Azab: Hujan Badai di Mekkah, Crane Jatuh, Ka’bah Digenai Air Bak Kolam

TRIBUNNEWS.COM, MEKKAH — Hujan badai yang melanda Masjidil Haram di Mekkah Arab Saudi, Jumat (11/9/2015), mengakibatkan alat berat (crane) jatuh dan menimpa jemaah haji yang sedang beribadah.

Sebanyak 65 107 jemaah haji dari berbagai negara tewas akibat insiden ini. Hujan badai disertai angin kencang itu membuat Ka’bah digenangi air.

“Ka’bah banjir ya Allah. Air mengalir dari talang emas saat ini ya Allah, ” ujar Politisi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, yang sedang menjalani ibadah haji di Mekkah, Jumat(11/9/2015).

Dewi Aryani saat ini masih berada di hotel di depan Masjidil Haram. Ia sempat mengabadikan foto Ka’bah yang digenangi air melalui siaran langsung stasiun televisi di Arab Saudi.

Dalam foto tersebut, terlihat air menggenangi bagian atas Ka’bah. Atap Ka’ bah pun terlihat menyerupai kolam.

Mayat-mayat bergelimpangan tertimpa crane yang roboh akibat badai hujan di Masjidil Haram.

Sebelumnya, Dewi Aryani yang juga sedang menjalankan ibadah haji ini menceritakan kesaksiannya detik-detik saat angin kencang merobohkan crane di Masjidil Haram, Mekkah.

Saat itu kata Dewi, mendadak bertiup angin kencang bersamaan derasnya hujan.

“Saya ambil foto dari kamar hotel Jam 17.38 sore waktu Mekkah ada badai, angin air, butiran es, debu. Badainya kencang banget. Masya Allah, lindungi kami ya Allah,” ujar Dewi.

Dewi mengatakan saat angin dan badai yang terjadi di Mekkah ia mendadak mendapatkan kabar dari temannya ada crane yang roboh. Saat itu kata temannya banyak jemaah haji yang sedang menjalankan ibadah di Masjidil Haram. Ia pun bersama sang suami langsung beringsut memastikan kabar tersebut. ⦁

Sumber: Tribunnews

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Ikben  On 13 September 2015 at 05:51

    Membuktikan bahwa sesuatu yang manusia anggap tempat suci didunia dan allah pasti menjaganya adalah kebodohan cara berpikir.
    Alam menunjukkan sedikit dari kedahsyatannya atas sepengetahuan(seizin) Allah penciptanya, maka kerusakan dan kematian yang terjadi.

    Tidak ada tempat suci dan tidak ada tempat Allah bersemayam didunia ini, selain didalam kehidupan setiap manusia ciptaanNya. Karena itu hiduplah suci (kudus) sebab Allah suci (kudus) dimana Ia akan berkenan hidup didalam kehidupan manusia.

    Allah hanyalah sejauh seruan doa umatNya, sebab dimana manusia berseru kepadaNya dengan hati yang merendah dan hancur, maka disaat itulah Allah hadir…itulah tempat Allah yang suci dan dimana Ia akan menjaganya, yaitu hati manusia yang berserah kepadaNya.

    Allah adalah Roh dan Ia akan berdiam didalam roh manusia ciptaanNya yang mengakui dan berserah kepadaNya.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: