Ratusan Kyai Kampung Gelar Istighosah Agar Koruptor Ini Divonis Ringan

Terdakwa kasus dugaan korupsi suap jual beli gas alam, di Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Amin Imron mendengarkan kesaksian dari Direktur PT Widika Cahaya Persada, Abdul Rouf di Pengadilan Tipikor, 1 Juni 2015. (TEMPO/Eko Siswono Toyudho)

TEMPO.CO, Bangkalan — Sebanyak 300-an orang yang tergabung massa yang menamakan diri Jaringan Kiai Kampung (Jakipung) menggelar istighosah di kantor Pengadilan Negeri Bangkalan, Rabu 7 Oktober 2015.

Istighosah digelar untuk mendoakan Fuad Amin, Ketua DPRD Bangkalan non aktif, yang akan menjelang vonis sebagai terdakwa kasus korupsi dan tindak pidana pencucian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta.

“Kami mendoakan kiai Fuad agar divonis seringan-ringannya dan seadil-adilnya,” kata Ketua Jakipung KH Hakim Afaq, Rabu 7 Oktober 2015.

Dia meminta hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi agar mempertimbangkan usia terdakwa yang sudah 67 tahun serta memiliki penyakit komplikasi dan anak yang masih kecil. “Jangan hanya melihat kasusnya, jasa beliau terhadap rakyat Bangkalan juga harus jadi pertimbangan,” ujar Hakim Afaq.

Chairul Anam, anggota Jakipung lainnya, juga meminta Pengadilan Negeri Bangkalan agar menyampaikan aspirasi mereka ke Pengadilan Tipikor. Kata dia, Fuad Amin yang juga mantan bupati dua periode di daerah itu, adalah orang yang mengayomi 14 ribu pengungsi Sampit dan Sambas.

Fuad Amin juga disebutkan telah membangun jalan-jalan hingga ke pelosok kampung. “Kami berharap kiai Fuad bisa berada ditengah-tengah kami,” kata Chairul.

Selain istighosah, massa juga melakukan long march di Jalan Soekarno-Hatta. Mereka membawa poster berisi foto fuad Amin dan panduk besar berisi dukungan terhadap Fuad Amin agar divonis ringan.

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi telah menuntut Fuad Amin dengan hukuman 15 tahun penjara dalam persidangan pada Senin 28 September 2015. Fuad dinyatakan terbukti bersalah telah menerima suap dan melakukan tindak pidana pencucian uang.

Selain hukuman penjara, Fuad juga dituntut membayar denda sebesar Rp 3 miliar. Bila tak mampu, ia akan dijatuhi tambahan hukuman penjara selama 11 bulan.

Dalam berkas setebal 6.734 halaman disebutkan bahwa Fuad terbukti menerima suap dari PT Media Karya Sentosa dengan total Rp 15,45 miliar sejak 2009 hingga 2014. Suap itu adalah balas jasa antara lain atas bantuan Fuad yang mengarahkan tercapainya perjanjian konsorsium dan perjanjian kerja sama antara PT MKS dan PD Sumber Daya terkait jual beli gas alam saat dia menjabat Bupati Bangkalan.

Fuad juga dinyatakan terbukti mencuci uang dengan total Rp 197,24 miliar dengan cara menyimpannya dalam 26 rekening atas nama dirinya dan orang lain, membeli polis asuransi, mobil, tanah dan rumah. ⦁

Sumber: TEMPO.CO

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Comments

  • Ikben  On 19 October 2015 at 05:28

    Jakipung sebaiknya sebagai kelompok kiai mengurus pesantren masing-masing saja dari pada mengadakan istighotsah keringan hukuman untuk koruptor, atau mungkin selama Fuad AI menjabat sering memberi bantuan ke pesantren-pesantren sehingga jakipung merasa berutang budi.

    Seharusnya jakipung ber-istighosah agar Fuad AI kuat menjalankan hukuman selama lima belas tahun dan menjadi sadar bahwa selama menjabat dirinya adalah manusia serakah…bukan supaya hukumannya menjadi ringan.

    Jangan membuat alasan karena telah berusia 67tahun dan masih punya anak masih kecil, maka perbuatan jahatnya cukup dihukum ringan dari yang seharusnya.

    Jangan karena perbuatan baiknya dahulu, maka kejahatannya hendak diminimalisir.

    Kejahatan Fuad AI boleh diampuni tetapi bukan berarti hukum boleh dikurangi dari yang seharusnya.

Blog ini hanya membahas tentang ISLAM. Jika Anda berkomentar selain daripada Islam, insyaallah akan mendapat azab dari Admin yaitu DIHAPUS tanpa peringatan. Silahkan memberi komentar sesuai isi artikel. Wassalam.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: