Miris! Anak Tiri Pergoki Guru Ngaji di Pajajaran Cabuli ABG

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID — Polisi pamerkan seorang pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (6/10/2015) pagi.

Pelaku belakangan diketahui berinisial ZM (43) yang tinggal di Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo.

Informasi yang dihimpun Tribun, ZM melakukan tindakan asusila terhadap tetangganya sendiri, sebut saja melati.

Aksi tidak senonoh itu terjadi di Jalan Pajajaran, Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo, pada Kamis 1 Oktober 2015 sekitar pukul 18.00.

Adapun aksi ZM dipergoki anak tirinya sendiri.

ZM kedapatan tengah berbuat cabul terhadap seorang muridnya yang berusia 14 tahun (ABG) tersebut.

ZM diketahui selama ini sebagai guru ngaji dari Melati dan anak-anak lainnya di wilayah itu.

Kala itu ZM tengah bersama mawar di rumahnya. Konon ZM sempat menjadi sasaran amuk warga akibat perbuatannya tersebut.

Sedangkan ZM kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Ia sudah ditahan polisi sejak perbuatannya terbongkar.

Menurut Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, ZM dikenal sebagai guru ngaji. Adapun korban merupakan muridnya sendiri.

“Berdasarkan pengakuan, tersangka sudah melakukan perbuatannya terhadap korban sebanyak empat kali,” ujar Yoyol seraya menyebut tersangka mencabuli dan menyetubuhi korbannya. ⦁

Sumber: Tribun Jabar

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Ikben  On 6 October 2015 at 22:28

    Apakah penjaga mesjid, guru ngaji atau ustad, ketiga-tiganya adalah manusia yang hidupnya berkecimpung dengan dunia yang berbau agama, tetapi kelakuan mereka sangat-sangat menjijikkan.

    Dimanakah kesalahannya, apakah pribadi mereka atau pengaruh dari ajaran agama mereka!?!.

    Apakah mereka tidak mempunyai rasa bersalah (berdosa) melakukan semua itu, padahal kehidupan mereka dapat dikatakan dekat dengan quran dan hadits….setidaknya-tidaknya mereka membaca dan mendengar ayat-ayat quran.

    Bila manusianya yang dipersalahkan, maka ajaran yang mereka terima selama ini tidak menjadikan mereka sadar bahwa perbuatan mereka adalah dosa.

    Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan nabi mereka pun membohongi istrinya demi untuk dapat berzinah dengan budaknya.
    Karena berahi melihat menantunya maka membiarkan anak angkatnya menceraikan istrinya agar dapat dinikmati oleh sang bapak, nabi gua Hira.

    Kesimpulannya,… pengaruh kuat dari prilaku sang guru ngaji, ustad dan penjaga mesjid dikarenakan mencontoh junjungan mereka nabi gua Hira.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: