Mengabaikan Islam Berarti Membuka Peluang Kehancuran

Penanya: Ada seorang teman berkata, “Tidak bisakah kita membiarkan saja Islam berkembang tanpa mengobok-oboknya?”

Duladi: Sudah ribuan kali manusia lengah terhadap Islam dan akhirnya celaka. Kita tidak seharusnya mengabaikan Islam, karena itu sama halnya kita lengah.

Semua orang harus waspada terhadap Islam!

Kalau kita membiarkan Islam, apa jaminannya bahwa besok atau besok lusa tidak ada BOM meledak? Apa jaminannya bahwa besok atau besok lusa tidak ada rumah ibadah umat lain yang dirusak atau ditutup? Apa jaminannya bahwa besok atau besok lusa tidak ada pelaku pedofil? Apa jaminannya bahwa besok atau besok lusa tidak ada lagi orang-orang seperti Aceng Fikri?

Jika tanpa Islam saja pelaku kejahatan dan kebobrokan moral pasti ada di manapun dan pelakunya tahu bahwa dirinya salah, apalagi dengan adanya Islam yg memotori umatnya agar melakukan kejahatan dan penyimpangan etika, bukankah ini berbahaya?

Kalau pelaku kriminal dan pelanggar etika di luar Islam tahu dan sadar bahwa dirinya bersalah, tetapi muslim yang menjadi pelaku kejahatan dan pelanggar etika justru merasa dirinya BENAR karena dia melakukannya sesuai SYARIAH. Inilah yang berbahaya.

Apakah kita akan terus mengabaikan Islam dan berusaha untuk lupa bahwa di dekat kita ada agama setan yang mempengaruhi umatnya melakukan kejahatan sebagai bentuk ibadah?

Betapa mengerikannya, ketika ada orang membunuh orang lain dan dia merasa melakukan itu sebagai tanda bakti untuk tuhannya.

Apakah kita mau terus lengah dan tidak berusaha untuk waspada terhadap bahaya ini?

Apa jaminannya kalau Islam tidak diusik maka besok atau besok lusa tidak ada teroris?

Apa jaminannya kalau Islam tidak dibahas maka besok atau besok lusa tidak ada pelaku-pelaku penyimpangan moral seperti para pelaku kawin siri (kumpul kebo) dan hidung belang?

Mau sampai kapan fakta-fakta itu ditutupi dan coba dibela bahwa itu semua adalah oknum yang salah tafsir terhadap ajaran Muhammad?

Muhammad sendiri juga melakukan semua kejahatan tersebut, mosok Muhammad itu dikatakan oknum padahal dia adalah PENDIRI ISLAM?

Mosok seorang pendiri ajaran salah tafsir terhadap ajaran yang dibuatnya sendiri?

Siapa yg berani menjamin bahwa besok atau besok lusa Islam tak lagi bikin ulah?
Siapa?

Wallahuallam bishawab… Hanya tembang Alam yang bisa menjawab.

Akhirul Kalam
wabillahi taufiq wal hidayah
wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Sumber: Facebook – Duladi Samarinda

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: