Logika Islam Mengenai Perempuan

burkhaOleh: Duladi ⦁

Di negara Barat, perempuan tidak ketakutan keluar rumah dan mereka berpakaian seenaknya juga tanpa rasa khawatir.

Di dalam Dunia Islam, mana bisa perempuan merasakan hidup aman dan damai seperti itu? Keluar rumah, harus mengajak muhrim. Kalau tidak mengajak muhrim, mereka bisa diteror oleh polisi Syariah atau pria muslim.

Keluar rumah juga harus berpakaian ala lontong bin pocong. Kalau mereka tidak berpakaian seperti itu dan kecantikan mereka terlihat, maka mereka bisa menjadi bulan-bulanan para pria muslim yang ingin memberi “ganjaran” atas perilaku mereka yang dianggap “murahan”. Belum lagi jika mereka ditangkap oleh polisi Syariah.

Di negara Barat, tidak ada pelecehan seksual terhadap wanita dilakukan secara terang-terangan di muka umum. Kalaupun ada kasus pelecehan dan bahkan perkosaan, itu terjadinya di tempat tersembunyi atau sepi yang tidak diketahui banyak orang.

Di dalam Dunia Islam, pelecehan seksual dan bahkan bisa jadi perkosaan, dapat dilakukan secara terang-terangan di muka banyak orang, seperti yang kerap kita saksikan dari rekaman video kejadian pelecehan terhadap wanita di negara-negara Arab, seperti di Mesir dan Arab Saudi.

Masyarakat di sana bukannya melindungi wanita dari gangguan pria iseng, malah menjadikannya sebagai tontonan. Karena masyarakat di dunia Islam mendukung perlakuan buruk tersebut terhadap wanita yang dianggap “murahan” sebagai teror atau hukuman setimpal akibat pelanggarannya atas aturan Syariah.

Dari kejadian-kejadian tersebut, kita bisa melihat bahwa para wanita muslimah yang diteror itu bahkan sudah berpakaian ala lontong bin pocong, dengan JILBAB total, bukan jilbab ala biarawati seperti yang ngetren dipakai di Indonesia ini.

Dengan dasar ini, bagaimana kita bisa mengatakan bahwa pakaian dapat berperan mencegah pria mengganggu wanita?

Bukankah sumber malapetaka itu adalah MINDSET PRIA yang sengaja dibentuk oleh Islam agar berpikiran bahwa WANITA itu adalah AURAT?

Di dunia barat, sekalipun banyak wanita berseliweran di jalan-jalan umum, para pria tidak melakukan perbuatan tidak senonoh, karena di pikiran mereka tahu MENGHARGAI lawan jenisnya.

Tetapi di dunia Islam, mindset pria tentang wanita adalah bahwa WANITA itu AURAT.

Jadi sekalipun wanita membungkus dirinya agar tidak nampak kecantikan atau keseksiannya dengan JILBAB TOTAL, pria tetap ngaceng dan jantungnya berdetak lebih cepat bila melihat ada WANITA melintas di depannya.

Dalam hatinya, pria menjerit kegirangan, “Aduh, asyik nih, ada AURAT, ada AURAT.” Lalu timbul niat untuk mengganggu atau melakukan tindakan “sok mengatur” atau “sok menegakkan” hukum Syariah.

Itulah yang terjadi di DUNIA ISLAM.

Para pria di Dunia Islam bukannya melatih diri agar hidup bermoral, tapi sibuk dengan sikap “SOK NGATUR-NGATUR” wanita. Ini fakta.

Bahkan Aceh yang mulai menerapkan Syariah pun sudah memperlihatkan kebahlulannya dalam sikapnya yang SOK NGATUR-NGATUR wanita.

Satu contoh, cara duduk wanita di sepeda motor pun disorot dan diatur-atur. Wanita ndak boleh duduk ngangkang, tapi harus duduk menyamping. Katanya, kalau duduk ngangkang itu ndak sopan, mirip seperti sedang senggama.

Dasar otak ngeres, itulah gaya pikir pria sebagai EFEK SAMPING dari penerapan HUKUM BAHLUL.

Di negeri Syariah yang lain, lebih konyol lagi, perempuan dilarang makan pisang, karena pisang mirip alat kelamin pria, dikhawatirkan wanita menjadikan pisang sebagai alat masturbasi.

Gendeng ndak tuh !!!

Satu fakta yang sudah anda ketahui hari ini, di dunia Islam, para pria akan menjadi SOK NGATUR-NGATUR PEREMPUAN, sehingga tidak peduli dan lupa pd perilakunya sendiri yang bahlul dan amoral.

Jadi kembali lagi ke soal awal, benarkah PAKAIAN itu menentukan perilaku pria terhadap wanita?

Jawabannya TIDAK.

Buktinya di DUNIA ISLAM wanita sudah berpakaian ala ninja pun, pria tetap kuat niatnya untuk mengganggu perempuan muslim yang sedang berada di luar rumah tanpa muhrim.

Bukan PAKAIAN yang seharusnya kita sorot dan kita jadikan soal.
Tapi MINDSET PRIA, itu yang mesti kita benahi.

“Jangan atur bagaimana cara perempuan lain berpakaian, TAPI AJARKANLAH MORAL kepada muslim, mulai dari kanak-kanak sampai aki-aki, AJARILAH MEREKA untuk menghargai WANITA”

Kita harusnya sadar mulai sekarang bahwa ISLAM itu sengaja menciptakan MINDSET yang keliru di otak pria.

Kalau di otak kita sudah disetel bahwa WANITA ITU AURAT, maka sekalipun wanita dibungkus kayak lemper pun, ya tetap saja AURAT dan akan timbul keinginan di hati kita untuk MEMANGSANYA. ⦁

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Ikben  On 23 April 2015 at 08:06

    Ulasan yang relatif singkat dan mengena pada permasalahannya yaitu “cara berpikir” pria muslim yang telah terkontaminasi parah oleh ajaran dan perilaku nabi mereka yang selalu berurusan dengan seks.

Trackbacks

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: