Jizyah, Pajak Preman ala Muhammad

Oleh: Duladi ⦁

Teman-teman kita yang masih islam biasa mencoba melakukan pembelaan terhadap TINDAK PEMERASAN/PEMALAKAN yang Muhammad lakukan di masa lampau, dengan menyamakan JIZYAH sebagai PERPULUHAN dan PAJAK. Ini sangat menggelikan, karena bagaimana JIZYAH dapat disamakan dengan itu, di saat JIZYAH itu SAMA SEKALI BERBEDA dengan PERPULUHAN atau PAJAK.

1. Jizyah tidak bisa disamakan dengan PERPULUHAN.

Karena:

  • Jizyah adalah “UANG GANTI NYAWA”, yaitu bagi orang non muslim yang menolak dijadikan sebagai jongos Islam, maka agar mereka tidak dibunuh, sebagai gantinya mereka wajib membayar JIYZAH. Bila mereka menolak bayar jizyah, maka mereka akan dibunuh.
  • PERPULUHAN bukan “UANG GANTI NYAWA”. Umat Kristen tidak diancam bunuh bila tidak membayar perpuluhan.
  • Jizyah ditujukan kepada KAFIR yang menolak dijadikan jongos Islam.
  • PERPULUHAN tidak dipungut dari umat lain selain Kristen.

2. Jizyah tidak bisa disamakan dengan PAJAK PEMERINTAH.

Karena:

  • Jizyah adalah sebuah pemerasan bagi siapa saja yang menolak bergabung dengan geng Islam. Tidak ada yang memilih Islam menjadi PEMERINTAH, tapi Islam yang MENGUASAI setiap orang lewat penaklukan militer, dan dipaksa jadi jongos atau bayar jizyah atau mati.
  • PAJAK dipungut oleh PEMERINTAH yang terpilih secara demokratis lewat PEMILU. Jadi bukan berasal dari sebuah PENAKLUKAN atau INTERVENSI MILITER, melainkan PEMERINTAHAN RESMI yang dipilih sendiri oleh warga negaranya.
  • Tujuan dari JIZYAH adalah untuk menafkahi orang-orang muslim. Sebab bila pemerintahan KHALIFAH sudah berdiri / berkuasa penuh di dunia, muslim tidak boleh bekerja di pasar, di kebun ataupun di pantai. Tugas mereka sehari-hari adalah BERJIHAD. JIHAD itu sendiri merupakan cara mereka dalam mencari nafkah seperti PERAMPOK mencari nafkah.
  • Tujuan dari PAJAK adalah untuk kesejahteraan warga negara itu sendiri. Aparatur pemerintah sudah mendapatkan GAJI dari NEGARA, dan nafkah para pegawainya bukan melulu berasal dari PAJAK.
  • Jizyah bersifat PEMERASAN/PERAMPOKAN. Jika ada Non Muslim yang tidak mau membayar, sama saja dia akan MATI!
  • PAJAK walau teorinya bersifat memaksa, TIDAK ADA Pemerintah yang menerapkan HUKUMAN MATI bagi warga negaranya yang tidak sanggup bayar pajak, kecuali yang menerapkannya adalah PEMERINTAH PENJAJAH. Sanksi pelanggar yang biasa diterapkan oleh PEMERINTAH YANG BENAR adalah SANKSI PERDATA.

Dengan mengetahui penjelasan singkat tentang PERBEDAAN JIZYAH dengan PAJAK maupun PERPULUHAN, maka saya harap tak ada umat non-muslim/kafir yang tertipu oleh TAQIYYA muslim, yang selalu ingin menerapkan ilmu dasar dalam islam, yaitu COCOKLOGY. ⦁

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: