Islam Meracuni Pikiran Umat yang Bodoh

Oleh: Duladi ⦁

QS Ar-Rahman 56-59:
[56] Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. [57] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [58] Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. [59] Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
.
Fiihinna qaashiraatuth-tharfi lam yathmitshunna insun qablahum walaa jaannun Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
Kaannahunnal yaaquutu wal marjaan(u) Fabiai-yi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)

Kesimpulan dari ayat-ayat di atas adalah: “Jangan kau dustakan tentang bidadari di dalam surga dengan segala keistimewaannya.”

Karena tidak seorang pun muslim — termasuk Muhammad — pernah ke surga menyaksikan bidadari itu, maka ayat-ayat di atas tidaklah benar sama-sama sekali. Hanya sebuah doktrinisasi dengan kalimat desakan yang berulang-ulang — “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan” — agar setiap muslim mengakui telah melihat tentang apa yang tidak pernah dilihatnya.

Islam telah meracuni akal pikiran umat yang bodoh. Alquran telah mendoktrin semua muslim ke dalam ketidakbenaran, untuk menerima yang tak benar yang seakan-akan benar. Cara itu berhasil, dengan teknik doktrin kalimat yang diualang-ulang.

Syurga Mesum Islam ala Muhammad

Khayalan mesum Muhammad tentang surga bersama bidadari.

Muhammad TAHU PERSIS bagaimana WATAK BEJAD para pengikutnya, sehingga Muhammad SENGAJA memasukkan DONGENG AMORAL tersebut ke dalam Alquran. Muhammad tahu persis, para pengikutnya PASTI akan ngaceng selamanya dan terbuai ALAM PIKIR CABULNYA.

Teknik “mengulang-ulang yang ndak benar sehingga seakan-akan benar dan akhirnya DITERIMA sebagai suatu KEBENARAN”. Inilah teknik andalan Islam.

Muslim harus berulang-ulang mengucapkan:

“Asyhadu an-la ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasullullah”.
(Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah).

Bahkan kalimat syahadat ini merupakan Rukun Islam nomor satu dari lima kewajiban muslim itu.

Karena telah diucapkan berulang-ulang sejak kecil maka tidak ada lagi muslim yang merasa telah tertipu dengan dua kalimat syahadat itu, yaitu MENGAKU BERSAKSI tentang apa yang tidak pernah disaksikannya!

Kalau sejak tahu bicara orang-orang diwajibkan secara berulang-ulang mengucapkan misalnya: “Aku bersaksi bahwa setelah mati aku akan menjadi seekor kambing”, maka semua orang itu akan percaya pada kalimat yang telah biasa diucapkannya itu. Namun muslim merasa tidak setuju karena mereka tidak pernah mengucapkan kalimat itu.

Namun tidak ada muslim yang merasa janggal bersaksi tentang Awloh dan Muhammad padahal tidak pernah disaksikannya sekali saja pun, karena mereka telah diwajibkan mengucapkannya berulang-ulang sejak masa kecilnya.

Agar muslim percaya kepada Awloh yang menjanjikan bidadari dan kepada Muhammad dengan segala kelakuannya sebagai utusan Allah, maka setiap muslim pada semua zaman dan pada semua generasi diwajibkan mengucapkan syahadat secara berulang-ulang, mengaku bersaksi akan apa yang tak pernah disaksikannya!

Karena Non muslim tidak wajib dan tidak berulang-ulang mengucapkan kalimat itu, maka Non muslim jelas mengetahui bahwa setiap muslim telah dipaksa ke dalam ketidakbenaran!

Sederhana bukan? ⦁

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Jika berasal dari Al Qur'an dan hadits shahih pasti benar  On 27 July 2015 at 10:06

    Didunia aja banyak yg kita percayai ada, tp kita ga prnah melihatnya. . . Angin, udara, kentut, nyawa dll itu smua ada tp ada yg melihat wujudnya???

  • Jika berasal dari Al Qur'an dan hadits shahih pasti benar  On 27 July 2015 at 10:07

    Melihat ALLAH, Surga, Bidadari ketika sudah di akhirat. . .

  • Jika berasal dari Al Qur'an dan hadits shahih pasti benar  On 27 July 2015 at 10:10

    Meyakini ALLAH ada dgn melihat ciptaanNYA, , , bumi dan mahluk2 lainnya. . .

  • Jika berasal dari Al Qur'an dan hadits shahih pasti benar  On 27 July 2015 at 10:13

    Contoh : gadget yg kamu pakai buat ngeblog, , ,pasti kamu percaya ada yg membuat/merakitnya walau kamu GA MELIHAT ORANG YG MEMBUAT/MERAKITNYA!!! Sederhana bukan?

  • ikben  On 28 July 2015 at 12:01

    Memang sungguh malang para muslimin/mah yang harus mengulang-ulang kalimat syahadat sehingga merasa benar-benar telah sebagai saksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.

    salah satu arti “saksi” adalah “orang yang MELIHAT atau MENGETAHUI sendiri suatu peristiwa (kejadian)”

    Dapatkah para pengikut ajaran Muhammad, di abad sekarang ini juga MELIHAT dan MENGETAHUI sendiri kejadian 600 tahun yang lalu?.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: