Ulama Arab Saudi: Suami Boleh Makan Istri Apabila Dia Lapar

Mufti Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah

BANJARMASINPOST.CO.ID – Ulama Arab Saudi Mufti Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah mengeluarkan fatwa yang memungkinkan seorang suami memakan istrinya apabila mereka lapar.“

Pria di Arab Saudi bisa makan istri mereka jika mereka menderita kelaparan yang parah,” ujar Syeikh Abdul Aziz al-Syeikh, seperti dikutip Mirror, Sabtu (11/4/2015).

Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah diduga mengeluarkan pedoman tersebut untuk memungkinkan suami untuk makan bagian tubuh istrinya dalam keadaan sangat ekstrem.

Ulama tersebut dilaporkan telah mengatakan, putusan dia mengeluarkan fatwa itu perpedoman pada ketaatan seorang perempuan kepada suaminya.

Keluarnya fatwa itu telah memicu keprihatinan besar tentang perlakuan buruk yang sudah terdokumentasi secara baik perempuan di negara itu.

Sebuah pernyataan dilaporkan dari kantor ulama mengatakan: “Sebuah fatwa dikaitkan dengan Mufti Arab Saudi, Abdul Aziz bin Abdullah, yang memungkinkan seorang pria untuk makan istri atau bagian tubuhnya jika suami itu menderita kelaparan parah, menimbulkan kekhawatiran dan perdebatan atas media sosial sejak kemarin malam.”

“Fatwa itu ditafsirkan sebagai bukti pengorbanan perempuan dan ketaatan kepada suami dan keinginannya untuk dua menjadi satu,” lanjut pernyataan itu.

Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah memang dikenal sering mengeluarkan pernyataan mengejutkan bagi berbagai pihak. Sebelumnya dia telah meminta semua gereja-gereja untuk dihancurkan di bawah hukum Islam.

Tapi fatwa barunya mengenai suami boleh memakan tubuh istrinya, belum muncul di situs resminya dan hingga kini belum konfirmasi legitimasi pernyataan yang telah dibuatnya itu.

Hak-hak perempuan di Arab Saudi memang terkenal langka. Hingga 2011 mereka dilarang menyalurkan suara dalam pemilihan umum.

Sejak awal 2015 ini semua perempuan yang menjadi presenter televisi harus mematuhi kode berpakaian Islam yang ketat.

Menurut pandangan dunia Barat, Arab Saudi memiliki catatan hak asasi manusia buruk, termasuk terhadap perempuan, dan perempuan dilarang pergi di mana saja di negara ini, atau bahkan membuka rekening bank, tanpa diantar laki-laki.

Hukuman untuk melanggar hukum tersebut termasuk harus dihukum cambuk di depan umum. ⦁

Sumber: Banjarmasin Post (Tribunnews Network)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • ikben  On 13 April 2015 at 22:25

    Syeikh Abdul Aziz al-Syeikh mencari sensasi dengan mempertontonkan kebodohannya sebagai seorang ulama dan membuktikan bahwa syariat islam itu diterbitkan begitu mudahnya sesuai selera pembuatnya.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: