Menelusuri Keberadaan Nalar Muslim

Oleh: Duladi ⦁

Untuk teman-teman FB yang masih menganut Islam, coba kalian baca contoh ayat ini:

QS 49:2
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu [1], sedangkan kamu tidak menyadari.
.
Catatan kaki [1]. Meninggikan suara lebih dari suara Nabi atau bicara keras terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. Karena itu terlarang melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan.

Dari satu contoh ayat yang saya ambil di atas, terbaca dengan jelas bahwa Muhammad menginginkan agar pengikutnya bersikap lemah lembut terhadapnya.

Adakah di antara kalian yang tidak merasa KONYOL?
Apakah kalian sudah demikian tololnya sehingga mempercayai ayat di atas adalah FIRMAN TUHAN?

Dari mulut siapa ayat di atas keluar?
Dari mulut Muhammad, bukan?

Muhammad mengucapkan ayat, di mana konteks ayat itu adalah untuk kepentingan si Muhammad sendiri. Adakah kalian tidak NGAKAK melihat kedunguan orang-orang muslim Arab ketika itu yang percaya saja bahwa yang Muhammad ucapkan itu FIRMAN?

Masih sulit untuk mencerna?
Baiklah, ini contoh ayat berikutnya :

QS 33:53
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) [2], tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan.
Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
.
Catatan kaki [2]. Maksudnya, pada masa Rasulullah s.a.w pernah terjadi orang-orang yang menunggu-nunggu waktu makan Rasulullah s.a.w. lalu turun ayat ini melarang masuk rumah Rasulullah untuk makan sambil menunggu-nunggu waktu makannya Rasulullah.

Dan juga asbabun nuzul kalimat terakhir ayat di atas tentang pelarangan mengawini istri Muhammad:

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid yang berkata, “Suatu ketika, Rasulullah mendengar bahwa ada seorang laki-laki berkata, ‘Jika Rasulullah wafat maka sepeninggal beliau saya akan menikahi Fulanah (seraya menyebut nama salah seorang istri beliau). Sebagai respons terhadap hal itu, turunlah ayat,”Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah …

Ibnu Abbas juga meriwayatkan, “Ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki-laki yang bermaksud menikahi beberapa orang di antara istri Nabi sepeninggal beliau.” Sufyan berkata, diriwayatkan bahwa istri Rasulullah yang dimaksud adalah Aisyah.”

Dari Suddi juga diriwayatkan, “Kami mendengar bahwa Thalhah bin Ubaidillah pernah berkata, ‘Bagaimana mungkin Muhammad menghalangi kami untuk menikahi anak-anak paman kami sementara ia sendiri menikahi kaum wanita kami. Jika suatu saat terjadi sesuatu padanya, niscaya kami akan menikahi istri-istrinya sepeninggalnya.’

Sebagai responsnya, Allah lalu menurunkan ayat ini:

Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Abu Bakar dari Muhamamd bin Amru yang berkata, “Ayat ini turun sebagai respons terhadap ucapan Thalhah bin Ubaidillah, yaitu, ‘Jika nanti Rasulullah wafat, maka saya akan menikahi Aisyah”.

Apakah kalian masih tidak bisa mencerna KEDUNGUAN NALAR muslim yang dalam hal ini telah dikadalin oleh Muhammad dengan trik kanak-kanak?

Ayat-ayat di atas jelas untuk kepentingan Muhammad, dia cemburu ketika mendengar beberapa orang pengikutnya mengatakan bakal akan mengawini istri-istrinya setelah dia wafat.

Adakah di antara kalian yang masih mempercayai ayat itu adalah FIRMAN?

Dari mulut siapa ayat itu keluar?
Siapakah yang mengucapkan ayat itu?

Muhammad sendiri, bukan?

Masih tidak merasa kalau NALAR ISLAM itu DUNGU? ⦁

Sumber: Facebook Duladi Samarinda

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: