Siswi Kerasukan Saat Baca Ayat Syaitan

Siswa SMKN 2 Lhokseumawe kerasukan saat belajar di ruang kelas sekolah tersebut, Kamis (10/9). Akibat kerasukan beberapa siswa di sekolah itu, aktifitas belajar terpaksa di hentikan oleh kepala sekolah. SERAMBI/ZAKI MUBARAK

LHOKSEUMAWE — Puluhan siswi SMKN 2 Lhokseumawe, Kamis (10/9) kemarin, mengalami kerasukan saat akan dilaksanakan doa bersama dan membaca Yasin, di halaman sekolah. Akibatnya peristiwa pukul 10.00 WIB itu, semua siswa sekolah tersebut diminta pulang, untuk menghindari semakin banyak siswi yang kerasukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, selama ini kerasukan memang sering dialami oleh siswi di sekolah tersebut. Namun, biasanya hanya satu atau dua orang. Seperti yang terjadi pada Rabu, 9 September 2015. Saat itu, hanya dua siswi yang kerasukan.

Karena seringnya siswi di sekolah itu mengalami kerasukan, pihak sekolah mengagendakan acara doa bersama dan membaca Yasin, pada Kamis pagi kemarin. “Tapi sebelum Yasinan dimulai, dua siswi sudah kerasukan di ruang belajar. Sehingga langsung dibawa ke ruang guru untuk diobati,” kata Kepala SMKN 2 Lhokseumawe, Husaini, kepada Serambi.

Selanjutnya, sesuai agenda, sebut Husaini, acara doa bersama dan Yasinan dilanjutkan di halaman sekolah. Namun, tambah Husaini, baru beberapa menit kegiatan doa bersama itu dimulai, para siswi satu per satu mulai bertumbangan dan kerasukan. Jumlahnya mencapai 20-an orang.

Melihat kondisi itu, para siswa lainnya langsung diperintahkan untuk meninggalkan sekolah dan pulang ke rumah, agar tidak ikut kerasukan. Apalagi siswa sekolah tersebut didominasi oleh perempuan. “Sudah kami koordinasikan ke Dinas Pendidikan, bahwa aktifitas belajar mengajar terpaksa kami hentikan, untuk mengantisipasi agar tidak bertambahnya siswa yang kerasukan,” ujar Husaini.

Ditambahkanya, para siswi yang kerasukan itu, sempat diobati di sekolah dengan memanggil orang pandai. Saat sudah sembuh, para siswi tersebut langsung dibawa pulang oleh keluarganya yang datang ke sekolah. Proses pengobatan itu berlangsung hingga pukul 12.00 WIB.

Hari ini, aktifitas belajar mengajar akan berlangsung seperti biasa. Sesuai agenda, Yasinan juga akan dilaksanakan kembali pagi ini. “Agar kejadian ini tak terulang lagi, kami juga akan duduk bersama orang-orang pandai. Mana yang cocok nanti akan kami lakukan,” katanya. ⦁

Sumber: Serambi Indonesia (Tribunnews Aceh)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Ikben  On 12 September 2015 at 07:18

    Sungguh kasihan para pelajar tersebut yang rata-rata hanya pandai melantunkan ayat quran tetapi tidak sepenuhnya memahami artinya.
    Salah satu contoh adalah sura jin dari QS 72:19 yang menyatakan bahwa disaat Muhammad menyembahNya (melakukan ibadah) para jin datang berdesakan.
    Muhammad tentu menyembah kepada Allah, namun yang ada bukan hadirat Allah SAW tetapi para jin.
    Tidaklah heran bila hal kerasukan terjadi dalam kegiatan “doa bersama” para muslim, sebab memang yang ada hadirat para jin, bukan hadirat Allah SAW.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: