PBB: ISIS Paksa Anak-anak Suriah Saksikan Eksekusi

GENEVA, KOMPAS.com — Sebuah hasil investigasi Komisi HAM PBB menunjukkan, aksi eksekusi publik, pemenggalan bagian tubuh, hukuman cambuk, dan penyaliban menjadi “menu” wajib setiap hari Jumat di wilayah Suriah yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

“Eksekusi di ruang publik menjadi pemandangan biasa tiap hari Jumat di wilayah Suriah yang dikuasai ISIS,” demikian laporan Komisi Penyelidikan HAM Independen PBB untuk Suriah.

Dalam laporan terakhirnya, empat anggota komisi investigasi membeberkan secara rinci kebrutalan yang dilakukan ISIS, termasuk pemenggalan terhadap anak-anak berusia 15 tahun, amputasi, dan pencambukan di ruang publik.

“Warga, termasuk anak-anak, dipaksa menyaksikan berbagai hukuman itu,” demikian ketua komisi investigasi, Paulo Pinheiro, dalam jumpa pers di Geneva, Swiss, Kamis (28/8/2014).

“Kelompok ini hanya menciptakan kehancuran dan ingin mencetak ulang kemanusiaan menurut imajinasi mereka, menebar malapetaka terhadap warga sipil, minoritas, serta merusak hak-hak dasar perempuan dan anak-anak,” lanjut Pinheiro.

Pinheiro menambahkan, jasad orang-orang yang dibunuh ISIS dibiarkan di ruang-ruang publik untuk menciptakn atmosfer ketakutan dan teror.

Dia menambahkan, ISIS yang mendeklarasikan sebuah Kekalifahan Islam di wilayah utara Irak dan timur Suriah diketahui merekrut dan melatih anak-anak berusia sekitar 10 tahun untuk ikut bertempur dan melakukan aksi-aksi bom bunuh diri.

Dengan demikian, komisi investigasi PBB ini menyimpulkan bahwa ISIS, yang memicu kemarahan dunia setelah mengunggah video eksekusi jurnalis James Foley, terbukti bersalah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Suriah.

“Meski demikian, ISIS tidak sendirian memonopoli kebrutalan dan kejahatan dalam konflik Suriah,” tekan Pinheiro.

Dalam laporan setebal 45 halaman yang mencakup periode 20 Januari hingga 15 Juli 2014, Pinheiro dan koleganya juga merinci kejahatan kemanusiaan dan kejahatan perang yang dilakukan Pemerintah Suriah dan kelompok-kelompok bersenjata lain di Suriah.

Menurut laporan itu, Pemerintah Suriah masih terus membunuh ratusan pria, wanita, dan anak-anak setiap pekan akibat penembakan dan pengeboman membabi buta, serta menyasar kawasan-kawasan yang dihuni warga sipil. •

Sumber: Kompas.com

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: