Apa Beda Kenabian Muhammad dengan Kenabian Lia Eden?

Satu cara untuk mengerti Islam dan sifat fanatik para pengikutnya adalah dengan cara membandingkannya dengan aliran kepercayaan (cult) lainnya. Di Indonesia, aliran yang cukup terkenal adalah Kaum Eden. Komunitas yang dipimpin oleh nabi mereka yang bernama Lia Aminuddin itu kini dianggap sesat oleh kebanyakan Muslim disini. Tetapi apakah mereka dapat dianggap sesat padahal Muhammad sendiripun DULUNYA SAMA(!) dianggap sesat oleh kaum yang membaca Kitab-kitab sebelumnya, satu dan lain hal karena baik Lia maupun Muhammad sama-sama tidak ada kuasa ilahinya, dan sama-sama tidak bisa membuktikan kenabiannya dari surga!

Oleh karena itu, mari kita membandingkan kedua pembawa aliran tersebut secara lebih cermat.

LIA EDEN

MUHAMMAD

Lia Aminuddin atau lebih dikenal sebagai Lia Eden (lahir di Surabaya, 21 Agustus 1947) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Kaum Eden yang kontroversial. Ibunya bernama Zainab, dan bapaknya bernama Abdul Ghaffar Gustaman, seorang pedagang dan pengkhotbah Islam aliran Muhammadiyah.

Kotham atau yang lebih dikenal dengan nama Muhammad (lahir di Mekah, 20 April(?) atau 29 Agustus(?) tahun 570) adalah pemimpin kelompok kepercayaan bernama Islam yang kontroversial. Ibunya bernama Aminah, dan bapaknya Abdullah, seorang Kuncen Kabah (penjaga Kabah) yang hidup dari penyembah patung-patung berhala di Kabah Mekah.

Pada umur 19 tahun, Lia menikah dengan Aminuddin Day, seorang dosen di Universitas Indonesia dan dikaruniai empat orang anak.

Pada umur 25 tahun, Muhammad menikah dengan Khadijah, seorang janda pengusaha wanita terkaya di Mekah.

Pada awalnya dia adalah seorang ibu rumah tangga yang menempuh pendidikan hanya sampai jenjang SMA dan sebelumnya mempunyai profesi sebagai perangkai bunga bahkan pernah mempunyai acara tampilan khusus mengenai merangkai bunga di TVRI.

Pada awalnya dia adalah seorang pemuda miskin yang tak punya apa-apa. Yang kemudian bekerja sebagai pembantu di bisnis Khadijah. Kehidupan Muhammad berubah setelah sang majikan mengangkat dirinya sebagai suami.

Menurut Lia (KLAIM), peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu dia melihat sebuah bola bercahaya kuning berputar di udara dan lenyap sewaktu baru saja ada di atas kepalanya. Hal ini terjadi sewaktu dia sedang bersantai dengan kakak mertuanya di serambi rumahnya di Senin pada 1974.

Menurut Muhammad (KLAIM), peristiwa ajaibnya yang pertama adalah sewaktu ia mengaku ada dua orang berpakaian putih datang padanya dengan baskom emas penuh salju, kemudian membelah tubuhnya dan mengambil gumpalan hitam lalu mencuci jantung dan tubuhnya dengan salju.

Menurutnya lagi, peristiwa ajaib kedua yang telah mengubah prinsip hidupnya terjadi pada malam 27 Oktober 1995 kala dia sedang sholat. Pada masa itu, dia telah merasakan kehadiran pemimpin rohaninya, Habib al-Huda, sebagai malaikat Jibril pada waktu itu. Setelah itu Lia Eden mengaku dia menerima bimbingan Malaikat Jibril secara terus menerus sejak 1997 hingga kini.

Menurutnya lagi, peristiwa ajaib paling dahsyat merubah prinsip hidupnya terjadi dibulan Ramadhan tahun 610 kala dia sedang bersemedi di Gua Hira. Pada masa itu, dia mengaku bertemu dengan makhluk gaib (tanpa perkenalkan jatidirinya), yang kemudian menghimpit dadanya hingga sesak, sebanyak 3 kali. Begitu takutnya, Muhammad pun lari kerumah menemui istri serta Waraqah, saudara sepupunya, yang berkata bahwa makluk gaib itu adalah Malaikat Jibril.

Selama dalam proses pembimbingan, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril menyucikan dan mendidik Lia Eden melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyatakannya kepada masyarakat atas perintah Jibril. Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak pernah berhenti hingga kemudian Tuhan memberi-nya nama Lia Eden sebagai pengganti namanya yang lama.

Selama dalam proses pembimbingan, ia mengatakan bahwa Malaikat Jibril(?) menyucikan dan mendidik Muhammad melalui ujian-ujian sehari-hari yang sangat berat, termasuk pengakuan-pengakuan kontroversial yang harus dinyata-kannya kepada masyarakat atas perintah Jibril(?). Proses penyucian itu menurut ia sangat berat dan tak berhenti hingga kemudian Allah mengutusnya sebagai rasul Allah.

Di dalam penyuciannya, Lia mengatakan bahwa Tuhan menyatakan Lia Eden sebagai pasangan Jibril sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Tuhan sebagai sosok surgawi-Nya di dunia.

Di dalam penyuciannya, Muhammad mengatakan bahwa Allah menyatakan Muhammad sebagai Nabi sebagaimana ditulis di dalam kitab-kitab suci sebelumnya. Dan ia mengatakan bahwa dialah yang dinyatakan Allah sebagai pembimbing manusia dan para jin ke jalan yang benar.

Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan penyakit. Dia juga telah mengarang lagu, syair dan juga buku sebanyak 232 halaman berjudul, “Perkenankan Aku Menjelaskan Sebuah Takdir” yang ditulis dalam waktu 29 hari.

Selain menganggap dirinya sebagai menyebarkan wahyu Tuhan dengan perantaraan Jibril, dia juga menganggap dirinya memiliki kemampuan bermujizat (?). Dia menyusun ayat-ayat menjadi buku versi Arab melengkapi kitab-kitab sebelumnya, Taurat, Zabur, dan Injil. Buku ini kemudian disebut dengan Al Quran, diselesaikan dalam waktu 22 tahun.

Pada 1998, Lia menyebut dirinya Imam Mahdi yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk membawa keamanan dan keadilan di dunia. Selain itu, dia juga memanggil dirinya Bunda Maria, ibu dari Yesus Kristus. Lia juga mengatakan bahwa anaknya, Ahmad Mukti, adalah Yesus Kristus.

Muhammad menyebut dirinya Nabi Terakhir yang muncul di dunia sebelum hari kiamat untuk menjadi suri teladan dan rahmat bagi semesta alam. Nabi-nabi Yahudi seperti Musa, Idris dan Yusuf, dianggap sebagai saudaranya. Dan Yesus Kristus adalah hakim yang akan mengadili manusia pada saat kiamat nanti.

Agama yang dibawa oleh Lia ini berhasil mendapat kurang lebih 100 penganut pada awal ajarannya, terdiri dari para pakar budaya, cendekiawan, artis musik, drama dan juga pelajar. Mereka semua dibaptis sebagai pengikut agama Salamullah. Karena Lia merupakan seorang penulis dan pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya.

Agama yang dibawa oleh Muhammad ini hanya berhasil mendapat kurang lebih 80 penganut selama 13 tahun pada awal ajarannya di Mekah. Penganut agama ini terdiri banyak dari para budak, golongan rendahan. Karena Muhammad merupakan seorang pendakwah yang handal, maka ia bisa meyakinkan orang mengenai kebenaran dakwahnya.

Pada bulan Desember 1997, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah melarang perkumpulan Salamullah ini karena ajarannya dianggap telah menyelewengkan kebenaran mengenai ajaran Islam. Kumpulan ini lalu membalas balik dengan mengeluarkan “Undang-undang Jibril” (Gabriel’s edict) yang mengutuk MUI karena menganggap MUI berlaku tidak adil dan telah menghakimi mereka dengan sewenang-wenang.

Kaum penyembah berhala di Mekah telah melarang dan mengucilkan para pengikut Rasulullah ini karena ajarannya dianggap telah mencela dan menghina kepercayaan masyarakat Mekah. Bahkan agama Rasulullah ini mengajarkan untuk membenci ayah, ibu dan saudara-saudara mereka jika belum mau masuk Islam. Kelompok ini kemudian hijrah ke Medinah, lalu berbalik dengan merampoki para pedagang Mekah.

Kumpulan Salamullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan masyarakat Jawa, mengenai mitos Nyi Roro Kidul yang didewakan sebagai Ratu Laut Selatan. Pada tahun 2000, agama Salamullah ini diresmikan oleh pengikut-pengikutnya sebagai sebuah agama baru. Agama Salamullah mengakui bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir tetapi juga mempercayai bahwa pembawa kepercayaan yang lain seperti Buddha Gautama, Yesus Kristus, dan Kwan Im, dewi pembawa rahmat yang disembah orang Tionghoa, akan muncul kembali di dunia.

Pengikut Rasulullah ini juga terkenal karena serangannya terhadap kepercayaan Nasrani, menolak kematian dan penyaliban Yesus Kristus, serta konsep ketuhanan yang ada pada diri Yesus. Kumpulan Perampok yang bermarkas di Medinah ini semakin lama semakin besar setelah sukses dalam beberapa perampokan, baik terhadap para pedagang Mekah, ataupun perampokan terhadap masyarakat Yahudi Medinah. Setelah berhasil merampok dan menguasai tanah Arab, kelompok ini melebarkan sayapnya untuk menguasai negara-negara tetangganya seperti Iran, Mesir dan Turki.

Sejak 2003, kumpulan Salamullah ini memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah benar adanya. Kumpulan yang diketuai Lia Eden ini kini dikenal sebagai Kaum Eden.

Sejak itu, pengikut Rasulullah memegang kepercayaan bahwa setiap agama adalah salah, dan hanya Islam-lah satu-satunya agama yang diakui Allah. Siapapun yang tak mau mengakui agama ini harus diperangi. Kepercayaan yang dibawa Muhammad ini terkenal sebagai Islam.

PERTANYAANNYA: MENGAPA MUHAMMAD DAPAT SUKSES DENGAN JUTAAN PENGIKUT, SEDANGKAN LIA EDEN TIDAK?

Jawabnya adalah argumentum ad baculum.

Argumentum ad baculum diartikan sebagai penggunaan ancaman kekerasan, sampai dengan pembunuhan untuk memaksa orang lain menerima pendapat, atau ajarannya.

Lia Eden tidak menggunakan ancaman kekerasan untuk memaksa orang lain mengakui dan menerima ajarannya. Lia Eden juga tidak mengancam mati para pengikutnya yang ingin murtad dan meninggalkan kepercayaannya.

Muhammad berbeda, kedamaian baginya hanyalah slogan-slogan kosong belaka. Pertama-tama Muhammad menakut-nakuti para pengikutnya atas nama Allah dan mengintimidasi yang tidak mau hijrah bersamanya ke Medinah. Kemudian ia juga mengancam membunuh jika ada pengikutnya yang ingin murtad dan meninggalkannya. Selama 13 tahun Muhammad berdakwah secara “non-pedang” di Mekah, ia tak berhasil memenangkan pengikutnya kecuali 80 orang saja. Namun di Medinah, dia merobah cara dakwahnya. Bukan lagi dengan kata-kata saja, melainkan dengan TEROR dan PEDANG. Dengan cara terror-pedang itulah selama 10 tahun saja(!) ia memenangkan seluruh jazirah Arabia dan orang-orang Arabnya. Ia berkata: “I have been made victorious with TERROR” (Shahih Bukhari 52.220). Saya telah dimenangkan (Allah) dengan terror!

Quran Sura 4:89
Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolong (mu), hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorang pun di antara mereka pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong.
.
Quran Sura 8:12
Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan (terror) ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

Lia Eden tidak memaksakan ajarannya kepada orang lain, baginya keyakinan berasal dari hati masing-masing orang. Lia Eden tidak memerintahkan memerangi orang-orang yang berbeda keyakinan.

Namun Muhammad berbeda, setelah hijrah ke Medinah, ia memerintahkan pengikutnya untuk merampoki orang-orang Mekah yang dulu telah melarang ajaran mereka. Setelah berhasil merampok orang Mekah, Muhammad mengalihkan sasarannya kepada orang-orang Yahudi di Medinah yang lebih kaya. Dengan bermodal kekayaan yang luar biasa besarnya dari masyarakat Yahudi, Muhammad mulai membentuk pasukan untuk memaksakan Islam kepada masyarakat yang telah dirampoknya.

Quran Sura 9:29
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka (Yahudi dan Nasrani), sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Bisnis perampokan dan pemaksaan agama yang dilakukan Muhammad dapat berhasil karena tidak ada pemerintahan ditanah Arab pada waktu itu. Tidak ada aparat atau polisi yang berusaha menghentikan tindakan barbar Muhammad ini.

Penggunaan kekerasan untuk memaksakan suatu paham atau ideologi yang dilakukan Muhammad dapat kita lihat pada tokoh besar dunia lainnya. Stalin, Mao Zedong, Kim Jung Il, Hitler, dan Saddam Hussein, adalah beberapa diantaranya. Entah apa jadinya dunia ini jika mereka juga mengaku nabi dan membawa ideologi bernafaskan ketuhanan. Untungnya hanya Muhammad yang melakukan itu. Dan kita semua akan menyaksikan bahwa setiap agama dan kepercayaan yang didirikan atas dasar kebencian, kekerasan dan pembunuhan, akan menemui nasibnya dionggokan mayat dan darah yang telah dicurahkannya! Berapa miliar liter darah manusia yang telah terkucur karena ajaran dan inspirasi Islam?

Dan diujung titik akhir zaman, ia yang menyalah-gunakan nama Allah, akan memanen apa yang ditaburinya: Neraka kekal! (QS 19:71). •

Sumber: Bacabaca Quran

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • mirza safarna  On 27 July 2015 at 03:10

    kenapa kalian menjelek2kan nabi muhammad hati2 lo nnti klian murtad…

  • arya prasetya  On 21 October 2015 at 15:50

    Semoga allah melaknat mu

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: