalah perbuatan berkategori menjelek-jelekkan dan menghujat ?

    Apakah dengan mengungkap fakta kejahatan penipuan yg dilakukan oleh ustadz guntur bumi adalah suatu tindakan yg berkategori menjelek-jelekan dan menghujat ?

    Apakah mengungkap fakta ttg guru ngaji yg mencabuli para santrinya juga adalah perbuatan berkategori menjelek-jelekan dan menghujat ?

    Lanjuuut…

    Seandainya anda adalah ayah dari seorang anak perempuan yg masih berumur 6 th dan seorang bapak berumur 53 th meminta anak perempuan anda yg masih bau kencur tsb untuk dijadikan istri dengan perjanjian bahwa anak anda akan tinggal serumah dan digauli nanti saat anak perempuan anda telah berumur 9 th.

    Apakah anda akan menerima bapak setengah tua tsb sebagai menantu anda ??

    Silahkan anda menjawab dengan kejujuran dari lubuk hati anda yg terdalam, terlepas dari dogma dan doktrin agama apapun.

    Banyak umat islam di asia tenggara khususnya di indonesia yg menolak hadist ttg pernikahan siti aisyah yg dibawah umur, walaupun ada yg tidak menolak seperti Syekh puji dan beberapa pimpinan ponpres di jawa timur dan madura.
    Tetapi dibelahan bumi lain tepatnya di timur tengah banyak ulama islam yg mengakui keshahihan hadists tsb sekaligus menerapkan sebagai dalil dari aturan yg memperbolehkan menikahi gadis dibawah umur.
    Mengapa terjadi demikian ?

    Tentu saja perbedaan kultur dan budaya antara indonesia dengan wilayah timur tengah yg berbeda.

    Sejarah Budaya dan kultur indonesia sangat kental dengan aroma tabu dan malu walaupun skr telah mulai bergeser ke arah tak tahu malu seperti kasus menteri agama Ali W terlibat kasus korupsi.
    Ditambah dasar hukum negara non syariah yg memblokir dan menimbulkan paradigma bahwa adalah tidak pantas, seorang bapak paruh baya menikahi gadis dibawah umur yg lebih pantas untuk menjadi cucunya.
    Belum lagi banyaknya serangan frontal dari komunitas nonmuslim yg mencemooh perilaku tsb.

    Hal2 diataslah yg membuat umat islam indonesia mati.- matian menolak hadist ttg kasus pedofilia tsb. dengan berbagai argumen dan takiyah untuk menutupi perilaku muhammad yg merupakan tindakan amoral dimata komunitas lain sekaligus memberi pencitraan kepada islam.

    Tetapi
    bagi saya dan komunitas2 nonmuslim, hadist2 tentang perilaku pedofilia muhammad dan siti aisyah adalah SHAHIH.
    Karena sumber berita langsung dari siti aisyah ra sendiri dan muhammad saw adalah manusia yg dibesarkan dalam kultur dan budaya arab barbar yang memang tidak memandang tabu pernikahan gadis dibawah umur.

    Dengan perilaku muhammad sebagai pedofil, dan muhammad sebagai panutan perilaku umatnya,
    bagaimana dapat dikatakan bahwa islam mengajarkan moral yang baik ??
    Bukankah itu mengindikasikan bahwa
    Islam hanyalah suatu ideologi yang berkedok agama tetapi semuanya bermuara kepada ambisi seseorang psikopat yang ingin memuaskan nafsu syahwatnya tanpa ada yang mampu menghalanginya dengan mengatas namakan seorang oknum abstrak (allah swt) dan ancaman2 azabnya yg tak pernah terbukti alias omdo.

    Justru fakta yg terlihat adalah muhammad dan kroni2 beserta umat islam kaffahnya yg membuat azab itu sendiri secara langsung kepada komunitas nonmuslim dari mulai kelahiran islam sampai dengan sekarang.

    Abu bakar baasyir, amrozi cs, imam samudra, abu bakar al baghdadi (ISIS) adalah orang2 yg lahir dan dibesarkan oleh islam, orang2 yg mengerti dan menguasai ilmu ttg alkoran, hadist serta fikih islam.
    Dan mereka telah dengan sempurna melaksanakan sunnatulah dan sunnahrosul ala islam sejati dan semuanya dengan bangga dan sadar mengatakan
    bahwa
    MEREKA ADALAH ISLAM !

    Ingat bung.!
    Tiada satupun pelaku kejahatan, kekerasan, pengrusakan, pembantaian yg meneriakkan yel-yel agamanya disaat beraksi kecuali ISLAM !
    Ya hanya ISLAM !!
    Sekali lagi,
    hanya ISLAM dengan yel-yelnya yg terkenal
    ALLAHUAKBAAR..

    Akhir kata,
    terlepas dari doktrin ketuhanan masing2 kepercayaan yg kadang2 sulit difahami serta tata cara ibadah yg berbeda .
    Kita dapat menilai suatu agama layak disebut agama atau tidak dengan menggunakan HATI NURANI untuk menilai MORALITAS yang diajarkan, implementasi nyata dari ajaran agama tsb yang
    MANFAATnya dapat dirasakan secara langsung oleh komunitas diluar agama tsb dengan tanpa adanya rasa pengkotakan dan diskriminasi atas nama agama.

    Apakah kalimat2 dibawah ini mencerminkan ajaran damai, bermoral dan beradab atau sebenarnya suatu pelecehan ??

    “Gue islam, elo kafir”
    “Gue benar, elo sesat”
    “Gue bersih, elo najis”
    “Gue hamba allah, elo seburuk-buruknya makhluk”
    “smoga elo mendapat azab yg sangat pedih dari allah swt,
    allahuakbaar..”

    anda dan pembaca sekalian telah melihat beberapa kalimat ala islam diatas.

    Renungkanlah dan fikir serta kaji lagi ttg ajaran islam, apakah layak untuk disebut sebagai agama atau tidak..

    Wassalam..

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: