Dunia Barat vs Dunia Islam

Penanya: Pak Duladi, apakah Islam lebih baik dari Barat?

Duladi: Kita diajarkan bahwa Barat itu penuh maksiat. Tapi sebenarnya kita umat muslim tidak lebih baik dari orang-orang Barat. Dunia Barat memang glamor dan tidak mempermasalahkan free-seks. Tapi Islam tak ada bedanya. Islam seolah-olah membenci keglamoran dan tidak menyukai wanita yang menampilkan kecantikan tubuhnya, padahal Islam lebih buruk lagi, para pria muslim dididik untuk menjadi PEMERKOSA WANITA SEKSI.

Barat, walaupun glamor, tapi masyarakatnya tidak mendukung PEMERKOSAAN terhadap wanita seksi. Pria yang mengganggu wanita akan dikucilkan masyarakat.

Hubungan sosial Barat vs IslamDunia Islam, tidak ada keglamoran, tapi angker. Masyarakat Islam mendukung para pria MEMPERKOSA WANITA SEKSI. Karena itulah di DUNIA ISLAM, wanita-wanita harus berhijab total (bukan kerudung lho!!!) untuk menyembunyikan kemolekan tubuhnya dan wajahnya.

Wanita yang sudah membungkus tubuhnya dengan hijab kalau masih kelihatan lekuk-lekuk tubuhnya, semisal pantatnya kelihatan menonjol, atau pinggangnya yang langsing seperti gitar terlihat, akan DIPERKOSA oleh pria muslim. Norma masyarakat dan Hukum Syariah berpihak pada PRIA.

Kita juga kerap menghina Barat sebagai sarang maksiat, penggemar free-seks. Sebenarnya kita tak ada bedanya. Free-seks Halal kok, asal sebelum “senggama”, adakan dulu ritual IJAB KABUL. Seperti yang Islam sediakan di Puncak Bogor itu. Dunia Barat masih menghargai wanita sebagai PRIBADI MANUSIA, tetapi Islam hanya memandang wanita sebagai AURAT, obyek jual-beli untuk kesenangan laki-laki. Sangat jarang laki-laki baik di dunia Barat memiliki koleksi istri lebih dari satu. Tetapi di dunia Islam, apa yang disebut sebagai LAKI-LAKI SHOLEH, ia akan memiliki banyak istri, belum termasuk gundik-gundik (budak seks).

Dunia Barat, menentang KEKERASAN. Islam sebaliknya. Dunia Islam menerapkan Hukum Rimba. Kekerasan dijadikan hobi. Masyarakat beradab membenci kekerasan dan tindakan main hakim sendiri. Tetapi Islam mendidik muslim agar suka melakukan kekerasan secara beramai-ramai. Makin banyak orang yang ikut andil dalam melakukan aksi kekerasan tersebut, nama Awloh makin menggema dan di situlah Awloh mengalami ORGASME, kenikmatan nafsu angkara murkanya. ⦁ (DS)

Sumber: Ketika Islam Diungkap

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: