Seekor Hewan Memangsa Wahyu

Bagaimana mungkin perkataan ilahi dimakan oleh seekor kambing dan menjadi hilang selamanya, sementara Quran diklaim telah disimpan di sisi ALLAH di surga dan diturunkan kata demi kata dan huruf demi huruf?

Kita membaca dalam Quran Sura al-Hijr 15:9,

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُون

Ibn Maja melaporkan:
Aisyah mengatakan bahwa ayat-ayat dari Sura al-Rajm (perajaman) dan Sura al-Rada’a (kehamilan) telah diturunkan … dan lembaran kertas dimana ayat-ayat itu ditulis disimpan di bawah tempat tidurku. Kemudian Utusan Allah meninggal. Dan ketika aku sedang sibuk dengan urusan pemakaman, seekor binatang masuk dan memakan lembaran kertas tersebut, sehingga sebagian wahyu pun menjadi hilang. (Sunan Ibn Maja 3/1944)

Binatang itu disebutkan dalam bahasa Arab “dajin”, yang menurut Ibrahim bin Ishaq al Harbis menyebutkan “shal” yang berarti, sejenis kambing atau domba. Ada pakar lain yang menyebut dajin sebagai sejenis unggas.

Tapi, apapun jenis binatang yang memakan (menghilangkan) lembaran mushaf ayat quran tersebut, pokok persoalannya adalah bahwa ayat-ayat Quran yang berada di tangan kita hari ini ternyata tidaklah seutuh atau selengkap yang selama ini diyakini oleh kalangan Muslim awam yang kebanyakan tak tahu detil sejarah kanonisasi Quran mereka sendiri.

Aisha dilaporkan menyatakan bahwa saat nabi SAW hidup, sura 33 (al-Ahzab) adalah 3 kali lebih panjang daripada yang ada dalam mushaf Usman (Al Raghib al Isfahani, Muhadarat al Udaba, vol.4 p.434.; Suyuti, al Durre Manthur, vol.5 p.180.; Suyuthi, al Itqan fi ulum al Quran, vol.1 p.226.)

Kutipan dari Suyuthi:

Aisyah berkata, “Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAW SEBANYAK 200 AYAT, tetapi pada masa Usman menulis mushaf surah tersebut TINGGAL 173 AYAT SAJA.”

Maka Kami bertanya:

  • Kemanakah 27 ayat dari surah al-Ahzab yang raib itu?
  • Mengapa Usman hanya memuat 173 ayat dari 200 ayat yang seharusnya tercantum di dalam surah al-Ahzab?
  • Apakah Usman sengaja ataukah tak sengaja tidak memuat keseluruhan 200 ayat tersebut?
  • Mengapa ALLAH swt tidak melindungi ayat-ayatnya sebagaimana yang Ia janjikan dalam Quran Sura al-Hijr 15:9?

Terlebih lagi,

  • Jika Quran benar-benar berisi perkataan Ilahi, mengapa ALLAH membiarkannya dicerna dalam perut seekor hewan? •
Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: