Muhammad Wafat karena Diracun

Apakah itu tandanya bahwa Ia adalah seorang NABI PALSU?

Jangan kaget dengan judul TS diatas, itu soal biasa! Kalau Anda membantah, Anda tidak sendirian, masih banyak orang Islam yang lain berusaha seperti Anda ― Membantah jika Muhammad meninggal dunia karena racun.

Sayangnya, bantahan Anda akan segera terhenti disini, karena belum lama ini Ulama asal Arab Saudi sudah mengeluarkan Fatwa yang menegaskan bahwa MUHAMMAD memang WAFAT DIRACUN. Dalam Fatwa yang berjudul “Lajnah Da ‘imah Lil Buhutsil ‘Ilmiyyah Wal Lifta”. Para ulama itu menegaskan bahwa sebelum wafatnya, Muhammad pernah menyantap daging kambing beracun pemberian seorang perempuan Yahudi Khaibar. (Lihat Abu Yusuf Muhammad Zayid dan Syaikh Sa’id bin Wahf Al-Qahtani, Nabi Wafat karena di racun?, Penerbit: Mutazam, hlm. 234-235)

Wanita Yahudi yang menaruh racun di daging kambing untuk sang Nabi itu bukanlah wanita bodoh. Ia tahu apa yang ia mau! Dengan itu sebenarnya ia ingin membuktikan sesuatu dari sang Nabi, Boleh jadi, ia pernah terpikat dengan sang Nabi, Entahlah. Maka dari itu ia berkata kepada Muhammad, “Aku ingin tahu, apakah kau benar-benar seorang Nabi, yang jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau ternyata seorang Nabi Palsu, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu”. (Lihat Tabaqat Ibn Sa’d halaman 249)

Tantangan yang diberikan oleh wanita Yahudi itu tidak sembarangan. Orang yang dia tantang-pun bukan orang biasa. Ia seorang Nabi, utusan Allah, sebagai utusan Allah, Muhammad mendapat dukungan dari Allah. Allah berfirman dalam Qs 69:44-47;

[44] “Seandainya dia(Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, [45] Niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya, [46] Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. [47] Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami) dari pemotongan urat nadi itu.”

Lantas apa yang terjadi dengan Muhammad setelah memakan daging kambing kesukaannya itu? Konon katanya, Muhammad tidak melanjutkan santapannya karena paha kambing itu berbicara dan memberi tahu Muhammad bahwa ia telah ditaburi racun. Sayangnya pemberitahuan itu terlambat, sebagian daging kambing itu telah tertelan, bahaya racun-pun tak bisa dibendung, itulah sebabnya, menjelang akhir hidupnya, Muhammad memanggil istrinya yang paling muda (Aisha) dan ia berkata kepadanya:

“Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang ku makan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu” (Lihat Hadist Sahih Bukhari Vol 5, Buku 59, No. 713)

Kisah yang sangat menarik dan tragis, berangkat dari kisah yang menarik itu, Anda dan saya harus bisa menjawab pertanyaan utama di dalam judul TS diatas: “Apakah itu tandanya bahwa ia adalah seorang Nabi Palsu?”

Kalau Anda diposisi seorang wanita Yahudi tadi, kira-kira apa yang muncul dibenak Anda? Ya, tidak bisa tidak ― Anda harus menyimpulkan bahwa Muhammad adalah seorang Nabi Palsu sebab racun yang Anda taburi mengantar dia pada kematian. Tapi tunggu dulu, mungkin hanya kebetulan?

Bagaimana dengan firman Allah dalam Qs 69:44-47? Allah berfirman, “Seandainya dia(Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, maka sekali-kali tidak ada seorang-pun dari kamu yang dapat menghalangi Kami, dari pemotongan urat nadi itu“.

Lalu apa reaksi Muhammad? Muhammad berkata: “Aku merasa urat nadiku dipotong”.

Apakah Allah mendalangi kematian Muhammad lewat racun itu? Sekarang bagaimana Anda menyimpulkan peristiwa kematian Muhammad? Bukankah itu tandanya bahwa ia adalah seorang Nabi Palsu? Semoga Anda tercerahkan.

Salam Damai •

Sumber: Mengenal Kebenaran

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Bang kumis  On 3 February 2015 at 12:34

    Sebagai umat islam, jika dia adalah manusia yang cerdas
    maka
    menyelidiki kebenaran tulisan2 di blog ini adalah suatu tindakan yang wajib untuk dilakukan..

    Tidak dengan maksud menggurui,
    tetapi dengan Spontan menolak sambil mengatakan
    “fitnah” ataupun usai membaca lalu mengabaikannya bukanlah suatu tindakan yang bijaksana..

    Tulisan dan Opini ttg KPK vs Polri mungkin dapat kita abaikan, tetapi tulisan diblog ini tidak dapat diabaikan begitu saja, karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan anda sekarang dan selanjutnya, jika anda yg membaca adalah seorang MUSLIM..

    Berharap suatu keyakinan adalah benar dan dapat dibuktikan setelah kematian adalah perbuatan adu nasib ibarat mengundi dengan mata uang logam yang mempunyai dua sisi yg berbeda.

    Jika keyakinan itu benar terbukti, maka selamatlah anda, tetapi jika tidak ?
    Sia-sialah keyakinan anda dan tak ada waktu dan peluang untuk memperbaikinya lagi..

    Itulah sebabnya manusia dianugerahi akal, nalar dan hati nurani yg tidak dimiliki makhluk hidup lainnya..
    Yg dapat dipergunakan utk melakukan filterisasi dan analisa bahwa sesuatu perbuatan itu baik atau jahat, suatu ajaran agama baik atau jahat, Dan itu dapat dilakukan disaat kita masih hidup skrg ini, tak perlu menunggu kematian terlebih dahulu.

    Kadang kala suatu kejahatan dapat dibiarkan begitu lama terjadi dan dianggap suatu hal yg dapat diterima, walaupun sebagian dari mereka tahu bahwa hal itu bertentangan dengan hati nurani tetapi mereka tidak mempunyai peluang untuk menyuarakannya dan melawan,
    terlebih dibawah suatu ancaman..
    Tapi disuatu saat kejahatan itu pasti akan terungkap nyata dan kebenaran akan menyingkirkannya.

    Setiap manusia siapapun dia, mungkin dapat melakukan tindakan kejahatan seperti menyerang dan membunuh manusia lain, tetapi itu murni perbuatan kriminal dari diri sang pelaku sendiri yg harus mereka pertanggung jawabkan.

    TETAPI

    bila seseorang melakukan penyerangan dan pembunuhan terhadap manusia lain atas nama agama atau dengan kata lain sebuah agama yang memberi peluang utk melakukan tindakan kejahatan tsb ataupun memberi perintah untuk melakukan tindakan kejahatan tsb seperti kasus ahmadiyah, amrozi cs, imam samudra, ISIS dan terakhir pembunuhan atas redaksi dan karyawan majalah charlie hebdo (sebuah tulisan dibayar dengan nyawa),

    maka

    KEBENARAN AGAMA ISLAM PATUT UTK DIPERTANYAKAN..
    Saya pribadi belum pernah melihat umat dari agama agama lain yg begitu mudah tersinggung dan langsung melakukan penyerangan dan pembunuhan sambil meneriakkan yel2 agamanya (allahuakbar) seperti umat AGAMA ISLAM, disaat agama mereka dikritik..

    Sebagai ex muslim, Saya juga menemukan fakta bahwa hanya Islamlah satu2nya agama yang menyimpan dendam yang begitu besar atau DENDAM KESUMAT kepada suatu bangsa tertentu(yahudi) dan sebuah agama tertentu (nasrani).
    Secara moral dan spiritual, apakah dendam adalah ajaran yg baik ?

    Smoga sedikit komentar ini dapat menyadarkan muslim yg masih mempunyai akal, nalar, dan hati nurani sehat untuk mempertanyakan dan mengkaji
    kembali tentang KEBENARAN AGAMA ISLAM.

    Wassalaam..

  • setankau  On 21 February 2015 at 04:41

    Sadar lah azab pasti akan datang, maka bertaubatlah kepada ALLAH.SWT

    • fika  On 24 February 2015 at 15:28

      @setankau
      hanya itu yg dapat anda katakan?

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: