Jangan Mencari Bukti Muhammad Nabi dari Kitab Orang Lain

Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW

Jangan mencari bukti Muhammad nabi dari kitab orang lain, gunakanlah al-Quran sebagai rujukan yang pasti benar

Orang yang mengaku bernama Amr menulis catatan di akun FB-nya, menantang pembaca, untuk berani menunjukkan siapakah Nabi yang seperti Musa yang dinubuatkan di Ul 18:18, “seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.”

Dari tulisannya Amr mengatakan yang dimaksud adalah Muhammad.

Mengapa Muslim sibuk mencari pembuktian bahwa Muhammad sudah dinubuatkan dalam Kitab Yahudi? Tidak lain karena Muhammad mengaku sebagai penerus dari sederetan nabi-nabi Yahudi. Sebenarnya tidak sulit untuk mengatakan bahwa apa yang diaku Muhammad hanyalah kibulan semata, dari 24 nabi yang diaku Muhammad sebagai nabi sebelumnya termasuk Daud dan Salomo, kedua orang itu dalam kitab Yahudi bukan nabi tapi raja Israel.

Juga ada Muslim yang sibuk mencari-cari kesalahan Alkitab untuk mengamini bahwa apa yang dikatakan Muhammad bahwa Taurat dan Injil sudah dipalsukan dan al-Quran-lah yang benar. Sebenarnya upaya yang didasari provokasi Muhammad adalah sia-sia, mudah sekali membuktian bahwa Muhammad yang buta huruf tidak paham Taurat dan Injil. Yang sederhana saja bahwa di Taurat tikus termasuk binatang yang diharamkan sedangkan Muhammad di dalam al-Quran hanya memasukkan babi, sudah jelas menunjukkan bahwa Muhammad tidak paham mengapa binatang-binatang itu diharamkan dan seperti kita ketahui tikus lebih berbahaya dibanding babi sebagai bahan makanan.

Untuk membuktikan apakah Muhammad seorang nabi atau bahkan penjahat dapat digunakan al-Quran yang merekam tingkah laku Muhammad selama hidupnya. Kata-kata di dalam al-Quran berasal dari mulut Muhammad dan dari kata-kata itu kita dapat mengetahui apa yang dilakukan Muhammad selama hidupnya. Mungkin Muhammad sewaktu melantunkan ayat-ayat itu tidak sadar bahwa di kemudian hari justru ayat-ayat itu akan menunjukkan bahwa dia bukanlah seorang nabi yang membawa kebaikan bagi kehidupan manusia. Mari kita lihat dua saja perbuatan tidak terpuji yang dilakukan Muhammad yang terekam di al-Quran.

Muhammad merampas harta orang lain

Karena kesulitan hidup di Yatrib (Madinah) setelah hijrah dari Mekah, Muhammad beserta pengikutnya melakukan penjarahan terhadap kafilah sukunya sendiri yaitu suku Quraisy yang sedang dalam perjalanan ke Syria. Tetapi peristiwa itu tidak dicatat di dalam al-Quran karena itu kita kesampingkan saja.

Sebelum melakukan penjarahan Muhammad pernah mendatangi salah satu suku Yahudi yang sudah lama tinggal di Yatrib, minta diakui sebagai nabi, mungkin pikirnya dengan diakui sebagai nabi maka masalah hidupnya beserta pengikutnya tidak menjadi sulit. Ternyata permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh orang Yahudi karena tidak mungkin ada nabi dari orang Arab. Setelah upaya penjarahan terhadap suku Quraisy berhasil dan kemudian timbul perang dengan suku Quraisy di Sumur Badar yang dimenangkan Muhammad, timbul keberanian Muhammad untuk bersikap lebih tegas kepada Yahudi, suku yang pernah menolaknya sebagai nabi itu diusir dari Yatrib tanpa boleh membawa harta mereka dan harta yang ditinggalkan dirampas oleh Muhammad untuk dibagi-bagikan kepada pengikutnya. Kejadian ini dicatat di dalam al-Quran.

QS 59:2. Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama[1463]. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.
.
[1463] Yang dimaksud dengan ahli kitab ialah orang-orang Yahudi bani Nadhir, merekalah yang mula-mula dikumpulkan untuk diusir keluar dari Madinah.

Perampasan itu jelas kejahatan, tidak bisa dibenarkan hanya karena Muhammad mengaku mendapat perintah dari Allah Swt. Setelah itu perang terus berlanjut karena suku Quraisy tidak bisa membenarkan jalur perdagangannya menjadi tidak aman. Suku Quraisy mengirim pasukan untuk menghancurkan Yatrib. Tapi penyerbuan itu juga tidak berhasil menghancurkan Muhammad beserta pengikutnya. Setelah orang Quraisy kembali ke Mekah, satu suku Yahudi yang dituduh bersekongkol dengan orang Quraisy dibantai, semua laki-laki yang sudah tumbuh bulu kemaluannya dibunuh dengan pedang. Kejadian itu juga dicatat di dalam al-Quran.

Muhammad membantai orang Yahudi

QS 33:26. Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizhah) yang membantu golongan-golongan yang bersekutu dari benteng-benteng mereka, dan Dia memesukkan rasa takut ke dalam hati mereka. Sebahagian mereka kamu bunuh dan sebahagian yang lain kamu tawan[1210].
.
[1210] Sesudah golongan-golongan yang bersekutu itu kocar-kacir, maka Allah memerintahkan Nabi untuk menghancurkan Bani Quraizhah (Ahli Kitab) dan menghalau mereka dari benteng-benteng mereka. Kemudian seluruh laki-laki yang ikut berperang dibunuh, perempuan dan anak-anak ditawan.

Kisah itu diceritakan dalam Kisah hidup nabi berdasarkan sumber klasik ditulis oleh Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din).

“Pagi harinya, Nabi memerintahkan agar menggali parit yang panjang, dalam, dan sempit di lokasi pasar. Kaum Pria, semuanya kira-kira tujuh ratus orang —menurut beberapa pihak lebih dari itu dan menurut yang lain kurang— dibagi dalam beberapa kelompok kecil, dan setiap kelompok di suruh duduk di sepanjang parit yang akan menjadi tempat pemakaman mereka. Kemudian Ali, Zubayr, dan para sahabat lain yang lebi muda memenggal kepala mereka, masing-msing dengan sabetan pedang. Ketika Huyay berjalan ke pasar, ia menoleh kepada Nabi yang tengah duduk bersama para sahabatnya… (Hal. 441)”

Pembantaian itu sangat kejam, mengapa tidak diusir saja seperti Bani Nadir dan alasan Allah Swt memerintahkan pembantaian itu juga tidak mungkin bisa diterima sebagai pembenaran.

Perlu disarankan kepada Muslim agar tidak perlu bulak-balik membaca Alkitab mencari kesalahan untuk membenarkan omong kosong Muhammad bahwa Taurat dan Injil palsu dan juga perlu disarankan kepada Muslim yang berusaha mencari bukti di dalam kitab Yahudi bahwa Muhammad adalah kelanjutan nabi-nabi Yahudi, nabi adalah bagian dari budaya Yahudi, tidak ada nabi dari India atau bangsa lain karena cerita Perjanjian Lama di dalam Alkitab hanya untuk orang Yahudi dan tidak berlaku bagi bangsa lain. Bahwa Muhammad bukan nabi karena kejahatan yang pernah dilakukannya dapat dibuktikan dengan mudah dengan menggunakan al-Quran yang ayat-ayatnya keluar dari mulut Muhammad. ⦁

Sumber: Memahami Perbedaan Islam

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: